By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Bus Trans Koetaradja Berkomitmen Beri Pelayanan Prima meskipun Gratis
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • World
  • Economy
  • Business
  • Industry
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Gagasan

Bus Trans Koetaradja Berkomitmen Beri Pelayanan Prima meskipun Gratis

Dwi Widiyastuti
Last updated: 18 Juli 2023 14:25 14:25
By Dwi Widiyastuti
11 Min Read
Share
Bus Trans Koetaradja berkomitmen beri pelayanan prima meskipun gratis
SHARE

OPINIJATENG.COM – Bus Trans Koetaradja berkomiten memberi pelayanan prima meskipun gratis. Bus Trans Koetaradja beroperasi sebagai bentuk komitmen kepala daerah yang peduli terhadap angkutan umum yang dibutuhkan masyarakat.

Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Wakil Ketua Pemberdayaan dan Penguatan Wilayah MTI Pusat menjelaskan tentang layanan bus trans Koetaradja di wilayah Aceh ini untuk memberu gambaran pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

Aceh salah satu pemprov yang peduli dan mau menganggarkan APBD untuk mengoperasikan angkutan umum aglomerasi sejak tahun 2016. Bus Angkutan yang digunakan masyarakat ini masih memberikan gratis kepada para penumpangnya.

BACA JUGA: Konvensi Humas Indonesia, Membangun, Meneguhkan Kepercayaan dan Reputasi terhadap Bisnis serta Kehidupan Sosial

Dilansir Opinijateng.com dari Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Wakil Ketua Pemberdayaan dan Penguatan Wilayah MTI Pusat membenarkan kehadiran Bus Trans Koetaradja saat ini sangat diperlukan masyarakat Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar yang bermobilitas menggantungkan kehadiran angkutan umum.

Pemprov. Aceh merupakan salah satu pemda yang mendapatkan bantuan armada bus tahun 2016 oleh Direktorat Bina Sistem Transportasi Perkotaan, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan. Tidak banyak daerah yang mendapatkan bantuan bus, lantas hingga sekarang masih melanjutkan operasional angkutan umum.

Pasca Tsunami 26 Desember 2004, Kota Banda Aceh tidak memiliki moda transportasi bus sebagai angkutan massal pekotaan untuk melayani penumpang. Sementara penyelenggaraan angkutan massal haruslah terhubung dengan pusat aktivtas masyarakat, sehingga dapat memindahkan pengguna kendaraan pribadi ke angkutan umum. Kota Banda Aceh sebagai ibukota Pemerintah Provinsi Aceh harus sudah mempersiapkan angkutan massal perkotaan untuk mendukung pengembangan kota.

Bus Trans Koetaradja melayani dua wilayah adminsitrasi, yakni Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar. Menurut Badan Pusat Statisik (2022), luas wilayah Kota Banda Aceh 61,36 km2 dengan penduduk 257.637 jiwa. Sedangkan Kab. Aceh Besar memiliki luas wilayah 2.903,5 km2 dengan jumlah penduduk 414.490 jiwa.

Sejarah Bus Trans Koetaradja

Berdasarkan informasi Dinas Perhubungan Provinsi Aceh (Mei 2023), tahun 2016 Direktorat Bina Sistem Transportasi Perkotaan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan memberikan dukungan berupa penyediaan bus kepada Pemerintah Provinsi Aceh sebanyak 25 bus besar. Pada 2 Mei 2016 dilakukan peluncuran operasional perdana Bus Trans Koetaradja.

BACA JUGA: Kenalkan Pembelajaran Berdiferensiasi, 3 Guru Besar Unnes Lakukan Pengabdian di SD Bojongsalaman 02 Semarang

Tahun 2017, mendapat tambahan 5 bus medium. Tahun 2018 ditambah lagi 10 bus medium, sehingga total 40 armada bus bantuan dari Direktorat Bina Sistem Transportasi Perkotaan, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan.

Tahun 2018 pembentukan UPTD Angkutan Massal Trans Koetaradja sesuai Peraturan Gubernur Aceh Nomor 49 Tahun 2018. Tahun 2019. Tahun 2019, Pemerintah Provinsi Aceh melalui Dinas Perhubungan Provinsi Aceh menyediakan 12 unit bus medium dari APBD. Kemudian di tahun 2022 ditambah lagi 7 armada bus medium dengan APBD Aceh.

Djoko Setijowarno menjelaskan layanan yang dberikan bus trans Koetaradja menjadi beberapa pelayanan:

Pelayanan Umum

Bus Trans Koetaradja melayani 6 kordor utama dan 5 koridor pengumpan ( feeder) sejauh 159,87 km. Adapaun 6 koridor utama itu adalah (1) Koridor 1 sepanjang 12,10 km menghubungkan Pusat Kota – Darussalam mulai beroperasi 06.30 hingga 20.08 WIB dilayani 10 unit bus, berikutnya (2) Koridor 2A sepanjang 18,98 km menghubungkan pusat kota  dengan Blang Bintang (via Lambaro) mulai beroperasi 06.45 hingga 18.28 WIB dilayani 6 unit bus, (3) Koridor 2B (6,35 km) menghubungkan Pusat Kota – Ulee Lheue mulai jam 06.45 hingga 19.02 WIB dengan 3 unit bus, (4) Koridor 3A (9,17 km) menghubungkan Pusat Kota – Mata le (via Seutui) mulai jam 06.45 hingga 19.02 WIB dengan 3 unit bus, (5) Koridor 3B (13,98 km) menghubungkan Pusat Kota – Mata le (via Lampeuineurut) mulai jam 06.45 hingga 18.47 WIB dengan 3 unit bus, dan (6) Koridor 5 (19,59 km) menghubungkan Pusat Kota – Blang Bintang (via Ulee Kareng) mulai jam 06.45 hingga 18.42 WIB dengan 6 unit bus.

Sedangkan angkutan pengumpang ( feeder), yaitu (1) Koridor 1 sepanjang 5,5 km menghubungkan Seputran Kopelma mulai jam 06.30 hingga 17.05 WIB dilayani 2 unit bus; (2) Koridor 2 (11,7 km) menghubungkan Lampineung – Pango mulai jam 07.30 hingga 17.05 WIB dilayani 1 unit bus; (3) Koridor 5 (13,6 km) menghubungkan Sp. Rima – Ulee Lheue mulai jam 06.40 hingga 18.31 WIB dilayani 1 unit bus; (4) Koridor 6 (27,50 km) menghubungkan Simpang 3 PU – Lampu mulai jam 06.45 hingga 18.32 WIB dilayani 3 unit bus; dan (5) Koridor 7 (21,4 km) menghubungkan Pusat Kota – Lambaro (via Lhung Bata) mulai jam 06.30 hingga 17.40 WIB dilayani 2 unit bus.

Pengoperasian Bus Trans Koetaradja dilakukan oleh dua operator, yakni Perum Damri (3 koridor) dan PO Harapan Indah (3 koridor dan 5 feeder). Dikendalikan oleh 47 pengemudi dan 31 pramudi dengan 25 bus besar dan 34 bus medium. Untuk naik turun penumpang, saat ini sudah tersedia 94 halte permanen, 83 halte portable dan 8 halte shelter.

Fasilitas pendukung berupa command center (media pengawasan terhadap operasional Bus Trans Koetaradja di lapangan), CCTV (media untuk mengawasi operasional Bus Trans Koetaradja yang terhubung langsung di command centre yang ada di Gedung UPTD Bus Trans Koetaradja), NVR/ Network Video Recorder ( media penyimpang rekaman segala aktivitas yang ditangkap oleh kemera IP) dan digital sigage (berguna untuk membantu menyebarkan informasi terkait pelayanan Bus Trans Koetaradja dan transportasi lainnya).

BACA JUGA: Kehilangan STNK SPM Honda Supra X Nopol H-6552-UZ Atas Nama Suwarsono Warga Kp Tumpak RT 05 RW 08 Tembalang Semarang

Sementara fasilitas ramah disabilitas berupa pintu, kursi khusus atau prioritas, lift, gateway/ramp dan voice announcer yang tersedia di dalam bus. Fasilitas park and ride sudah terbangun di 4 lokasi. Dibangun untuk pengguna sepeda yang ingin melakukan perjalanan di dalam kota, kemudian memarkirkan kendaraannya di lokasi park and ride. Selanjut menggunakan Bus Trans Koetaradja menajutkan perjalanan dan kembali lagi ke lokasi parkir semula.

Dari sisi subsisi operasional sejak tahun 2016 sebesar Rp 1,7 miliar. Berturut-turut kemudian di tahun 2017 (Rp 5,4 miliar), tahun 2018 (Rp 7,6 miliar), tahun 2019 (Rp 11,4 miliar), tahun 2020 (Rp 13,2 miliar), tahun 2021 (Rp 12,9 miliar), tahun 2022 (Rp 15,1 miliar), dan tahun 2023 (Rp 9,5 miliar).

Produktivitas penumpang tertinggi tahun 2019 mencapai 5.695.526 penumpang. Selanjutnya mulai tahun 2016 (165.829 penumpang), tahun 2017 (1.021.867 penumpang), tahun 2018 (4.020.913 penumpang), tahun 2020 (1.728.782 penumpang), tahun 2021 (1.361.018 penumpang), tahun 2022 (2.130.951 penumpang) dan tahun 2023 sampai April (367.503 penumpang).

Layanan khusus

Selain layanan rutin dan terjadwal, juga tersedia layanan khusus Bus Trans Meudiwana. Kehadiran Bus Trans Meudiwana untuk mendukung pengembangan wisata di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, baik untuk wisata pantai, religi dan budaya. Pelucuran dilakukan pada Minggu (11 September 2022) di Gedung Museum Aceh. Layanan Bus Trans Koetaradja merupakan hasil kolaborasi Dinas Perhubungan Prov. Aceh dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov. Aceh. Beroperasi setiap hari Minggu dari pagi hingga sore. Tersedia dua rute, yakni Rute 1 (Masjid Raya Baiturrahman – Ulee Lheue) beroperasi jam 08.00 – 18.22 WIB, melintas Museum Aceh – Makam Sultan Iskandar Muda – Taman Putroe Phang – Museum Tsunami – Kerkhof – PLTD Kapal Apung – Masjid Raya Baiturrahman – Wisata Air Ulee Lheue – Blang Padang – Taman Bustanus Salatin – Rex Peunayong dilayani 2 unit bus.

Rute 2 (Masjid Raya Baiturrahman – Lampuuk) beropetasi jam 09.00 – 18.57 WIB, melintas Museum Aceh – Gunongan – Masjid Kupiah – Rumah Cut Nyak Dhien – Pasar Jajanan Lampisang – Gampong Nusa – Kerajinan Keudei Bieng – Pantai Lampuuk, dilayani 2 unit bus.

Adapula layanan khusus Bus Trans Campus. Peluncuran perdana dilakukan Minggu (18 Januari 2023) di Kopelma Darussalam melayani Kampus Universitas Syah Kuala dan Universitas Negeri Islam Ar Raniry. Panjang rute 5,5 km dengan waktu tempuh 35 menit dilayani 2 unit bus dengan waktu tunggu 20 menit ( on peak) dan 35 menit ( off peak). Waktu pelayanan jam 07.30 – 17.05 WIB.

BACA JUGA: Sertifikasi Tanah Pertanian, antara Untung dan Rugi

Hingga sekarang, warga yang menggunakan Bus Trans Koetaradja belum dikenakan biaya alias masih gratis sejak beroperasi (sudah berlangsung selama 7 tahun).  Ada rencana berbayar berdasarkan Qanun/Perda Aceh Nomor 2 Tahun 2019 tentang Retribusi Aceh dengan tarif untuk pelajar/mahasiswa Rp 2 ribu dan masyarakat umum Rp 5 ribu.

Ada sejumlah tantangan mengoperasikan Bus Trans Koetaradja, seperti (1) ketepatan waktu secara konsisten dan teukur, (2) koneksi antar koridor yang membutuhkan halte interchange, (3) penyiapan jalur khusus, (4) mendorong masyarakat untuk beralih ke angkutan umum dari kendaraan pribadi, (5) penerapan tarif pada pelayanan, (6) peningkatan layanan dari UPTD ke BLUD, (7) pelayanan yang dapat menjangkau seluruh area perkotaan dengan dukungan mikrotrans, (8) pelayanan yang mudah, cepat dan tepat melalui layanan moderen berbasis digital, dan (9) pengurangan emisi gas rumah kaca dengan beralih ke Bus Listrik.

Penambahan jumlah armada di setiap koridor perlu dilakukan untuk memperpendek headway di halte, sehingga penumpang tidak perlu lama menunggu. Andai sudah berbayar, sistem pembayaran sebaiknya non tunai. Kemudian sejumlah halte dapat dilengkapi informasi jadwal kedatangan bus  (Public Transportation Information System). Halte dapat dimanfaatkan untuk sumber pendapatan.

Demikian informasi tentang Bus Trans Koetaradja berkomitmen beri pelayanan prima meskipun gratis.***

You Might Also Like

Tenggelamkan Dunia sebelum Dunia Menenggelamkanmu
Kurniati: Doa dan Dukungan Orang Tua menjadi Kunci Kesuksesan
Leni Nurindah: Jangan Pernah Berhenti Bermimpi!
Disiplin Waktu Menjemput Rezeki dan Tawakal, Ahmad Rofiq: Ora Usah Ngoyo
Dari Warung Kopi ke Peluang Nyata, Mengapa Tongkrongan Anak Muda Tak Boleh Diremehkan?
TAGGED:AcehbuslayananTrans KoetaradjaTransportasi
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Konvensi Humas Indonesia, Membangun, Meneguhkan Kepercayaan dan Reputasi terhadap Bisnis serta Kehidupan Sosial
Next Article Yuk ke Semarang! Seru Eksplorasi Klenteng Sam Poo Kong, Kota Lama, dan Lawang Sewu
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Pelaku UMKM mengemas produk batik untuk pesanan pelanggan dengan bantuan toko online di laptop.
Promosi Ramai, Penjualan Sepi? Ini Strategi Marketing yang Perlu Diubah Pelaku UMKM
Jateng Marketing
Seseorang menganalisis data digital marketing melalui laptop dan tablet dengan tampilan grafik trafik, pengunjung, dan performa pemasaran.
Digital Marketing Bukan Sekadar Jualan Online, Ini Cara UMKM Kecil Menarik Pelanggan Tanpa Bakar Uang
Jateng Marketing
Ilustrasi desain logo dan identitas merek bisnis pada kemasan produk, kartu nama, gelas, tas, dan panduan branding
Promosi Sudah Ramai, tetapi Penjualan Masih Sepi? Ini Kesalahan Marketing yang Sering Diabaikan
Jateng Marketing
Content creator merekam video promosi produk skincare menggunakan smartphone, tripod, dan lampu tambahan.
Konten Media Sosial Ramai Belum Tentu Laris, Ini Strategi Marketing yang Perlu Dicoba Pelaku Usaha
Jateng Marketing

OTOINFO MEDIA GROUP

Satu jaringan media untuk berita otomotif, balap motor, informasi daerah, dan konten digital Indonesia.

Ikuti Media Sosial Kami

Instagram Otoinfo Instagram Info Media Instagram Kabaroto Instagram Opini Banjarnegara TikTok Otoinfo TikTok Opini Banjarnegara YouTube Otoinfo Facebook Otoinfo Facebook Opini Banjarnegara

Jaringan Website

OTOINFO.IDPortal otomotif dan balap KABAROTO.IDBerita otomotif OPINI JATENGInformasi dan opini daerah
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?