By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 118
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Ruang Ekspresi

Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 118

Arifin
Last updated: 16 Februari 2022 16:35 16:35
By Arifin
4 Min Read
Share
SHARE

Sejak Minggu 24 Oktober 2021, OPINIJATENG.COM menyajikan novel “Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang” karya Wardjito Soeharso, novelis asal Kota Semarang, secara bersambung (serial). Semoga bermanfaat. (red)

Wardjito Soeharso

OPINI JATENG –

Lita diam sejenak.

Dipandanginya Iben.

Dielusnya pipi Iben yang tadi ditamparnya.

“Masih terasa sakit ya? Maafkan aku.”

“Aku terlalu keras menampar pipimu. Itu kulakukan karena aku marah dan kecewa melihat kamu minum dan mabuk.”

“Aku tidak ingin melihat hidupmu kacau begitu.”

BACA JUGA:Bisakah Takdir Berubah? Ini Penjelasannya

“Aku juga ikut merasa bersalah. Kamu minum dan mabuk karena marah padaku yang harus melayani ayahmu, suamiku. Aku tahu kamu marah. Kamu kecewa. Tapi, sementara ini aku belum bisa berbuat apa-apa. Aku masih harus mengalir mengikuti arus yang seharusnya.”

Mata Lita mulai basah. Iben masih diam.

“Ben, untuk semua kejadian yang melibatkan kita berdua, akulah yang salah. Aku tidak mampu menguasai perasaanku sendiri. Seharusnya semua ini tidak terjadi. Aku salah, Ben. Aku tidak mampu menghindar untuk tidak menyayangi kamu. Untuk tidak mencintai kamu.”

Air mata Lita mulai meleleh di kedua pipinya.

Iben menghapus air mata itu dengan jari-jarinya.

“Sudahlah, Ta. Bukankah waktu di Banjarbaru kita sudah sepakat, tidak ada rasa sesal di antara kita? Atau kamu sudah mulai berubah? Mulai menyesali dengan apa yang terjadi? Aku sadar aku pun ternyata tidak mampu menipu diriku sendiri.”

“Aku juga menyayangi kamu. Aku mencintaimu. Cinta itu anugerah, Ta. Cinta tak pernah salah. Yang salah adalah kita. Memberikan cinta pada orang yang salah.”

“Tapi, kita sudah sepakat, tak perlu menyesali kesalahan. Ya sudah. Kita semua salah. Aku salah. Kamu salah. Ayah juga salah. Mari kita jalani yang salah ini dengan kesadaran komitmen kita terhadap kesalahan,” Iben bicara seperti seorang filosof yang sedang mengajar tentang nilai-nilai kehidupan.”

Lita diam.

Mendengarkan omongan Iben.

Entah paham entah tidak.

“Ben, cium aku. Cium aku, Ben…” Lita berbisik lirih.

Tangannya meraih leher Iben.

BACA JUGA:Malaikat Mendoakan Orang yang Salat Subuh dan Ashar

Iben otomatis menundukkan kepalanya.

Diciumnya bibir Lita.

Lita seperti orang kehausan yang menerima uluran air untuk diminum.

Direguknya air itu sepuasnya.

Dilumatnya bibir Iben dengan ganas.

Bila beberapa malam ini, dia seperti kehilangan gairah saat tidur bersama Theo, begitu bersentuhan dengan Iben, gairahnya melonjak sampai ke ubun-ubun.

Lita berubah liar.

Gairah yang tertekan saat bersama Theo, jebol membanjir seperti memperoleh lubang pelepasan yang bebas tanpa hambatan.

Begitupun dengan Iben.

Beberapa hari jauh dari Lita juga membuat dirinya seperti senewen.

Dia ingin marah, tapi harus marah pada siapa?

Akhirnya, pelampiasannya pada begadang dan minum sampai mabuk.

Sampai kepalanya pusing.

Sampai otaknya tak mampu berpikir lagi.

BACA JUGA:Ini 5 Doa yang Wajib Diamalkan setelah Sholat Fardhu

Tak ayal, ketika ada kesempatan bertemu lagi dengan Lita, siang ini, Iben sama saja seperti Lita.

Gejolak magma panas dalam tubuh remajanya langsung membludak naik ke kepala.

Iben seperti gunung api aktif yang siap memuntahkan magma.

KOMENTAR : weesenha@gmail.com***

You Might Also Like

Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 132
Profil Pemeran Utama Suci dalam Cinta di SCTV, Shandy Aulia, Eza Gionino, Nasya Marcella, Ben Joshua
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 66
Lirik Lagu Tak Bisa Ke Lain Hati Hits 90’an Kla Project
7 Tips Belajar Puasa untuk Si Kecil, Kesayangan Ayah Bunda
TAGGED:Di Balik Bayang-bayang Kasih SayangnovelWardjito Soeharso
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Wartawan Peroleh Gambaran Soal Penyerapan Tenaga Kerja dan Pengelolaan Lingkungan dengan Kunjungi KIK
Next Article Prof Ahmad Rofiq MES dan Santripreneur Ekonomi Syariah
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Azzahra, Pramuka Garuda SMA Negeri 1 Banjarnegara: Sang Juara Eagle Scout Penegak Putri 2026,
Banjarnegara Jateng
Zulfikar Al Habsy, Sosok Pemuda Inspiratif Banjarnegara Lolos Paskibraka Provinsi Jawa Tengah
Pendidikan
Pramuka Garuda Penegak SMA Negeri 1 Banjarnegara Bersiap Diri dalam Lomba ESA Tingkat Provinsi Jawa Tengah
News
68 Peserta Resmi Ikuti Pradana Wiyata Permadani Banjarnegara Angkatan XIII
Banjarnegara
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?