17 April 2026 21:35

Hakikat Orang Mukmin Berada di Antara Dua Kebaikan

0
praying-g30c6ae10b_640

OPINIJATENG.COM  – Mengapa dikatakan orang mukmin berada di antara dua kebaikan?

Hal ini terkait dengan datangnya bulan Rajab. Bulan Rajab adalah bulan persiapan semua ibadah dan segala kebaikan.

Dalam bulan Rajab dengan doa yang sangat terkenal sebagai berikut:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ، وَبَلِّغنَا رَمَضَانَ

Allahumma barik lana fi rajaba wasya’bana waballighna ramadhana. 

Artinya:

Ya Allah berkahilah kami pada bulan Rajab Syaban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan.

Bulan Rajab adalah bulan yang penuh dengan keberkahan. Dengan memohon keberkahan mendorong kita mengisinya dengan ibadah. Berkah berarti bertambah dengan penuh kebaikan.

Doa tersebut meminta untuk dipertemukan dengan bulan Ramadhan. Bulan penuh amal ibadah.

BACA JUGAAkupuntur Alternatif Wajah jadi Glowing, Buktikan!

Terkait dengan Ramadhan kita harus sadar untuk bersiap-siap.  Kesiapan datangnya bulan Ramadhan terlihat dengan merencanakan mulai sekarang berbagai kegiatan yang bermanfaat dan membawa kebaikan bagi seluruh jamaah.

Melihat hal tersebut tenyata Allah maha murah. Dalam hadist mengatakan seorang hamba baru niat Allah sudah memberikan satu pahala secara sempurna.

Terlebih lagi apabila menjumpai bulan Ramadhan maka pahala dilipatgandakan menjadi sepuluh, tujuh ratus bahkan sampai berlipat-lipat tak bisa dihitung.

Hal tersebut tidak berlaku apabila kita merencanakan niat jelek. Niat jelak belum tercatat apabila belum terlaksana. Setelah terlaksana Allah masih memberi ampunan dengan membuka pintu taubat.

Seorang mukmin sangat beruntung karena berada di antara dua kebaikan. Pertama, kebaikan yang sudah dilakukan. Misal puasa Ramadhan tahun lalu kita sudah melaksanakan, sehingga kebaikan sudah didapat.

BACA JUGAPeringati HPN 2022, Ketua PWI Jateng Ingatkan Anarkisme Jurnalistik

Kedua, kebaikan yang masih menunggu. Artiya kebaikan yang akan kita lakukan adalah sebuah karunia yang sangat berharga. Menunggu akan melakukan kebaikan adalah waktu ampunan Allah hadir dengan segala rahmatnya.

Seandainya seseorang wafat sudah berada dalam dua kebaikan yaitu kebaikan yang sudah terjadi dan kebaikan yang belum terjadi. Betapa murahnya Allah dalam memberi kebaikan.

Dua kebaikan itu ada saat ampunan dosa terdengar karena saat itu doa – doa kita akan terkabul.

Marilah niatkan selalu untuk berbuat baik karena hakikatnya orang mukmin berada di antara dua kebaikan. (sumber: you tube H Sholihan)***

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *