By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Madu Lokal Go Internasional Berkat Lapak Ganjar
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • World
  • Economy
  • Business
  • Industry
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Jateng

Madu Lokal Go Internasional Berkat Lapak Ganjar

Arifin
Last updated: 14 Maret 2022 17:19 17:19
By Arifin
3 Min Read
Share
SHARE

OPINIJATENG.COM – Siapa sangka, madu produksi lokal bisa go internasional?

Begitulah yang dialami Wijaya Madu Borobudur yang diproduksi secara rumahan itu mampu terbang ke mancanegara berkat Lapak Ganjar.

Lapak Ganjar sendiri merupakan ruang promosi online bagi UMKM, yang diinisiasi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

BACA JUGA: Sya’ban Bulan Investasi Pahala

Lapak Ganjar hadir secara tematik setiap sepekan sekali. Pelaku UMKM yang terpilih akan ditampilkan di instastory Gubernur langsung.

Aklis Nurdiansyah, pemilik usaha Wijaya Madu Borobudur mengatakan bahwa ia mulai merintis usahanya itu sejak tahun 2019 lalu.

Bertepatan pandemi, madu banyak diminati masyarakat.

Namun saat itu, permintaan hanya datang dari sekitaran Borobudur, Kabupaten Magelang.

BACA JUGA: Sukses Ibu Rumah Tangga, Mulai dari Pengusaha Brownies hingga Penulis

Selama ini, ia mempromosikan produknya melalui akun media sosial pribadinya. Baik facebook, instagram, dan watshapp.

Lalu, ia berinisiatif untuk mengikutkan Lapak Ganjar.

Alhasil, produknya lebih luas dikenal, bahkan sampai ke luar negeri. Seperti Swiss dan Belanda.

“Produk madunya itu semakin dikenal di berbagai daerah di luar Jawa. Seperti Sumatra, Kalimantan, Papua dan Batam. Bahkan ada salah seorang pengusaha di Magelang yang membawa produk madunya untuk dijual di Swiss dan Belanda,” ujarnya saat ditemui di rumahnya Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, beberapa waktu.

BACA JUGA: Berawal dari Kelas Indscript Akhirnya jadi Ketagihan Menulis

Aklis bahkan sempat kuwalahan untuk memenuhi banyaknya permintaan.

Ia harus membagi stok madunya di antara daerah-daerah konsumennya.

Mulanya, ia hanya bisa menjual 10 botol per hari, dan saat ini bisa menjual 40 botol per harinya.

“Pernah kita stop karena stok terbatas dan permintaan banyak. Akhirnya kita harus bagi untuk daerah-daerah pembeli,” tuturnya.

BACA JUGA: Berawal dari Kelas Indscript Akhirnya jadi Ketagihan Menulis

Hingga saat ini, Aklis terus mengembangkan usaha madunya baik secara kuantitas maupun kualitas.

“Usaha ini melibatkan dua orang teman saya. Yakni pemburu lebah dan petani lebah. Untuk mendapatkan madu yang berkualitas, lebah ini kita taruh di atas Bukit Menoreh yang masih bisa menyerap sari-sari bunga alami,” terangnya.

Dari pengalamannya itu, Lapak Ganjar sangat membantu UMKM untuk maju.

Bukan hanya di Jawa Tengah, melainkan seluruh UMKM di Indonesia.

BACA JUGA: Djoko Setijowarno: Pentingnya Manifest Muatan Barang

“Di tengah kesibukannya, Pak Ganjar masih peduli kepada UMKM kecil,” tandasnya.

Sumber: Humas Pemprov Jateng***

You Might Also Like

Festival Budaya Jangan Cuma Ramai Pengunjung, Seniman dan UMKM Juga Harus Diuntungkan
Kompetisi Film Pendek Islami Berhadiah Rp 1 Miliar
Kabar Gembira! Bus Trans Banyumas Segera Beroperasi
Konferensi PWI Blora Diharapkan Mampu Memberikan Keputusan yang Maslahat
Puspo dan Wisnu Terpilih Sebagai Pengurus PARI Banjarnegara
TAGGED:Ganjar PranowoGo InternasionalinternasionalLapak Ganjarmadu
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Ganjar Dukung Revitalisasi Keraton Jadi Pusat Kebudayaan
Next Article Dok Pribadi Sritina Sritina: Aku Ingin Menjadi Manula yang Bermanfaat
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Penari tradisional mengenakan busana batik merah saat menampilkan tarian di tengah hutan pinus.
Budaya Lokal Kalah Viral? Saatnya Anak Muda Jawa Tengah Menguasai Algoritma dengan Cerita Sendiri
Gagasan Jateng
Foto ilustrasi seniman muda melukis mural berwarna-warni pada festival seni di ruang terbuka.
Anak Muda Tidak Kekurangan Ide, tetapi Apakah Kota Sudah Memberi Mereka Ruang?
Gagasan Jateng
Foto ilustrasi masyarakat berkumpul dan berdiskusi di pendopo tradisional Jawa dengan ornamen budaya dan alat musik.
Budaya Lokal Tak Cukup Dipentaskan, Anak Muda Perlu Ruang untuk Menghidupkannya
Gagasan Jateng
Foto ilustrasi seorang perempuan berbicara di hadapan peserta pertemuan formal di restoran.
Anak Muda Jangan Cuma Didengar, Saatnya Dilibatkan dalam Menentukan Masa Depan Kota
Gagasan Jateng
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?