By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Sampah Kota Bisa Jadi Listrik, tetapi Mengapa Kebiasaan Warga Tetap Menentukan?
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • World
  • Economy
  • Business
  • Industry
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
EnvironmentJateng

Sampah Kota Bisa Jadi Listrik, tetapi Mengapa Kebiasaan Warga Tetap Menentukan?

Paskah Hariyani
Last updated: 12 Oktober 2026 13:06 13:06
By Paskah Hariyani
8 Min Read
Share
Ilustrasi fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik dengan bangunan industri dan cerobong di kawasan hijau.
Ilustrasi fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik sebagai salah satu upaya mengurangi volume sampah dan mendukung pemanfaatan energi alternatif.
SHARE

OpiniJateng.com-Tumpukan sampah di perkotaan bukan sekadar persoalan pemandangan yang mengganggu. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah dapat memicu pencemaran lingkungan, menimbulkan bau tidak sedap, menyumbat saluran air, hingga meningkatkan risiko gangguan kesehatan masyarakat.

Contents
Perpres 109/2025 Membuka Peluang Baru Pengelolaan SampahMengapa Sampah dari Rumah Tangga Tetap Harus Dikelola?Mengubah Sampah Menjadi Energi Harus Tetap Memperhatikan LingkunganPemerintah Daerah Memegang Peran PentingLima Kebiasaan Sederhana untuk Mengurangi Beban Sampah KotaMengukur Keberhasilan dari Sampah yang Berkurang

Di tengah persoalan tersebut, pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan Melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

Kebijakan ini membuka jalan bagi pengembangan fasilitas pengolah sampah menjadi energi listrik atau PSEL. Melalui teknologi tersebut, sampah yang selama ini menjadi beban lingkungan diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi.

Namun, ada satu hal yang tidak kalah penting untuk diperhatikan. Kehadiran fasilitas pengolahan modern tidak otomatis membuat persoalan sampah selesai. Keberhasilannya juga bergantung pada cara masyarakat menghasilkan, memilah, dan membuang sampah setiap hari.

Perpres 109/2025 Membuka Peluang Baru Pengelolaan Sampah

Perpres Nomor 109 Tahun 2025 menjadi salah satu langkah pemerintah untuk mempercepat penanganan sampah perkotaan melalui teknologi ramah lingkungan.

Dalam kebijakan tersebut, pemerintah memperluas peluang pembangunan fasilitas pengolah sampah menjadi energi listrik bagi daerah yang memenuhi persyaratan. Pemerintah daerah juga memiliki tanggung jawab menyiapkan lahan serta menjamin pasokan dan pengangkutan sampah menuju fasilitas pengolahan.

Skema ini dirancang untuk membantu wilayah perkotaan yang menghadapi timbulan sampah besar, keterbatasan lahan, dan tempat pemrosesan akhir yang semakin penuh.

Meski demikian, penerapan teknologi tersebut membutuhkan perencanaan matang. Ketersediaan sampah, kesiapan infrastruktur, pembiayaan, pengawasan lingkungan, dan kemampuan pengelolaan fasilitas harus berjalan beriringan.

Artinya, kebijakan ini bukan hanya tentang membangun instalasi pengolahan, melainkan juga membentuk sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Mengapa Sampah dari Rumah Tangga Tetap Harus Dikelola?

Sebelum sampai ke tempat pemrosesan akhir atau fasilitas pengolahan energi, sampah berasal dari berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari memasak, berbelanja, bekerja, hingga menjalankan kegiatan usaha.

Sayangnya, sampah sering kali dicampur dalam satu wadah tanpa mempertimbangkan jenis dan karakteristiknya. Sampah organik, plastik, kertas, serta material lain akhirnya menumpuk bersama dan menyulitkan proses pengolahan.

Kebiasaan sederhana seperti memisahkan sampah organik dan anorganik dapat membantu memperbaiki proses pengelolaan sejak awal.

Sampah sisa makanan dan bahan organik tertentu dapat diarahkan ke pengomposan atau metode pengolahan biologis yang sesuai. Sementara itu, material yang masih memiliki nilai guna dapat dipilah untuk digunakan kembali atau disalurkan melalui bank sampah dan sistem daur ulang.

Sampah residu yang tidak dapat dimanfaatkan melalui jalur tersebut perlu ditangani sesuai karakteristik dan fasilitas yang tersedia.

Pemilahan bukan berarti seluruh sampah rumah tangga harus diolah sendiri. Langkah ini membantu mengurangi beban sistem persampahan sekaligus meningkatkan peluang pemanfaatan material yang masih bernilai.

Mengubah Sampah Menjadi Energi Harus Tetap Memperhatikan Lingkungan

Teknologi pengolahan sampah menjadi energi menawarkan peluang untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir sekaligus menghasilkan energi.

Namun, istilah energi terbarukan tidak berarti setiap proses pengolahan sampah bebas dari dampak lingkungan.

Fasilitas PSEL tetap memerlukan standar teknis, pengendalian emisi, pengelolaan residu, pemantauan kualitas lingkungan, dan pengawasan yang transparan. Karakteristik sampah yang masuk juga perlu diperhatikan agar proses pengolahan berjalan sesuai rancangan teknologi.

Pemerintah dan pengelola fasilitas perlu memastikan bahwa manfaat pengurangan sampah tidak dibayar dengan munculnya persoalan pencemaran baru.

Masyarakat di sekitar fasilitas juga berhak mendapatkan informasi yang jelas mengenai proses operasional, pengawasan lingkungan, serta mekanisme penyampaian keluhan.

Dengan begitu, teknologi pengolahan sampah tidak sekadar menjadi proyek infrastruktur, tetapi benar-benar menjadi bagian dari solusi lingkungan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pemerintah Daerah Memegang Peran Penting

Keberhasilan pengelolaan sampah tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah pusat. Pemerintah daerah memiliki peran penting karena berhadapan langsung dengan persoalan persampahan di wilayahnya.

Mulai dari pengangkutan, pengelolaan tempat penampungan sementara, pengembangan bank sampah, edukasi masyarakat, hingga penyediaan infrastruktur pendukung, semuanya membutuhkan perencanaan yang berkelanjutan.

Koordinasi antardaerah juga dapat diperlukan ketika volume sampah dari satu wilayah belum mencukupi kebutuhan fasilitas pengolahan bersama.

Di sisi lain, pemerintah daerah perlu memastikan bahwa pelayanan persampahan berjalan konsisten. Fasilitas pengolahan berteknologi tinggi akan sulit memberikan hasil maksimal apabila sistem pengumpulan sampah di tingkat lingkungan masih bermasalah.

Karena itu, pembangunan infrastruktur perlu diikuti perbaikan layanan dasar dan keterlibatan masyarakat.

Lima Kebiasaan Sederhana untuk Mengurangi Beban Sampah Kota

Masyarakat tidak harus menunggu fasilitas pengolahan baru untuk mulai mengurangi sampah. Ada beberapa kebiasaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Mengurangi barang sekali pakai

Membawa tas belanja sendiri, menggunakan botol minum isi ulang, dan memilih produk dengan kemasan lebih sedikit dapat membantu menekan timbulan sampah.

2. Memisahkan sampah sejak dari rumah

Sediakan wadah berbeda untuk sampah organik, material yang dapat didaur ulang, dan residu sesuai sistem pengelolaan di lingkungan setempat.

3. Mengolah sampah organik yang memungkinkan

Sisa sayuran, daun kering, dan bahan organik yang sesuai dapat dimanfaatkan menjadi kompos dengan metode yang tepat.

4. Memanfaatkan bank sampah

Kertas, botol plastik, kardus, dan material lain yang diterima bank sampah dapat disalurkan agar memiliki peluang digunakan kembali atau didaur ulang.

5. Tidak membuang sampah sembarangan

Membuang sampah sesuai tempat dan jadwal pengangkutan membantu menjaga kebersihan lingkungan serta mencegah sampah masuk ke selokan dan sungai.

Kebiasaan tersebut mungkin terlihat kecil jika dilakukan satu orang. Namun, dampaknya dapat menjadi berarti ketika diterapkan bersama-sama oleh warga, pelaku usaha, sekolah, perkantoran, dan pemerintah.

Mengukur Keberhasilan dari Sampah yang Berkurang

Perpres Nomor 109 Tahun 2025 memberikan landasan bagi pengembangan teknologi pengolahan sampah menjadi energi terbarukan. Tantangan berikutnya adalah memastikan kebijakan tersebut menghasilkan perbaikan nyata di lapangan.

Keberhasilan tidak cukup diukur dari jumlah fasilitas yang dibangun atau kapasitas listrik yang dihasilkan. Pemerintah juga perlu memperhatikan pengurangan sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir, peningkatan pemilahan, efektivitas pengangkutan, kualitas lingkungan, serta transparansi pengelolaan.

Di tingkat masyarakat, perubahan dapat terlihat dari berkurangnya sampah yang tercampur, meningkatnya pemanfaatan kembali material, dan semakin tertibnya kebiasaan membuang sampah.

Pada akhirnya, teknologi dan perubahan perilaku bukan dua pilihan yang harus dipertentangkan. Keduanya justru perlu saling melengkapi.

Sampah memang berpotensi menjadi sumber energi. Namun, langkah paling mendasar tetap dimulai dari upaya mencegah sampah berlebihan, memanfaatkan kembali material yang masih berguna, dan memastikan sisa yang tidak dapat dimanfaatkan dikelola secara bertanggung jawab.

Dengan pendekatan tersebut, penanganan sampah perkotaan tidak hanya berorientasi pada pemindahan atau pengolahan tumpukan sampah, tetapi juga membangun lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

You Might Also Like

Perawat Harus Memiliki Payung Hukum Soal Khitan
Kambing Perah, Unggulan Program Rawa Cinde Farm Terbukti Buka Peluang Usaha
Ganjar Dukung Revitalisasi Keraton Jadi Pusat Kebudayaan
Fatah Syukur Lantik Badko LPQ Kabupaten Banjarnegara, Pengurus Badko ujung Tombak di Lapangan
Ayah Bilang Tidak, Ibu Bilang Boleh! Kebiasaan Orang Tua Ini Bisa Bikin Anak Bingung
TAGGED:energi terbarukanlingkungan hidupOpinijateng.compengelolaan sampahPerpres 109/2025sampah perkotaan
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Gajah Sumatra bertaring panjang berdiri di tengah hutan tropis yang rimbun. Hutan Bukit Tigapuluh Bukan Sekadar Rumah Satwa, Masa Depan Masyarakat Juga Dipertaruhkan
Next Article Tim pemasaran berdiskusi menganalisis data dan grafik bisnis menggunakan laptop dalam rapat strategi marketing. Jangan Asal Promosi! Ini Strategi Marketing yang Bisa Membantu Bisnis Lebih Dikenal Pelanggan
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Seseorang menganalisis data digital marketing melalui laptop dan tablet dengan tampilan grafik trafik, pengunjung, dan performa pemasaran.
Digital Marketing Bukan Sekadar Jualan Online, Ini Cara UMKM Kecil Menarik Pelanggan Tanpa Bakar Uang
Jateng Marketing
Ilustrasi desain logo dan identitas merek bisnis pada kemasan produk, kartu nama, gelas, tas, dan panduan branding
Promosi Sudah Ramai, tetapi Penjualan Masih Sepi? Ini Kesalahan Marketing yang Sering Diabaikan
Jateng Marketing
Content creator merekam video promosi produk skincare menggunakan smartphone, tripod, dan lampu tambahan.
Konten Media Sosial Ramai Belum Tentu Laris, Ini Strategi Marketing yang Perlu Dicoba Pelaku Usaha
Jateng Marketing
Tim pemasaran berdiskusi menganalisis data dan grafik bisnis menggunakan laptop dalam rapat strategi marketing.
Jangan Asal Promosi! Ini Strategi Marketing yang Bisa Membantu Bisnis Lebih Dikenal Pelanggan
Jateng Marketing

OTOINFO MEDIA GROUP

Satu jaringan media untuk berita otomotif, balap motor, informasi daerah, dan konten digital Indonesia.

Ikuti Media Sosial Kami

Instagram Otoinfo Instagram Info Media Instagram Kabaroto Instagram Opini Banjarnegara TikTok Otoinfo TikTok Opini Banjarnegara YouTube Otoinfo Facebook Otoinfo Facebook Opini Banjarnegara

Jaringan Website

OTOINFO.IDPortal otomotif dan balap KABAROTO.IDBerita otomotif OPINI JATENGInformasi dan opini daerah
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?