By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Prof Ahmad Rofiq: Shalat Arbain dan Keutamaannya di Madinah
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Gagasan

Prof Ahmad Rofiq: Shalat Arbain dan Keutamaannya di Madinah

Arifin
Last updated: 20 Juni 2022 21:01 21:01
By Arifin
5 Min Read
Share
Prof Ahmad Rofiq menunggu Shalat Arba'in di Masjid Nabawi Madinah.
SHARE

OPINIJATENG.COM – Alhamdulillah wa syukru liLlah, segala puji dan syukur hanya milik Allah.

Atas karunia dan inayah-Nya, saya mendapat kesempatan untuk membersamai jamaah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Asshodiqiyah pimpinan Romo KH Shodiq Hamzah.

Sedianya haji tahun ini dilaksanakan dua tahun yang lalu, namun karena pandemi Covid-19, baru terlaksana tahun ini.

Itupun dengan penurunan kuota yang hanya separo, dan implikasi berikutnya adalah menurunnya jamaah KBIH yang semula satu kloter lebih, menyusut menjadi separoh lebih sedikit, 200 jamaah.

BACA JUGA:Minyak Goreng, BBM dan Inflasi

Jamaah Asshodiqiyah yang tergabung dalam Kloter 16 SOC, bersama dengan KBIH Nahdlatul Ulama (NU) Kota Semarang, dan tambahan dari KBIH lain, berangkat dari Semarang, 14 Juni 2022 dan terbang dari Bandara Internasional Adisoemarmo Solo, 15 Juni 2022 pukul 06.15 WIB.

Transit di Bandara Polonia Medan untuk mengisi bahan bakar dan info dari senior crew pesawat menunggu landing permit dari bandara otoritas Bandara Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz Medinah.

Meskipun demikian, alhamdulillah perjalanan lancar, hanya sedikit cuaca yang agak kurang mulus menjelang landing di Madinah.

BACA JUGA:Pelatihan Penulisan Pariwisata di Desa Wisata Kandri Semarang, Terobosan agar UMKM Bisa Membranding Produk

Jamaah ditempatkan di Holiday Villa Madinah yang lumayan di pojok kiri depan melalui pintu 326, meskipun masuk dalam wilayah Markaziyah.

Mereka merasa senang dan bersemangat segera ke Masjid Nabawy dan memulai arba’in (40 waktu) diawali dari waktu Maghrib.

Kegiatan ibadah utama jamaah adalah mengerjakan shalat Arbain.

Yakni, shalat berjamaah di Masjid Nabawi bersama imam rawatib (shalat maktubat) sebanyak 40 waktu yang dilaksanakan berturut-turut tanpa ketinggalan satu shalat pun.

Berarti rata-rata dilaksanakan dalam waktu 8 hari.

BACA JUGA:Kenaikan Harga Bahan Bakar di Sydney, Australia

Shalat di Masjid Nabawi sendiri, menurut Riwayat dari Sa’d bin Abi Waqqash, mendengar Rasulullah saw bersabda: “Shalat di Masjidku (Nabawy) ini lebih baik dari 1.000 x shalat di masjid lainnya, kecuali di Masjidil Haram” (Riwayat Ahmad). Dalam Riwayat dari Jabir ra, Rasulullah SAW bersabda: “Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama dari 1.000 kali shalat di masjid selainnya, kecuali Masjidil Haram. Dan shalat di Masjidil Haram, lebih utama 100 ribu kali lipat pahalanya dari shalat di masjid lain.” (Riwayat Ahmad, 14168).

Dasar pelaksanaan shalat arbain adalah Riwayat Ahmad: “Barangsiapa yang shalat di Masjidku (Nabawi) empat puluh kali shalat, tidak tertinggal satu shalatpun maka baginya dibebaskan dari api neraka dan selamat dari adzab, dan terbebas dari kemunafikan”(Riwayat Ahmad dan Ath-Thabrani).

Secara umum, jamaah tentu sudah memahami dengan baik bagaimana pelaksanaan shalatr arbain di lapangan. Bahkan ketika jamaah menerima ajakan paket ziarah ke Masjids Quba, Masjid Qiblatain, Masjid Khandzaq, mereka selalu menanyakan, akan mengganggu shalat arbain atau tidak? Demikian juga Ketika mereka diajak ziarah ke ardlu l-baidla’ (medan magnit) dan percetaan Alquran Kerajaan Arab Saudi di Madinah.

BACA JUGA:Musim Hujan Tiba, Warga Puri Bintaro Tangerang Selatan Waspada Banjir

Pelajaran penting yang dapat diambil dari pelaksanaan shalat arbain adalah melatih untuk berjamaah dengan imam maktubat.

Lebih dari itu, intensitas shalat berjamaah selama 8 hari di Madinah, tentu harus dimaksimalkan, mengingat balasan 1.000x kali pahalanya dibanding dengan shalat di masjid lain.

Sementara shalat di Masjidil Haram Mekah, pahala dilipatgandakan 100.000x dibanding shalat di masjid lain.

Selagi kita berada di tempat Rasulullah saw, maka sebaiknya kita manfaatkan semaksimal mungkin untuk menyempurnakan shalat Arbain, melaksanakan shalat sunnah, tadarus Alquran, dan beriktikaf, termasuk ke Raudhah.

Ada perubahan manajemen untuk bisa berziarah ke Raudhah, bahkan disiapkan petugas haji Indonesia di kawasan screening menjelang masuk ke Raudhah, melalui Bab An-Nisa’ yang terletak di sebelah Bab Jibril.

Selamat menjalankan Shalat Arbain, semoga seluruh Jamaah dimudahkan dalam menjalakan shalat secara khusyu’ dan istiqamah, hingga dapat dipelihara kesinambungannya hinga di Tanah Air nanti pasca pelaksanaan haji. Insyaa Allah.   

Prof. Dr. H. Ahmad Rofiq, MA, Guru Besar dan Direktur Pascasarjana UIN Walisongo Semarang, dan Koordinator Wilayah Indonesia Tengah MES Pusat, Ketua DPS Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang, Ketua II YPKPI Masjid Raya Baiturrahman Semarang, Karom I Jamaah Haji Kloter 16 SOC, 1443 H – 2022 M.***

You Might Also Like

Menanti Kepedulian Industri Pengolahan Menengah Besar
Benarkah Anak Cerdas Membuat Rumah Berantakan? Inilah 9 Tips Bereskan Mainan Si Kecil Ala KBRT
Mendoan Banyumas, Warisan Budaya Takbenda Indonesia
Berbekal Paket C, Sevi Berhasil menjadi Guru Penuh Prestasi
Mitha Denni, Guru Pertama dan Utama untuk Anak
TAGGED:HajiIbadah UmrahKeutamaan shalat ArbainProf Ahmad Rofiqshalat Arbain
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Minyak Goreng, BBM dan Inflasi
Next Article Raudhah atau Taman Surga dan Aplikasi Eatrmarna, Prof Ahmad Rofiq: Manajemen Baru…
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Ritual tari Seblang Bakungan dengan penari mengenakan busana adat dan selendang kuning
Festival Budaya Jangan Cuma Jadi Tontonan, Saatnya Tradisi Lokal Menghidupi Ekonomi Warga
Culture Jateng
Ayah dan anak bermain mainan warna-warni bersama di ruang keluarga dengan suasana ceria.
Anak Selalu Ditolong Orang Tua? Kebiasaan Ini Bisa Membuat Kemandirian Anak Sulit Berkembang
Jateng Pendidikan
Ayah dan ibu mendampingi anak balita bermain warna dan menggambar bersama di meja rumah.
Bukan Cuma Nilai Raport, 5 Kebiasaan Orang Tua Ini Bisa Jadi Bekal Anak Menuju Masa Depan
Jateng Pendidikan
Kentang goreng berwarna keemasan dengan taburan garam dan rempah, disajikan bersama saus tomat.
Resep Kentang Goreng Krispi Tanpa Tepung, Rahasia Camilan Renyah untuk Temani Waktu Santai
Jateng News
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?