17 April 2026 23:46

Pendidikan di Banjarnegara Mengkhawatirkan: Kekurangan Guru dan Minimnya Fasilitas Jadi Sorotan

0
WhatsApp Image 2025-02-11 at 17.00.07

Ketua PGRI Banjarnegara, Heling Suhono di sela-sela persiapan Pelantikan Satuan Musyawarah Nasional APKS PB PGRI di Jakarta, Selasa, 11 Februari 2025/S_Marzy

OPINIJATENG.COM – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Banjarnegara, Heling Suhono, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi pendidikan di Indonesia, khususnya di Banjarnegara. Di sela-sela persiapan Pelantikan Satuan Musyawarah Nasional APKS PB PGRI di Jakarta, Selasa, 11 Februari 2025, ia menyoroti berbagai tantangan yang menghambat kualitas pendidikan, mulai dari kekurangan tenaga pengajar hingga minimnya perlindungan hukum bagi guru.

Krisis Tenaga Pengajar dan Kepala Sekolah

Salah satu permasalahan utama yang disampaikan Heling adalah kurangnya tenaga pendidik, terutama di tingkat sekolah dasar (SD).

“Kami menghadapi masalah serius dalam hal jumlah guru dan kepala sekolah. Tanpa tenaga pengajar yang cukup, mustahil untuk memberikan pendidikan yang berkualitas kepada para siswa,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah segera mengambil tindakan nyata untuk mengatasi persoalan ini, mengingat pendidikan adalah pilar utama pembangunan bangsa.

Fasilitas Sekolah yang Tidak Memadai

Selain kekurangan tenaga pengajar, kondisi sarana dan prasarana sekolah di Banjarnegara juga menjadi tantangan tersendiri. Heling menyebut bahwa hampir 50% fasilitas sekolah mengalami kerusakan, yang berpengaruh pada efektivitas proses belajar mengajar.

“Bagaimana siswa bisa belajar dengan baik jika ruang kelas mereka tidak nyaman? Pendidikan harus menjadi prioritas utama dalam kebijakan pemerintah,” tegasnya.

Perlindungan Hukum bagi Guru Masih Lemah

Heling juga menyoroti pentingnya perlindungan hukum bagi guru. Menurutnya, banyak tenaga pendidik yang merasa terancam akibat berbagai kasus hukum yang kerap menimpa mereka.

“Guru harus mendapatkan perlindungan yang layak agar bisa mengajar dengan tenang dan fokus pada tugas utamanya, yaitu mendidik generasi muda,” ungkapnya.

Harapan untuk Masa Depan Pendidikan

Heling menegaskan bahwa tanpa perhatian serius dari pemerintah, dunia pendidikan di Indonesia akan semakin tertinggal.

“Pendidikan adalah kunci kemajuan bangsa. Kita harus memastikan bahwa tenaga pengajar, fasilitas sekolah, dan perlindungan hukum bagi guru menjadi prioritas utama,” tutupnya.

PGRI Banjarnegara berkomitmen untuk terus memperjuangkan perbaikan pendidikan demi mencetak generasi yang cerdas dan siap menghadapi tantangan masa depan.***

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *