By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Media Sosial Menjadi Kebutuhan untuk Berdakwah
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Jateng

Media Sosial Menjadi Kebutuhan untuk Berdakwah

Arifin
Last updated: 28 November 2021 08:38 08:38
By Arifin
4 Min Read
Share
Media Sosial
Media Sosial dimanfaatkan untuk berdakwah./MUI Jateng
SHARE

OPINIJATENG.COM- Rektor Universitas Dian Nuswantoro Semarang Prof Dr Edi Noersasongko mengingatkan pentingnya memasuki media sosial untuk modal berdakwah di era digital saat ini.

Menurutnya, berdakwah di media sosial perlu, karena rata-rata orang Indonesia menghabiskan waktu lebih dari tiga jam setiap hari untuk bermain media sosial.

Hal itu disampaikan Prof Edi dalam kegiatan Workshop Pemanfaatan Sosial Media untuk Dakwah di Kalangan Milenial yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Tengah di Hotel Grasia, Semarang, Jumat malam (26/11/2021).

BACA JUGA:Dokter Sung : Cara Mengontrol Kadar Gula dalam Darah Bagi Penderita Diabetes

“Mengapa perlu dakwah melalui soisal media? Karena rata-rata orang Indonesia menghabiskan waktu 3 jam 14 menit setiap hari. Penggunanya mencapai 170 juta, yang populer adalah Youtube,” kata Prof Edi.

Media sosial merupakan aplikasi yang digunakan sebagai bentuk komunikasi melalui internet. Bentuknya dapat bermacam-macam.

Namun, semua bentuknya itu pada intinya adalah sebagai alat untuk berkomunikasi. Media sosial digunakan oleh generasi milenial atau generasi yang lahir antara tahun 1980 hingga awal 2000.

BACA JUGA:Kepala Cabang Dinas Wilayah IX Provinsi Jawa Tengah: Dukung Heni Top 11 Anugerah ASN, Supaya Masuk 3 Top Terbaik

Lebih lanjut, Youtube adalah media. Jika dahulu, media diidentikkan dengan berita, pembaca dan iklan. Namun di era saat ini, media bertransformasi menjadi penyedia fasilitas saja, tanpa ada berita, pembaca atau iklan.

“Jadi, Youtube itu tidak punya wartawan, tidak punya berita, tapi hanya menyediakan fasilitas. Ia hanya mengajak masyarakat berbagi video, dan itu tidak bayar. Yang luar biasa, masyarakat itu dirangsang untuk mengirim video dan jika memenuhi target akan dikasih duit,” tambahnya.

Untuk berdakwah di media sosial, lanjutnya, butuh tim yang men-support. Tim dapat membantu mengarahkan, mendesain serta mengarahkan pada substansi. Namun,ia mengingatkan bahwa membuat konten jangan sampai melanggar hukum.

BACA JUGA:Soto Betawi, Masakan Khas Jakarta yang Cocok Disantap Saat Hujan

“Perlu pemahaman agar konten yang tidak melanggar hukum. Banyak contoh di media sosial yang menampilkan cara berdakwah dengan tidak santun, yang bicaranya kasar. Padahal semua sudah terenduk melalui jejak digital,” tambahnya.

Rambu-rambu

Selain Prof Edi, bertindak sebagai narasumber sesi malam adalah Ketua Komisi Infokom H Isdiyanto Isman. Menurut dia, dakwah melalui media sosial perlu rambu-rambu jurnalistik.

Para dai perlu mengetahui jurnalistik. Belajar jurnalistik penting bagi semua pihak. Jurnalistik bukan hanya milik wartawan, melainkan milik publik.

Ada hak publik atas jurnalistik. Dengan berpegang pada rambu-rambu jurnalistik, dakwah di media soaisl akan aman dan nyaman. Sekarang, dakwah melalui media sosial sebagai sebuah keniscayaan.

BACA JUGA:Nadiem Makarim: Tahun Depan Pergantian Kurikulum, Merdeka Belajar bagi Guru dan Murid

“Media sosial dengan teknologi digital dapat mengirim informasi sedemian cepat dengan penyebarann serentak dalam bentuk unggahan tulisan, video dan streaming. Hal ini merupakan kesempatan bagi para dai untuk menyuguhkan narasi-narasi religi yang positif sebagai penguatan keimanan dan peningkatan keluhuran akhlak,”tegas H Isdiyanto.

Wakil Ketua PWI Jateng ini menambahkan, fenomena negatif media sosial antara lain berupa informasi hoaks yang ditiupkan oleh para buzzer. Kemudian media sosial dijadikan ajang pertikaian.

Untuk mengconter hal itu, perlu digelar literasi berwawasan wasathiyah. Selain itu, juga perlu digelar pelatihan jurnalistik bagi kalangan milenial.

“Urgensi dakwah berbasis jurnalistik. Adapun ciri jurnalistik antara lain tidak bohong, fitnah, SARA, cabul, sadistis, beriktikad buruk, partisan, ujaran kebencian, berprasangka terhadap seseorang atas dasar SARA, tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, cacat jiwa atau cacat rohani,” katanya.

Selain itu, lanjut Isdiyanto, juga informasi harus berimbang, akurat, informasinya dapat dipertanggungjawabkan serta memberi kemaslahatan, mencerahkan-memberdayakan, bekerja dengan nurani.***

You Might Also Like

Romo Benny: Bijaklah dalam Bermedia, Seminar Pancasila di UKSW
Ibu Nyai Se-Indonesia Prihatin, Berkumpul untuk Bahas Dinamika Permasalahan di Pondok Pesantren
LPPOM-MUI Jateng dan Apresiasi Pelaku Usaha
Ashabul Kahfi PWI Jateng Gelar Khataman Al Quran, Sekda Jateng: Lanjutkan, Semoga Dikuti Semua PWI di Indonesia
Wujudkan World Class University, Unwahas Menyelenggarakan ISCoGI-5
TAGGED:Medis SosialMUI
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article STIE Tambara Wisuda 50 Sarjana, Wakapolres Sampaikan Orasi Kebangsaan
Next Article Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 34
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Azzahra, Pramuka Garuda SMA Negeri 1 Banjarnegara: Sang Juara Eagle Scout Penegak Putri 2026,
Banjarnegara Jateng
Zulfikar Al Habsy, Sosok Pemuda Inspiratif Banjarnegara Lolos Paskibraka Provinsi Jawa Tengah
Pendidikan
Pramuka Garuda Penegak SMA Negeri 1 Banjarnegara Bersiap Diri dalam Lomba ESA Tingkat Provinsi Jawa Tengah
News
68 Peserta Resmi Ikuti Pradana Wiyata Permadani Banjarnegara Angkatan XIII
Banjarnegara
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?