By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Ramadhan Segera Tinggalkan Kita
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
GagasanKhazanah

Ramadhan Segera Tinggalkan Kita

Arifin
Last updated: 18 April 2023 15:53 15:53
By Arifin
4 Min Read
Share
Prof Ahmad Rofiq
SHARE

Oleh: Ahmad Rofiq

OPINI JATENG – Renungan ini ditulis saat kumandang ayat suci Alquran sedang dilantunkan secara apik, memberi sinyal akan segera masuk waktu shalat Ashar, 27 Ramadhan 1444 H.

Berarti malam 28 Ramadhan tinggal tiga jam kurang.

Idul Fitri 1444 H bagi saudara kita yang berafiliasi ke Muhammadiyah, akan dirayakan Jumat, 21/4/2023 M, sementara pemerintah dan warga Nahdlatul Ulama dan masyarakat lainnya, akan dengan setia menunggu pengumuman pemerintah setelah sidang itsbat yang dipimpin secara langsung oleh Menteri Agama RI, Gus Yaqut Cholil Qoumas usai.

BACA JUGA: Puasa dan Kesalehan Sosial, Ini Keutamaan Tarawih Malam Ke-26

Tulisan ini tidak hendak menyoal tentang perbedaan pelaksanaan shalat Idul Fitri apakah Jumat, 21/4/2023 ataukah 22/4/2023?
Yang jelas, semuanya melaksanakan shalat Id pada 1 Syawal 1444 H.

Mari kita simak secara seksama, pesan Rasulullah saw: “Sekiranya umatku mengetahui — dengan baik — sesuatu — rahasia, hikmah, atau keutamaan — yang ada di dalam bulan Ramadhan, sungguh mereka akan berharap seluruh tahun menjadi Ramadhan semua” (Riwayat Ibnu Hajar al-‘Asqalani dari Ibnu Masud al-Ghifary).

Pesan tersebut menggambarkan betapa sangat mulia, agung, dan luar biasanya keberadaan bulan suci Ramadhan.
BACA JUGA: Maling Tak Punya Ahlak, Ganti QRIS Kotak Amal, Prof Ahmad Rofiq: Seluruh Takmir Masjid Pasang Logo

Di dalamnya berlimpah kasih sayang dan keberkahan yang Allah limpahkan kepada hamba-hamba-Nya, yang merindukan akan surga dan perjumpaan dengan Allah yang kenikmatannya tidak bisa dibayangkan dengan apapun.

Ampunan-Nya mengalahkan semua sikap benci, dosa, salah, dan segala macam sifat dan sikap negatif lainnya.

Di dalam bulan Ramadhan, Allah ‘Azza wa Jalla menyiramkan samudera maghfirah dan mengabulkan doa-doa hamba-Nya, yang mau berdoa dengan rendah hati dan memohon kepada-Nya, dan senantiasa menjaga kualitas iman dan taqwanya.
Keutamaan dan pahala dilipatgandakan. Pada bulan Ramadhan, Allah Ta’ala mengirim para malaikat pembawa kasih sayang dari malam hingga terbit fajar. Dalam kaitan inilah, Alquran menyebutnya sebagai malam lailatul qadar atau malam penentuan, yang lebih mulia dari seribu bulan (83,3 tahun).

BACA JUGA: Ternyata Masuk Surga Itu Mudah, Simak Penjelasan Prof Imam Taufiq

Terasa begitu berat, kala bulan Ramadhan beringsut segera akan meninggalkan kita.

Namun itu tak bisa dibendung, karena bulan Syawal 1444 H juga segera hadir menyambut dengan penuh kegembiraan, karena hamba-hamba Allah yang boleh jadi banyak berlumuran dosa, telah lahir laksana manusia baru yang tanpa noda dan dosa, laksana lembaran kertas putih yang tak bertuliskan apapun. Itulah gambaran sederhana tentang fitrah manusia.

Karena itu, fitrah yang telah dihasilkan melalui ritual dan jihad melawan hawa nafsu yang terus bercokol di dalam diri kita, harus disingkirkan, dan jika berhasil, maka akan lahir manusia “baru kembali” setelah mungkin ada yang belepotan dosa, baik dosa individual vertikal maupun dosa sosialnya.
BACA JUGA: LPPOM-MUI Jateng dan Apresiasi Pelaku Usaha

Shalat tarawih pada malam ke-28 Allah akan mengangkat seribu derajat hamba-hamba-Nya di surga (Riwayat Ali bin Abi Thalib). Dalam riwayat Imam At-Tirmidzi, Rasulullah saw bersabda: “Belajar dan kenalilah kerabat-kerabat dekat kalian agar dapat bersilaturrahim. Karena bersilaturrahim itu dapat meningkatkan mahabbah (rasa cinta) di antara kerabat, memperbanyak harta, dan bertambahnya keberkahan”.

Idul Fitri atau kembalinya diri kita pada kesucian, sudah semestinya kita rawat dan jaga dengan mempertahankan dan melanggengkan spirit ibadah dan ketaqwaan kita di bulan Ramadhan, agar terus dapat terjaga dengan berkesinambungan sepanjang tahun.

Karena itulah, kita perlu juga terus berdoa kepada Allah Taala, agar senantiasa dalam kebaikan. Wa antum kulla ‘am bi khair.

Rabbana taqabbal minna shalatana wa shiyamana wa takhassyu’ana wa tadharru’ana wa i’tikafana wa tammim taqshirana ya Allah ya arhamar rahumin. Alhamdu lillahi Rabbil alamin.***

You Might Also Like

Tenggelamkan Dunia sebelum Dunia Menenggelamkanmu
Ini Bagian Tubuh Anak yang Harus Dihindari Terkena Pukulan, Efeknya Berbahaya
Fotografer Harus Tahu Istilah Ini
Wajib Tahu, Suami Talak Satu Begini Cara Rujuk Kembali
Kedengkian Melahap Kebajikan
TAGGED:Idul FitriLebaranmudikRamadhan
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Puasa dan Kesalehan Sosial, Ini Keutamaan Tarawih Malam Ke-26
Next Article IPDA Indonesia Adakan Workshop dan Lomba Desain, Dongkrak Penjualan Produk UMKM
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Ilustrasi pemuda dan tokoh acara memegang bola sepak di atas panggung dengan pertunjukan seni tradisional dan lampu warna-warni.
Bukan Sekadar Panggung Hiburan, Anak Muda Butuh Ruang untuk Mengubah Ide Menjadi Peluang
Jateng Ruang Ekspresi
Ilustrasi penari jaran kepang mengenakan kostum tradisional merah dan emas sambil menari dengan properti kuda kepang di panggung festival.
Festival Budaya Jangan Cuma Ramai Pengunjung, Seniman dan UMKM Juga Harus Diuntungkan
Jateng Ruang Ekspresi
Ilustrasi penari tradisional mengenakan hiasan kepala berwarna emas dan membawa selendang kuning dalam pertunjukan budaya.
Budaya Lokal Bukan Sekadar Tradisi, Ini Peluang Besar bagi Ekonomi Kreatif dan Generasi Muda
Culture Jateng
Ilustrasi parade Cap Go Meh dengan peserta berbaju merah mengarak hiasan ritual di bawah deretan lampion merah.
Cap Go Meh Bukan Sekadar Festival Lampion, Ada Jejak Akulturasi Budaya yang Hidup di Indonesia
Culture Jateng
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?