Isna Raih Medali Perunggu Muaythai PORPROV XVII, Target Emas Jadi Motivasi Berikutnya

Katri Lestari
Disclosure: This website may contain affiliate links, which means I may earn a commission if you click on the link and make a purchase. I only recommend products or services that I personally use and believe will add value to my readers. Your support is appreciated!

OPINI JATENG – Perjuangan dan konsistensi mengantarkan Isnaeni Nur Azizah meraih medali perunggu cabang olahraga Muaythai pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XVII. Atlet asal Banjarnegara tersebut bertanding di kelas 63,5 kilogram putri.

Bagi Isna, medali ini memiliki arti tersendiri. Pada PORPROV sebelumnya, ia belum berhasil membawa pulang medali. Namun, pada kompetisi kali ini, perjuangannya membuahkan hasil.

Ia mengaku senang dan bersyukur atas pencapaian tersebut. Meski demikian, medali perunggu bukanlah akhir dari perjalanan kariernya sebagai atlet.

“Alhamdulillah, di PORPROV kali ini bisa pulang membawa medali perunggu,” ungkap Isna.

Perjalanan Isna Menuju Podium PORPROV XVII

Untuk mendapatkan tiket menuju PORPROV XVII, Isna terlebih dahulu harus melewati babak kualifikasi Muaythai.

Baca juga: Laila Ramadhani, Siswa SMAN 1 Banjarnegara Juara 1 dalam Ajang Kejurprov Lemkari Tahun 2024

Setelah lolos kualifikasi, ia melanjutkan perjuangan melalui babak penyisihan hingga semifinal. Persaingan di kelas 63,5 kilogram putri menjadi tantangan tersendiri bagi atlet tersebut.

Salah satu momen paling menegangkan terjadi sebelum memasuki ring. Saat itu, perasaannya bercampur aduk.

Namun, Isna berusaha mengendalikan emosi dengan berdoa dan berpikir positif. Terlebih, menjelang satu partai sebelum pertandingan, ia harus menjaga fokus agar tetap tenang saat bertanding.

Konsisten Latihan di Tengah Kesibukan Kuliah

Isna mulai menekuni Muaythai sejak duduk di kelas 3 SMA. Awalnya, ia mengenal olahraga tersebut setelah diajak seorang teman.

Ketertarikannya semakin besar karena sejak kecil ia sudah menyukai olahraga bela diri. Ia juga pernah mengikuti beberapa kejuaraan tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Menjelang PORPROV XVII, Isna menjaga konsistensi latihan sebanyak tiga hingga empat kali dalam seminggu. Latihan tersebut meliputi penguatan fisik dan sparing bersama teman.

Namun, ada tantangan lain yang harus ia hadapi. Isna masih berstatus sebagai mahasiswi aktif Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) di UMS Solo.

Di tengah tugas kuliah dan kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di sekolah, ia tetap berusaha membagi waktu untuk latihan.

Baginya, kuliah dan olahraga sama-sama penting. Karena itu, ia berusaha menjaga keseimbangan agar keduanya tetap berjalan.

Baca juga: Tanah Longsor Terjang Desa Mlayang Banjarnegara, Satu Rumah Warga Rusak

Doa Keluarga dan Dukungan Pelatih Jadi Penyemangat

Dalam perjalanan menjadi atlet, dukungan keluarga memiliki arti penting bagi Isna.

Ia menyebut doa orang tua, kakak, dan keluarga menjadi sumber kekuatan. Selain itu, motivasi dari pelatih juga sangat dibutuhkan, terutama menjelang dan selama pertandingan.

Isna juga berharap KONI Banjarnegara dapat menyelenggarakan program pemusatan latihan atau training center menjelang PORPROV berikutnya.

Menurutnya, persiapan yang lebih terarah dapat membantu atlet meningkatkan kemampuan dan meraih hasil yang lebih maksimal.

Medali Perunggu Jadi Awal Mengejar Emas

Foto dok: Istimewa

Meski sudah memenuhi target awal, Isna masih memiliki ambisi untuk meningkatkan prestasinya.

Ia ingin menjadikan medali perunggu ini sebagai motivasi untuk meraih medali emas pada PORPROV berikutnya.

Bagi Isna, medali bukan satu-satunya ukuran keberhasilan seorang atlet. Proses latihan, konsistensi, dan perjuangan menuju pertandingan justru memiliki makna yang lebih besar.

Ia juga ingin terus melakukan evaluasi diri agar penampilannya semakin baik pada kompetisi mendatang.

Ke depan, Isna berharap dapat terus berkembang di dunia Muaythai. Ia ingin menekuni olahraga ini bukan sekadar karena menjadi atlet Kabupaten Banjarnegara, tetapi juga karena keinginan pribadi untuk memberikan kemampuan terbaik.

Ajak Perempuan Banjarnegara Berani Berlatih Bela Diri

Selain berbicara tentang prestasi, Isna juga mengajak generasi muda, khususnya perempuan di Banjarnegara, untuk tidak ragu mencoba olahraga bela diri.

Menurutnya, Muaythai tidak hanya menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan bela diri. Olahraga ini juga dapat menjadi pilihan aktivitas fisik untuk menjaga kebugaran.

Ia berharap semakin banyak perempuan yang berani mencoba dan mengenal olahraga tersebut.

“Jangan ragu untuk bergabung latihan Muaythai. Selain olahraga bela diri, ini juga bisa menjadi latihan kebugaran,” pesannya.

Perjalanan Isna menunjukkan bahwa prestasi membutuhkan konsistensi dan kemauan untuk terus berkembang. Medali perunggu PORPROV XVII menjadi pencapaian penting sekaligus langkah awal untuk mengejar target yang lebih tinggi.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *