By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: 7 Tips Belajar Puasa untuk Si Kecil, Kesayangan Ayah Bunda
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Ruang Ekspresi

7 Tips Belajar Puasa untuk Si Kecil, Kesayangan Ayah Bunda

admin opini
Last updated: 17 April 2022 12:10 12:10
By admin opini
4 Min Read
Share
7 Tips Belajar Puasa untuk Si Kecil, Kesayangan Ayah Bunda
SHARE

OPINIJATENG.COM – Bulan Ramadhan kali ini bias jadi berbeda karena si kecil kesayangan Ayah Bunda ingin mulai belajar berpuasa atau Ayah Bunda ingin membiasakan anaknya berpuasa.

Umur berapa sih sebenarnya anak Ayah Bunda diperbolehkan berpuasa ?

Meski belum diwajibkan berpuasa, tidak salah kita mengajarkan anak berpuasa sejak kecil agar lebih siap saat nanti telah wajib berpuasa.

BACA JUGA: 5 Tips Semangat Belajar saat Bulan Ramadhan

Berikut ini 7 tips belajar puasa untuk si kecil kesayangan Ayah Bunda, seperti dilansir dari akun Instagram Warisan Gajah Mada.

1. Mulai Puasa 4 Jam

Tak mudah mengajari anak kecil menjalani ibadah puasa selama satu hari penuh.

Yuk agar anak tidak kaget, Ayah Bunda ajari mereka berpuasa secara bertahap.

Hal ini bisa dilakukan dengan berpuasa selama 4 jam terlebih dahulu.

Bagi si kecil yang baru pertama belajar berpuasa, ukuran jam ini dapat dipakai untuk menentukan jam berbukanya, yaitu 4 jam setelah sahur.

Jika sudah terbiasa, waktu puasa bisa ditambah hingga 6 sampai 7 jam, baru kemudian puasa penuh hingga Maghrib.

2. Awali dari puasa makanan kegemaran si kecil

Cara mengajarkan anak berpuasa juga bisa dimulai dengan puasa makanan yang digemari si kecil.

Pastikan nutrisi anak tetap tercukupi. Saat sahur, pilih makanan yang mengenyangkan. Saat berbuka, pilih makanan yang mengandung gula.

Pastikan asupan protein, sayur, dan buah tetap terpenuhi dan anak tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan atau minuman tinggi gula.

BACA JUGA: 7 Tips agar Aktivitas Belajar Tetap Aktif ketika Menjalankan Ibadah Puasa

3. Ajarkan si kecil berkegiatan selama puasa

Perlahan ajari si kecil mengenai manfaat, makna da kebaikan bulan Ramadhan agar si kecil paham mengapa ia harus berpuasa.

Kenalkan juga si kecil mengenai berbagai kebiasaan selama bulan agar ia lebih tertarik untuk belajar berpuasa.

4. Siapkan Makanan Kesukaannya untuk berbuka dan sahur

Dalam menjalankan ibadah puasa, hal terpenting yaitu momen berbuka puasa. Oleh karena itu, siapkan makanan kesukaan mereka ke dalam menu buka puasa.

Tujuannya untuk menumbuhkan semangat anak-anak, supaya mereka semakin termotivasi untuk bisa menyelesaikan puasanya selama satu hari penuh.

5. Kegiatan Ngabuburit Bahagia

Ngabuburit merupakan salah satu kebiasaan yang dilakukan oleh orang-orang. Ngabuburit merupakan aktivitas yang dilakukan pada sore hari sebelum waktu buka puasa tiba.

Tujuannya selain untuk menantikan buka puasa juga berfungsi sebagai pengalih perhatian.

Dengan menjalani ngabuburit, anak-anak akan teralihkan perhatiannya dari makanan dan minuman sebelum berbuka.

Sebagai contoh, ajaklah mereka jalan-jalan, melakukan suatu permainan yang seru, atau membaca Al-Qur’an.

6. Pendampingan yang Baik bagi Si Kecil

Biasanya, anak selalu mencontoh kebiasaan orangtuanya. Berikan pendampingan berupa dukungan agar mampu menyelesaikan ibadahnya.

BACA JUGA: Aktif selama Ramadhan: Bekerja, Urusan Rumah Tangga, Ibadah, Nomor 3 Jangan Lupa

7. Hadiah pada Hari Lebaran

Tips terakhir yaitu dengan memberikan mereka penghargaan atas puasa yang telah dijalani selama satu bulan penuh.

Memberi hadiah yang menjadi kesukaan mereka seperti, mainan baru, baju baru, atau yang lainnya ini agar mereka lebih termotivasi untuk belajar berpuasa lagi

Semoga Ayah Bunda mampu melatih anak berpuasa sejak dini karena merupakan kewajiban bagi setiap orang tua kepada anak-anak mereka.

Tidak perlu memaksa harus langsung bisa berpuasa, orangtua perlu sabar dalam bimbing anak berpuasa dan lakukan cara yang bertahap agar mereka menjadi terbiasa.

Ditulis oleh Idha Dwi Kusmawati, khalifah rumah tangga, penulis, peserta Kelas Artikel Listicle Ramadhan Bestie_belajar nulis cerita fiksi. Jika ingin belajar menulis fiksi dan bergabung kelas Bestie bisa menghubungi bit.ly/Sariagustia***

You Might Also Like

Semarang Fashion Trend 2022: Angkat Wastra Jawa dalam Panggung Mode
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 13
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 135
5 Varian Bakso Jumbo Menggugah Selera
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 55
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Prof Ahmad Rofiq: Ramadhan, Alquran, dan Fitrah Kemanusiaan
Next Article 7 Kegiatan yang Selalu Dirindukan saat Bulan Ramadan, Salah Satunya Ngabuburit
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Ilustrasi pemuda dan tokoh acara memegang bola sepak di atas panggung dengan pertunjukan seni tradisional dan lampu warna-warni.
Bukan Sekadar Panggung Hiburan, Anak Muda Butuh Ruang untuk Mengubah Ide Menjadi Peluang
Jateng Ruang Ekspresi
Ilustrasi penari jaran kepang mengenakan kostum tradisional merah dan emas sambil menari dengan properti kuda kepang di panggung festival.
Festival Budaya Jangan Cuma Ramai Pengunjung, Seniman dan UMKM Juga Harus Diuntungkan
Jateng Ruang Ekspresi
Ilustrasi penari tradisional mengenakan hiasan kepala berwarna emas dan membawa selendang kuning dalam pertunjukan budaya.
Budaya Lokal Bukan Sekadar Tradisi, Ini Peluang Besar bagi Ekonomi Kreatif dan Generasi Muda
Culture Jateng
Ilustrasi parade Cap Go Meh dengan peserta berbaju merah mengarak hiasan ritual di bawah deretan lampion merah.
Cap Go Meh Bukan Sekadar Festival Lampion, Ada Jejak Akulturasi Budaya yang Hidup di Indonesia
Culture Jateng
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?