OPINIJATENG.COM – Membangun generasi masa depan tidak cukup hanya dengan ilmu pengetahuan. Anak-anak juga membutuhkan pendidikan karakter, nilai-nilai Al-Qur’an, dan kecintaan terhadap tanah air.
Baca juga:RUU Sisdiknas Hapus Madrasah dan Komite Sekolah?

Hal tersebut menjadi perhatian MI Pelita Insani Mandiraja, Banjarnegara, dalam memaknai Hari Santri sekaligus menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.
Kepala MI Pelita Insani Mandiraja, Ustazah Hana, menjelaskan bahwa santri memiliki peran penting dalam membangun masa depan bangsa. Karena itu, pendidikan sejak usia sekolah dasar perlu membekali anak dengan ilmu pengetahuan, akhlak mulia, kemandirian, dan kepedulian terhadap lingkungan serta masyarakat.
Menurutnya, generasi yang dipersiapkan untuk menghadapi masa depan harus mampu meraih prestasi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kecintaan terhadap Indonesia.
Pembelajaran Al-Qur’an Menjadi Kebiasaan Sehari-hari
MI Pelita Insani Mandiraja membiasakan peserta didik mempelajari Al-Qur’an melalui program yang terstruktur. Kegiatan tersebut meliputi pembelajaran menggunakan metode Qiroati, tahsin, dan tahfidz.
Ustazah Hana menekankan pentingnya keseimbangan antara pencapaian akademik dan pembentukan karakter. Dengan demikian, siswa tidak hanya berkembang dalam pengetahuan, tetapi juga memiliki landasan keimanan dan akhlak yang baik.
Pembiasaan ini diharapkan menjadi bekal bagi anak-anak untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Selain itu, nilai-nilai Al-Qur’an diharapkan tercermin dalam perilaku, kedisiplinan, serta cara mereka berinteraksi dengan orang lain.
Pawai Santri dan Talk Show Inspiratif Meriahkan Hari Santri
Peringatan Hari Santri tahun ini di MI Pelita Insani Mandiraja diisi dengan kegiatan pawai santri dan talk show inspiratif.
Pawai santri menjadi sarana untuk menumbuhkan kebersamaan sekaligus memperkuat kebanggaan anak-anak terhadap identitas santri. Kegiatan tersebut juga menjadi pengingat bahwa santri memiliki peran dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

Sementara itu, talk show inspiratif diharapkan dapat memotivasi siswa agar berani bermimpi dan berprestasi. Menjadi santri bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita.
Sebaliknya, kedisiplinan, ketekunan, kejujuran, dan akhlak yang baik merupakan modal penting untuk menghadapi tantangan masa depan.
Pendidikan Karakter di Era Digital Membutuhkan Pendampingan
Di tengah perkembangan teknologi, anak-anak perlu mendapatkan pendampingan agar mampu memanfaatkan dunia digital secara bijak.
Ustazah Hana memandang bahwa pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi. Anak juga perlu belajar membedakan konten yang bermanfaat dan yang tidak sesuai, membangun pengendalian diri, menjaga etika digital, serta berpikir kritis.
Oleh karena itu, kerja sama antara madrasah dan orang tua menjadi sangat penting. Pendidikan karakter akan lebih kuat ketika nilai-nilai yang diajarkan di sekolah juga diterapkan di rumah.
Keteladanan orang tua dan guru dapat membantu anak memahami bagaimana bersikap baik, bertanggung jawab, dan menghormati orang lain, baik di dunia nyata maupun di ruang digital.
Menguatkan Negeri Dimulai dari Kebiasaan Sederhana
Menurut Ustazah Hana, kontribusi anak-anak terhadap bangsa dapat dimulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Menag Yaqut: Madrasah sebagai Garda Depan Akselerasi Digitalisasi

Belajar dengan tekun, membaca dan mempelajari Al-Qur’an, menghormati guru serta orang tua, menjaga kebersihan, menaati aturan, dan berteman tanpa membeda-bedakan merupakan contoh sikap yang perlu dibiasakan sejak dini.
Anak-anak juga perlu didorong untuk terus mencoba, mengembangkan kemampuan, dan berani meraih prestasi.
Kebiasaan tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun, jika dilakukan secara konsisten, nilai-nilai itu dapat membentuk generasi yang disiplin, peduli, mandiri, dan bertanggung jawab.
MI Pelita Insani Berharap Lahir Generasi Qur’ani dan Berprestasi
MI Pelita Insani Mandiraja berharap dapat melahirkan generasi Qur’ani yang berprestasi, beriman, berakhlak mulia, mencintai tanah air, serta memiliki wawasan luas.
Selain itu, siswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab. Mereka juga perlu menghargai perbedaan serta mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan identitas sebagai seorang Muslim.
Pendidikan tersebut menjadi bagian dari upaya mempersiapkan anak-anak agar mampu menghadapi tantangan masa depan. Dengan bekal ilmu pengetahuan dan karakter yang kuat, mereka diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, Banjarnegara, dan Indonesia.
Pesan Hari Santri untuk Masyarakat Banjarnegara
Dalam momentum Hari Santri, Ustazah Hana mengajak masyarakat untuk memperkuat pendidikan dan memberikan keteladanan kepada anak-anak.

Dukungan keluarga dan lingkungan sekolah sangat dibutuhkan agar anak dapat tumbuh dalam suasana yang mendorong mereka untuk belajar, berbuat baik, dan mengembangkan potensi diri.
Hari Santri juga menjadi pengingat pentingnya menjaga nilai-nilai agama, persatuan, dan semangat kebangsaan.
Generasi yang akan menguatkan Banjarnegara dan Indonesia adalah anak-anak yang kita didik hari ini. Karena itu, mendampingi mereka dengan ilmu, keteladanan, dan kasih sayang menjadi tanggung jawab bersama.
Baca juga:Mulok Bahasa Inggris di MI Muhammadiyah Karangtengah Mulai Dipersiapan


