By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: ODGJ Tewas Gantung Diri di Desa Kedungbenda Nusawungu
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • World
  • Economy
  • Business
  • Industry
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Jateng

ODGJ Tewas Gantung Diri di Desa Kedungbenda Nusawungu

Sri Setiyowati
Last updated: 7 Januari 2022 14:12 14:12
By Sri Setiyowati
2 Min Read
Share
ODGJ
Seorang penderita ODGJ di Desa Kedungbenda, Nusawungu ditemukan tewas gantung diri.
SHARE

OPINIJATENG.COM- Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) ditemukan tewas gantung diri di pohon sukun di belakang rumahnya, Kamis 6 Januari 2022.

Warga yang berinisial Ks (55) merupakan penderita ODGJ. Laki-laki warga dusun Karanganyar RT 03/04 Desa Kedungbenda, Kecamatan Nusawungu, ditemukan warga telah meninggal dunia dengan kondisi gantung diri.

Penderes pohon kelapa bernama Ratno (35) yang sedang melaksanakan aktifitasnya menuturkan, korban pertama kali ditemukan sudah dalam keadaan leher terikat seutas tali dan tergantung di dahan pohon sukun, namun tubuhnya tergeletak ke tanah karena dahan pohon sukun yang menopangnya, patah.

BACA JUGA:Ustadz Adi Hidayat: Salat Tidak Membuat Kita Kaya, Begini Penjabarannya

“Begitu melihat korban, saya langsung berteriak minta tolong dan selang berapa lama, ibu Tusinah yang rumahnya berada di belakang rumah korban, datang dan juga Kades Karangbenda Bapak Tumiran yang kebetulan lewat dekat lokasi kejadian, selanjutnya kita bersama sama melihat kondisi korban,” jelas Ratno.

Kepala Desa Karangbenda Tumiran, selanjutnya segera menghubungi Aparat Kepolisian Polsek Nusawungu, Babinsa dan Puskesmas Nusawungu I dan selanjutnya melakukan pendataan atau keterangan dari para saksi, dan pemeriksaan lebih lanjut terhadap korban.

Kanit Reskrim Polsek setempat juga melakukan pemeriksaan di lokasi dan melakukan penyelidikan.

Setelah melakukan pemeriksaan, korban dinyatakan telah meninggal lebih dari 24 jam dan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan ditubuhnya.

BACA JUGA:Vaksinasi Booster Mulai 12 Januari 2022, Ini Syaratnya

“Saat ditemukan, posisi korban ditemukan sudah tergeletak di tanah, karena dahan untuk menggantung lehernya patah. Sesuai keterangan team medis dari Puskesmas Nusawungu I, korban meninggal sudah lebih dari 24 jam. Tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan dan menurut keterangan keluarga, saksi dan warga sekitar, korban sebelumnya mengalami gangguan jiwa,” terang Babinsa Sertu Miswanto.

ODGJ di desa Kedungbenda ditemukan tewas gantung diri di belakang rumahnya dan dinyatakan telah meninggal lebih dari 24 jam. (Sumber: Polsek Nusawungu Cilacap).

You Might Also Like

Bantu Pasien Bibir Sumbing, LSM GMBI Datangi RSI
Wartawan Diminta Tak Pernah Lelah Mengedukasi Masyarakat
Khataman Al-Qur’an 22 Kali Tandai Dies Natalis Unwahas
Pengukuhan Mukhsin Jamil Guru Besar Pertama dan Kaum Radikal Jihadis Mencemari Budaya Islam
Tol Semarang – Demak Tahap Uji Coba, Siap Beroperasi Saat Nataru 2022
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Prof Ahmad Rofiq Jadikan Harta sebagai Budakmu
Next Article Efektifkan Pencegahan Wabah, PMI Tingkatkan Kapasitas Pelibatan Masyarakat
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Penari tradisional mengenakan busana batik merah saat menampilkan tarian di tengah hutan pinus.
Budaya Lokal Kalah Viral? Saatnya Anak Muda Jawa Tengah Menguasai Algoritma dengan Cerita Sendiri
Gagasan Jateng
Foto ilustrasi seniman muda melukis mural berwarna-warni pada festival seni di ruang terbuka.
Anak Muda Tidak Kekurangan Ide, tetapi Apakah Kota Sudah Memberi Mereka Ruang?
Gagasan Jateng
Foto ilustrasi masyarakat berkumpul dan berdiskusi di pendopo tradisional Jawa dengan ornamen budaya dan alat musik.
Budaya Lokal Tak Cukup Dipentaskan, Anak Muda Perlu Ruang untuk Menghidupkannya
Gagasan Jateng
Foto ilustrasi seorang perempuan berbicara di hadapan peserta pertemuan formal di restoran.
Anak Muda Jangan Cuma Didengar, Saatnya Dilibatkan dalam Menentukan Masa Depan Kota
Gagasan Jateng
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?