By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Simak Salah Satu Acara Rabu Wekasan, Jika Ragu Jangan Lakukan
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Khazanah

Simak Salah Satu Acara Rabu Wekasan, Jika Ragu Jangan Lakukan

Dwi Widiyastuti
Last updated: 12 September 2023 21:11 21:11
By Dwi Widiyastuti
3 Min Read
Share
SHARE

OPINI JATENG.COM – Kegiatan acara Rabu Wekasan memang membuat orang ragu. Benarkah dianjurkan demikian? Rabu wekasan diambil dari bahasa jawa. Rebo artinya hari rabu dan wekasan artinya terakhir.

Acara ritual yang dimaksud adalah biasa dilakukan sebagian masyarakat pada hari rabu akhir bulan Safar karena menurut persepsi mereka saat itu adalah saat petaka. Petaka sangat menakutkan bagi orang. Dengan ritual tersebut petaka akan hilang.

Kendati demikian, Acara yang ada di dalamnya adalah salat empat rakaat, setiap rakaat membaca surat al-Fatihah satu kali, surat al-Kautsar tujuh belas kali, surat al-Ikhlas lima belas kali, surat al-Falaq dan an-Nas dua kali.

BACA JUGA: Rabu Wekasan Punya Makna Dalam? Apa kata KH. Sya’roni …

Sementara itu juga mereka berkumpul-kumpul di masjid menunggu rajah-rajah bikinan kyai mereka lalu menaruhnya di gelas dan meminumnya.

Tidak hanya berhenti di situ, mereka juga mengadakan perayaan makan-makan lalu berjalan di rumput-rumput dengan keyakinan agar sembuh dari segala penyakit.

Sementara itu juga ada kitab yang menyebabkan ragu lagi bahwa semua itu termasuk ritual jahiliyah yang merusak disebabkan kejahilan terhadap agama, lemahnya tauhid, suburnya ahli bid’ah dan penyesat umat serta minimnya para penyeru tauhid. (Lihat Tahdzirul Muslimin ‘anil Ibtida’ fi Din, Ibnu Hajar Alu Abu Thomi, hlm. 281, Ishlahul Masajid al-Qosimi hlm. 116, al-Bida’ al-Hauliyyah at-Tuwaijiri hlm. 126-132).

Bila kita cermati khurafat di atas, niscaya akan kita dapati keduanya kembali pada masalah Tathoyyur yaitu merasa sial dengan burung atau lainnya yang hal ini termasuk kategori perkara jahiliyah yang dibatalkan Islam.

Perlu diketahui bahwa khurafat ini sampai sekarang masih bercokol di sebagian masyarakat.
Sebagai contoh, sebagian masyarakat masih meyakini bila ada burung gagak melintas di atas maka itu pertanda akan ada orang mati, bila burung hantu berbunyi pertanda ada pencuri, bila mau beergian lalu di jalan dia menemui ular menyebrang maka pertanda kesialan sehingga perjalanan harus diurungkan.

BACA JUGA: Rabu Wekasan Punya Makna Dalam? Apa kata KH. Sya’roni …

Demikian pula, ada yang merasa sial dengan bulan Dzulqa’dah (selo; jawa) dan bulan Muharram (suro: jawa), hari jum’at kliwon, ada juga yang merasa sial dengan angka seperti angka 13 dan sebagainya. (Lihat secara lebih luas masalah ini dalam risalah Ath-Tathoyyur oleh Syaikh Ibrahim al-Hamd).

Begitu juga sebaliknya, hendaknya kita bertawakal yakni menyerahkan segala urusan sepenuhnya kepada Allah, karena salah satu hikmah di balik peniadaan Nabi terhadap khurafat-khurafat jahiliyah dalam hadits ini adalah agar seorang muslim benar-benar bertawakal bulat kepada Allah tanpa melirik kepada selainNya.

Sekiranya, dari ulasan diatas, muncul kebimbangan dalam melangkah, maka hendaknya dia melakukan shalat istikharah, berdoa kepada Allah dan bermusyawarah kepada orang-orang yang berpengalaman. Dengan demikian insyallah dia akan melangkah dengan penuh optimis diri.

Demikian informasi tentang Simak Salah Satu Acara Rabu Wekasan, jika ragu jangan lakukan.***

You Might Also Like

Prof Ahmad Rofiq: Mengotori Kekuasaan dengan Berbuat Dzalim, di Akhirat Bisa Bergelar Al-Muflis
Spirit Hijrah 1444 H untuk Indonesia Bermartabat
Doa Memohon Ilmu yang Dimiliki Bermanfaat, Yukk Hafalkan
Nuzulul Qur’an Pesan Penting Ilmu dan Agama, Prof Ahmad Rofiq: Modal Kita di Akhirat
Baktinya Pada Orang Tua, Belajar dari Kisah Uwais Al Qarni
TAGGED:baladoarabu wekasansholat
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Beda Pendapat tentang Shalat Rabu Wekasan, Ini Penjelasannya
Next Article Hasil Rakernas IPHI: Go Digital, Food Estate dan Pemberdayaan Potensi Jamaah
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Azzahra, Pramuka Garuda SMA Negeri 1 Banjarnegara: Sang Juara Eagle Scout Penegak Putri 2026,
Banjarnegara Jateng
Zulfikar Al Habsy, Sosok Pemuda Inspiratif Banjarnegara Lolos Paskibraka Provinsi Jawa Tengah
Pendidikan
Pramuka Garuda Penegak SMA Negeri 1 Banjarnegara Bersiap Diri dalam Lomba ESA Tingkat Provinsi Jawa Tengah
News
68 Peserta Resmi Ikuti Pradana Wiyata Permadani Banjarnegara Angkatan XIII
Banjarnegara
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?