By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 7
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Ruang Ekspresi

Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 7

Arifin
Last updated: 29 Oktober 2021 07:58 07:58
By Arifin
4 Min Read
Share
SHARE

Sejak Minggu 24 Oktober 2021, OPINIJATENG.com menyajikan novel “Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang” karya Wardjito Soeharso, novelis asal Kota Semarang, secara bersambung (serial). Semoga bermanfaat. (red)

OPINIJATENG.com –

Ipo menyadari saat ini suasananya sedang tidak baik dan dia harus berhati-hati berbicara di depan suami dan anaknya.

Ipo berusaha tersenyum meski di hatinya kecewa karena tidak tercipta kehangatan di antara orang-orang yang disayanginya.

Ipo menatap Theo, “Iben benar juga, dia baru masuk kuliah, dan baru semester awal, kan? Tentu masih harus banyak belajar. Setahuku, Iben belum pernah ikutan demo-demo itu.”

“Justru karena itu belum terlalu terlambat. Tahun depan kalau dia mau, dia bisa ikut ujian masuk universitas yang sama seperti Ikang, di Boston atau di tempat lain. Di luar negeri banyak universitas yang lebih bagus dan lebih berkualitas daripada kampusmu sekarang.”

BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 1

BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 2

BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 3

BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 4

BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 5

“Beginilah pemikiran anggota DPR yang terlalu banyak studi banding. Aku akan sangat senang jika ayah membantu pemerintah untuk membangun kampus yang bagus dan berkualitas seperti yang ayah maksud itu di Indonesia. Jadi aku tidak perlu jauh-jauh kuliah ke luar negeri dan meninggalkan ibuku yang sering kesepian sendiri di rumah.”

“Iben!” Ipo dan Theo berseru hampir bersamaan.

“Oh, iya ayah, kualitas yang sebenarnya itu ada pada masing-masing orang, bukan pada fasilitas atau kualitas universitas. Apa yang bisa Kak Ikang lakukan tidak lebih hebat dari Kak Ibas. Apa ayah masih belum melihat betapa banyak prestasi Kak Ibas dan apa yang dia dapatkan sekarang? Dan ayah nanti juga akan melihat hal hebat apa yang akan aku lakukan.”

Iben menatap wajah ayahnya yang terlihat merah padam. Dia kemudian meletakkan sendok dan garpunya. Lalu berdiri seperti siap-siap pergi.

“Aku sudah kenyang, sebaiknya kita segera pulang,” ucap Iben sambil meninggalkan meja makan.

“Iben!”

Ipo memanggil Iben yang tetap berjalan meninggalkan mereka.

“Maafkan dia, dia itu masih remaja. Mungkin ada banyak tugas kuliah yang sedang membebani pikirannya sehingga dia jadi seperti itu.”

“Diamlah!”

Spontan Theo membentak Ipo. Tidak keras, tapi di telinga Ipo bentakan itu terdengar seperti bom yang mampu meledakkan otaknya.

Ipo tertunduk gemetar. Makan malam yang didambakannya dapat menyenangkan suami dan anak bungsunya, benar-benar rusak.

Dadanya terasa sangat sakit dan sesak.

“Ma.. maaf,” ucapnya terbata-bata.

“Jadi ini yang selama ini kamu kerjakan? Membiarkan anakmu bergaul dengan begajul-begajul kampus? Mendidik anak menjadi kurang ajar? Pantas saja dua anakmu yang lain pergi meninggalkanmu. Tersisa satu anak bodoh, lahir dari ibu yang juga bodoh,” ucap Theo sambil bergegas keluar restoran.

Theo lupa handphone yang tadi diletakkan di samping piring makannya, ditinggalkannya begitu saja. Melihat handphone Theo tertinggal, Ipo mengambilnya dan memasukkan ke dalam tas tangannya.(bersambung)

KOMENTAR : weesenha@gmail.com***

You Might Also Like

Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 50
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 5
Bahagianya Bermain Bentengan
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 67
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 70
TAGGED:di baliDi Balik Bayang-bayang Kasih SayangnovelWardjito Soeharso
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article MTsN 2 Banjarnegara Adakan Vaksinasi Massal
Next Article Buya Yahya: Hukum Jual Beli Uang Asing Tidak Boleh,Ikuti Penjelasannya
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Azzahra, Pramuka Garuda SMA Negeri 1 Banjarnegara: Sang Juara Eagle Scout Penegak Putri 2026,
Banjarnegara Jateng
Zulfikar Al Habsy, Sosok Pemuda Inspiratif Banjarnegara Lolos Paskibraka Provinsi Jawa Tengah
Pendidikan
Pramuka Garuda Penegak SMA Negeri 1 Banjarnegara Bersiap Diri dalam Lomba ESA Tingkat Provinsi Jawa Tengah
News
68 Peserta Resmi Ikuti Pradana Wiyata Permadani Banjarnegara Angkatan XIII
Banjarnegara
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?