17 April 2026 18:48

Belajar Mencintai Rasulullah Saw dari Guru Sekumpul, Prof Ahmad Rofiq: Tak Terkontaminasi Kepentingan Politik

0
Prof Ahmad Rofiq di

Di tengah persiapan Kafilah MTQN XXIX Jawa Tengah yang ditempatkan di BB, para pembina dan pelatih, alhamdulillah, Prof Ahmad Rofiq berkesempatan berziarah ke Mushala Ar-Raudhah Banjar

OPINIJATENG.COM – Guru Sekumpul merupakan sosok ‘Ulama yang ‘Alim al-‘Allamah.

Nama aslinya, Kyai Haji Muhammad Zaini Abdul Ghani, yang merupakan keturunan ke-8 dari ulama besar Banjar, Maulana Syekh Muhammad Arsyad bin Abdullah Al Banjari.

Guru Sekumpul dilahirkan pada malam Rabu 11 Februari 1942 M/27 Muharam 1361 H, di Desa Tunggul Irang, Martapura, Kabupaten Banjar dari pasangan suami-istri Abdul Ghani bin Abdul Manaf bin Muhammad Seman dengan Hj Masliah binti H Mulia bin Muhyiddin.

Beliau wafat 10 Agustus 2005 M/5 Rajab 1426 H, pada usia 63 tahun.

BACA JUGA:Museum Jenang-Gusjigang Kudus Sabet Rekor Dunia

Guru Sekumpul merupakan keturunan ke-8 dari ulama besar Banjar, Maulana Syekh Muhammad Arsyad bin Abdullah Al Banjari.

Silsilah keluarganya adalah: Muhammad Zaini bin Abdul Ghani bin Abdul Manaf bin Muhammad Seman bin Muhammad Sa’ad bin Abdullah bin Mufti Muhammad Khalid bin al-Alim al-Allamah al-Khalifah Hasanuddin bin Syaikh Muhammad Arsyad bin Abdullah al-Banjari.

Di tengah persiapan Kafilah MTQN XXIX Jawa Tengah yang ditempatkan di BB, para pembina dan pelatih, alhamdulillah, berkesempatan berziarah ke Mushala Ar-Raudhah.

Dampak pandemi yang belum pulih, para peziarah belum bisa masuk di Kubah Guru Sekumpul.

Ziarah dilaksanakan setelah mengikuti shalat ashar berjamaah, di mushala Ar-Raudhah tersebut, dengan membaca tahlil dan doa yang dipimpin oleh KH Ulil Abshar Al-Hafidh, Imam Masjid Agung Jawa Tengah.

BACA JUGA:Mudah! Daftar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Bagi Pekerja Mandiri, Cukup Hubungi Agen Perisai BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek

Ketokohan dan kewalian Guru Sekumpul ini sudah sangat terkenal, khususnya bagi warga Banjarmasin.

Karena ada banyak hal yang bisa disimak dari berbagai pengajian yang diunggah melalui YouTube.

Pertama, dengan lantunan bacaan Maulid Simtuddurar, suara yang merdu, lagu yang sangat enak dinikmati, beliau baca sendiri secara langsung, kalaupun ada santri yang diberi kesempatan membacanya, hanya bagian sedikit saja.

Kedua, suasana khusyuk dan khidmat, sangat terasa dinikmati oleh ribuan jamaah yang hadir menikmati lantunan bacaan beliau.

Ketiga, pada setiap acara Haul Guru Sekumpul yang digelar pada 5 Rajab, dipusatkan di Mushala Ar-Raudhah, bisa diikuti jutaan orang.

Keempat, Guru Sekumpul berpesan kepada para keluarga dan santri-santri beliau, untuk tidak mengundang siapapun, termasuk pejabat tinggi negeri ini.

Karena menurut Prof Abd Hafizh Anshari, teman kuliah yang sekarang sebagai Rektor Institut Agama Islam Darussalam, yang mengantar penulis ziarah ke Mushala Ar-Raudhah, Guru Sekumpul menjaga jangan sampai pengajian dan pesantren beliau, terkotaminasi oleh kepentingan politik 10 Oktober 2022.

Kelima, Guru Sekumpul berpesan, jangan pernah membeda-bedakan perlakuan kepada sesama, meskipun kepada pejabat sekalipun.

BACA JUGA:Wapres Ma’ruf Amin: Jadikan Masjid sebagai Pusat Pembinaan Masyarakat, bukan Sekadar untuk Shalat

Karena itu, setinggi apapun jabatan seseorang, maka tidak akan mendapatkan privilege tertentu, ketika ingin mengikuti acara pengajian dan haul beliau.

Keenam, ini yang tidak mudah difahami secara nalar biasa, pada saat Haul Guru Sekumpul diselenggarakan, maka warga sekitar sudah terbiasa menggratiskan makanan, minuman, dan bahkan bahan bakar untuk kendaraan pun, digratiskan.

Ketika mereka ditanya, mereka pun dengan sangat senang hati menjawab, ini sebagai kecintaan kami kepada Guru Sekumpul, dan sekaligus sebagai keberkahan dan kemuliaan yang memancar dari sosok wali yang sangat tulus kepada masyarakat.   

Ada beberapa nasihat sangat bijak dari Guru Sekumpul yang tampaknya dalam ajaran Islam, hal yang biasa, namun karena beliau yang menyampaikan dengan hati yang jernih, maka bagi warga masyarakat, menjadi sesuatu yang sangat mendalam maknanya.

BACA JUGA:Viral di TikTok! Pasien Puskesmas Miroto Semarang Sakit Hati dengan Pelayanan Oknum Dokter

Yaitu: 1). Menghormati ulama dan orang tua; 2). Baik sangka terhadap muslimin; 3). Murah harta; 4). Manis muka; 5). Jangan menyakiti orang lain; 6). Mengampunkan kesalahan orang lain; 7). Jangan bermusuh-musuhan; 8). Jangan tamak atau serakah; 9). Berpegang kepada Allah, pada kabul segala hajat; dan 10). Yakin keselamatan itu pada kebenaran.

Sepuluh ajaran tersebut, tentu sudah disampaikan oleh Rasulullah saw.

Namun karena kecintaan Guru Sekumpul kepada Baginda Rasulullah saw, maka beliau dalam ber-Shalawat dan membaca Simtu d-Durar, dibaca dengan penuh kekhusyuan dan kekhidamatan, dan diikuti oleh ribuan orang yang merasa “haus akan nutrisi spiritual-sufistik” yang Guru Sekumpul kembangkan.

Karena itulah, keberkahan terus menerus dirasakan oleh warga masyarakat.

BACA JUGA:Prof Ahmad Rofiq: Melalui MTQN, Indonesia Bisa Cetak Generasi Millenial yang Seperti Ini

Apalagi komitmen Guru Sekumpul untuk mengawal dan menerapkan nilai-nilai keadilan dalam tindakan nyata, dan sudah menjadi kesadaran kolektif para pecinta (muhibbin) Guru Sekumpul.

Semoga saya dan seluruh teman-teman kafilah Jawa Tengah pada MTQN ke-XXIX di Kalimantan Selatan, yang digelar di Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, dan Kota Banjarmasin, dilimpai keberkahan oleh Allah ‘Azza wa Jalla, dengan wasilah Guru Sekumpul yang telah dikenal sebagai wali yang sangat kharismatik. Allah waliyyu t-taufiq ila sabili n-najah wa l-farahah. Amin.   
 
Prof Dr Ahmad Rofiq MA adalah Ketua PW Dewan Masjid Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Guru Besar Pascasarjana dan FSH UIN Walisongo Semarang, Direktur LPPOM-MUI Jawa Tengah, Ketua DPS Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang, Anggota DPS BPRS Bina Finansia, Koordinator Wilayah Indonesia Tengah MES Pusat, dan Anggota Dewan Penasehat IAEI Pusat, dan Ketua DPS BPRS Kedung Arto Semarang.***

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *