By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 23
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Ruang Ekspresi

Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 23

Arifin
Last updated: 12 November 2021 16:00 16:00
By Arifin
7 Min Read
Share
SHARE

Sejak Minggu 24 Oktober 2021, OPINIJATENG.com menyajikan novel “Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang” karya Wardjito Soeharso, novelis asal Kota Semarang, secara bersambung (serial). Semoga bermanfaat. (red)

Wardjito Soeharso

OPINIJATENG.COM –

Theo ingin Ikang belajar dan menguasai manajemen bisnis, Ibas menjadi ahli politik dan hukum, sedang Iben menjadi ekonom dan menguasai perpajakan.

Semua itu akan memudahkan Theo dalam merancang masa depan keluarga dan perusahaan.

Untuk membantunya dalam berbagai hal, Theo harus punya banyak koneksi yang bisa diajak bekerja sama dengan baik.

Menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI membuatnya berubah dan melupakan dunia sesungguhnya yang ada dalam keluarganya.

Perusahaan kayu milik keluarga itu menjadi kurang terurus karena hanya dikendalikan Theo dari jauh.

Begitu pula dengan keluarganya.

Istri dan anak-anaknya dia tinggal di Semarang.

Ipo memilih tetap tinggal di Semarang, menemani anak-anaknya yang masih sekolah.

Ipo hanya minta Theo bisa pulang setiap akhir minggu.

Pada awalnya Theo memang berusaha pulang ke Semarang setiap Jumat sore dan kembali ke Jakarta pada Senin pagi.

Tapi, jadwal itu hanya berlaku beberapa bulan saja.

Theo sepertinya lebih menikmati tinggal di Jakarta.

Theo mulai melupakan keluarganya.

Keluarga kecil yang selalu ada di sampingnya sejak dia mengawali karir dari nol.

BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 1
BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 2
BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 3
BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 4
BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 5
BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 6
BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 7
BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 8
BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 9
BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 10
BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 11
BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 12
BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 13
BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 14
BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 15
BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 16
BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 17
BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 18

Lima tahun menjadi Ketua DPRD Provinsi dan tiga tahun menjadi Wakil Ketua DPR RI telah mengajarkan banyak hal pada Theo tentang sistem yang berlaku pada lembaga pemerintah.

Theo tahu betul tugas dan kewajibannya sebagai pimpinan.

Dan banyak pihak yang memanfaatkannya demi keuntungan pribadi.

Take and give, akhirnya sistem itulah yang dianut oleh Theo.

“Masih ingat kan pembicaraan kita kemarin sore?” suara seseorang di ujung sana.

“Saya tidak biasa berbicara lewat telepon, saya kosong malam ini,” jawab Theo.

Dan begitulah yang terjadi.

Selalu ada pertemuan sebelum pertemuan.

Pada kenyataannya Pimpinan Dewan, Ketua Komisi, Menteri atau Kepala Lembaga Pemerintah lainnya.

Mereka adalah partner kerja yang dipertemukan di panggung resmi pemerintahan.

Tapi menjadi akrab dan karib setelah lebih sering bertemu di hotel, club, atau venue lainnya.

“Terima kasih rapat pembahasan Revisi UU Perpajakan kemarin berjalan dengan rancak dan lancar,” kata Theo pada teman-temannya saat mengadakan pertemuan di club.

“Itu terdengar seperti berjalan sesuai rencana.”

“Hahaha… akan lebih mudah jika Presiden ada di pihak kita.”

“Sebaiknya jangan ada yang menyentuhnya,” kata Theo.

“Iya betul, jangan disentuh, sudah terlalu capek dan sebentar lagi pensiun.”

“Hahahaha…!”

“Tapi kadang-kadang bikin repot juga. Tingkahnya makin lama makin aneh saja.”

Theo seperti bersungut.

“Kan lebih baik begitu. Main tinju, naik motor, nyanyi-nyanyi, bagi-bagi hadiah. Daripada ngomong di depan wartawan. Malah mancing persoalan,” jawab yang lain.

“Kayaknya kita mesti atur strategi baru menyikapi situasi terkini yang makin menghangat ini. Teve merah itu makin lama juga makin memperjelas targetnya. Pemimpin Redaksinya perlu sedikit agak dijinakkan,” Theo bicaranya jadi makin serius.

“Iya tuh,” yang lain menimpali, “Teve Merah satu itu memang agak susah dikendalikan. Bos Besar pemiliknya susah diduga manuvernya.”

“Tapi bagus juga sih,” ada suara lain, ”dari Teve Merah itu paling tidak kita bisa melihat trend orientasi atau agenda berita mereka. Kan itu masukan yang penting untuk pemetaan opini kita juga. Kalau semua televisi seperti Teve Biru dan lainnya itu, kita malah bisa terjebak pada kenikmatan masturbasi politik. Hehehe…”

Yang lain ikut tertawa.

Theo tersenyum kecut.

Dalam hati dia mengakui pendapat sohibnya yang terdengar konyol dan menjijikkan itu.

“Oke, kita bagi-bagi tugas saja. Soal media dan televisi kayaknya Si Kambing dari Medan itu akan mampu mengatasi. Ayo, rapatkan barisan. Kita pertajam dan perkuat tanduk kita untuk menghadapi Pemilu mendatang. Satu tahun masih cukup waktu berbenah, dari atas puncak sampai akar rumput di bawah.” kata Theo seolah mau menutup pembicaraan.

“Wookeee…” yang lain menyambut bareng seperti paduan suara.

Lalu, mereka menghabiskan malam dengan berdangdut ria di karaoke.

Mereka ditemani wanita pemandu karaoke, yang rata-rata masih muda, berpakaian seksi.

Sungguh, pemandangan yang aneh. Para lelaki setengah umur, bahkan ada yang kepalanya sudah setengah botak, menyanyi dangdut di ruang tertutup, ditemani wanita-wanita muda bermake up menor, berpakaian seksi.

Sementara sambil menyanyi, para lelaki tua itu tangannya sering nggrathil menggerayangi tubuh wanita-wanita yang duduk di dekatnya.
Dan di atas meja di depan mereka, berserakan gelas-gelas dan botol-botol bir yang sudah terbuka tutupnya. (Bersambung)
KOMENTAR : weesenha@gmail.com***

You Might Also Like

Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 67
Hari yang Ceria di Taman
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 104
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 10
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 61
TAGGED:Di Balik Bayang-bayang Kasih SayangnovelWardjito Soeharso
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Profil Pemeran Utama Suci dalam Cinta di SCTV, Shandy Aulia, Eza Gionino, Nasya Marcella, Ben Joshua
Next Article Ari Lasso Kenali Kanker Limfoma, Penyakit Langka Ari Lasso
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Azzahra, Pramuka Garuda SMA Negeri 1 Banjarnegara: Sang Juara Eagle Scout Penegak Putri 2026,
Banjarnegara Jateng
Zulfikar Al Habsy, Sosok Pemuda Inspiratif Banjarnegara Lolos Paskibraka Provinsi Jawa Tengah
Pendidikan
Pramuka Garuda Penegak SMA Negeri 1 Banjarnegara Bersiap Diri dalam Lomba ESA Tingkat Provinsi Jawa Tengah
News
68 Peserta Resmi Ikuti Pradana Wiyata Permadani Banjarnegara Angkatan XIII
Banjarnegara
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?