25 Mei 2026 06:09

Kenakalan Remaja Tanda Hubungan Keluarga yang Tidak Sehat, ini Saran Dokter Anak

0
pokemon-1543556_640

Remaja berkumpul dengan teman sebayanya

OPINIJATENG.COM – Kenakalan remaja merupakan perilaku menyimpang yang dilakukan seseorang usia 14-19 tahun. Kenakalan ini bisa sampai menimbulkan masalah atau keonaran dalam masyarakat. Ketua Satuan Tugas Remaja dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Rodman Tarigan SpA(K) MKes mengatakan bahwa mencegah kenakalan remaja dimulai dari lingkungan keluarga.

Kenakalan remaja meliputi perilaku yang menyimpang dari nilai dan norma yang ada di masyarakat. Perilaku tersebut dapat merugikan diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Bola.com mencatat ada 9 contoh kenakalan remaja yang perlu diwaspadai

Perjudian
Tawuran
Balap liar
Narkoba
Penganiayaan teman
Minuman beralkohol
Bolos sekolah
Menonton video porno
Seks bebas

Supaya anak-anak tidak terjerumus pada salah satu kenakalan yang disebut, perlu upaya membentuk karakter dan perilaku remaja. Peran keluarga sangat penting dalam membentengi remaja dari pengaruh buruk dari luar.

Pada seminar daring “Mendidik Remaja yang Kuat secara Mental dan Sosial,” Dr. Rodman menekankan bahwa upaya mencegah kenakalan remaja perlu dimulai dari lingkungan keluarga itu sendiri. Seminar yang diselenggarakan oleh IDAI ini digelar pada Senin 28 Agustus 2023.

Dia menjelaskan bahwa dalam rangka menciptakan remaja yang sehat secara mental dan emosional, keluarga memiliki peran utama dalam memberikan dukungan dan arahan.

“Untuk menciptakan seorang anak tumbuh kembang secara optimal memasuki fase anak yang baik, memasuki fase remaja yang sehat, tentunya dibutuhkan lingkungan yang baik. Lingkungan yang baik itu pertama adalah dari keluarga,” ujarnya.

Dr. Rodman menggarisbawahi pentingnya komunikasi yang baik antara orangtua, terutama antara ayah dan ibu. Ia juga menekankan pentingnya memberi ruang kepada remaja untuk berpendapat dan mengungkapkan perasaan mereka. Menurutnya, komunikasi yang terbuka dan jujur dalam lingkungan keluarga dapat menghindarkan remaja dari perilaku berisiko.

Kasus kenakalan remaja seringkali memiliki akar dari situasi keluarga yang tidak harmonis, seperti permasalahan “broken home.” Dr. Rodman menyatakan bahwa banyak remaja yang terjerumus dalam kenakalan atau perilaku negatif karena mereka tidak merasa nyaman di lingkungan keluarga mereka

Ini menjadikan mereka mencari identitas atau pengakuan di luar rumah, seringkali mengarah pada pilihan yang salah.”Banyak sekali remaja-remaja yang mengalami kekerasan atau terlibat kenakalan, di situ tidak adanya komunikasi di dalam keluarga itu sendiri,” jelas dr. Rodman, dikutip dari ANTARA, Selasa, 29 Agustus 2023.

“Banyak kasus yang kita amati secara finansial keluarganya cukup tapi ternyata secara psikis mereka tersebut tidak nyaman di keluarga sehingga mencari kenyamanannya di luar,” sambungnya.

Namun, menurut Dr. Rodman, membangun fondasi yang kuat dalam keluarga dapat mencegah skenario tersebut. Melalui komunikasi terbuka, dukungan emosional, dan pemahaman yang mendalam, keluarga dapat membantu remaja mengatasi tantangan perkembangan dan menghindari perilaku merugikan.

IDAI juga turut mendorong kerjasama dengan instansi pemerintah terkait untuk mengatasi masalah kenakalan remaja secara lebih luas. Meskipun IDAI berperan dalam advokasi, Dr. Rodman menegaskan bahwa implementasi kebijakan konkret tetap menjadi tugas pemerintah dan instansi terkait.

Dalam hal ini, sinergi antara organisasi medis, pemerintah, dan lembaga terkait dapat memberikan landasan yang kuat untuk melindungi generasi muda dari dampak negatif kenakalan remaja. Membangun fondasi kuat di lingkungan keluarga dan mengedepankan komunikasi yang positif merupakan langkah penting dalam mencegah kenakalan remaja.

Dengan kolaborasi antara keluarga, pemerintah, dan lembaga terkait, upaya bersama dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang sehat bagi remaja dapat diwujudkan.*

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *