18 April 2026 18:35

Diginikan oleh Gubernur Ganjar Pranowo, Pelaksana Pengelola MAJT Semarang Langsung Siapkan 9 Program Unggulan

0
Prof Ahmad Rofiq __

Begitu dilantik oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Pendopo Kabupaten Brebes, Sabtu, 9 Agustus 2023, Pelaksana Pengelola MAJT Semarang ternyata sudah langsung menyiapkan 9 program unggulan.

OPINJATENG.COM – BREBES – Begitu dilantik oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Pendopo Kabupaten Brebes, Sabtu, 9 Agustus 2023, Pelaksana Pengelola MAJT Semarang ternyata sudah langsung menyiapkan 9 program unggulan.

Hal itu ditegaskan Ketua Bidang Pendidikan Pelaksana Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang masa khidmat 2023-2027, Prof Dr Ahmad Rofiq MA kepada redaksi opinijateng.com.

“Pengurus MAJT Semarang sebenarnya sudah mempersiapkan diri melaksanakan 9 program unggulan,” jelas Prof Ahmad Rofiq.

Sebagaimana diketahui, Dewan Penasehat, Dewan Pengawas, dan Pelaksana Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang masa khidmat 2023-2027 dikukuhkan oleh Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowodi di Pendopo Kabupaten Brebes, Sabtu, 19 Agustus 2023 M bertepatan dengan 2 Shafar 1445 H.

BACA JUGA:Para Ulama dan Kiai Banyak Membantu Ganjar selama Memimpin Jateng

Ganjar Pranowo yang Bacapres PDI-P itu mengukuhkan Dewan Penasehat, Dewan Pengawas, dan Pelaksana Pengelola MAJT Semarang, setelah upacara HUT ke-78 Provinsi Jawa Tengah bersamaan peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan Ke-78 Republik Indonesia.

Setelah pengukuhan, Gubernur Jawa Tengah menegaskan terima kasih dan rasa bangganya kepada pengurus masa khidmat 2019-2023 karena telah berhasil membawa dan menjadikan MAJT sebagai center of excellent yang menjadi poros keberhasilan Provinsi Jawa Tengah sebagai pusat peradaban Islam yang rahmatan lil alamin.

Bukan hanya di Indonesia, akan tetapi banyak kunjungan dari berbagai Lembaga di luar negeri yang melakukan studi banding dan belajar dalam pengarusutamaan moderasi beragama di Indonesia.

Begitu dilantik oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Pendopo Kabupaten Brebes, Sabtu, 9 Agustus 2023, Pelaksana Pengelola MAJT Semarang ternyata sudah langsung menyiapkan 9 program unggulan.

Karena itu, bakal calon presiden yang hingga tulisan ini, belum mengumumkan siapa bakal calon wakil presiden yang mendampinginya, berharap kesuksesan yang sudah diletakkan, bisa terus dikembangkan dan dimajukan lagi, agar MAJT terus menjadi role model, bagi pengembangan dakwah, tata kelola masjid tingkat provinsi, yang bisa diadopsi oleh provinsi lain, dan bahkan negara-negara lain, yang merindukan Islam menjadi pelita dan suluh bagi peradaban dunia yang damai dan berkeadaban.

Pengurus MAJT sebenarnya sudah mempersiapkan diri untuk melaksanakan 9 program unggulan.

BACA JUGA: Maulana Syamsuddin Syekh Penjaga Laut Widuri Pemalang, Prof Ahmad Rofiq: Orang Baik Akan Didoakan oleh Orang-Orang Baik

Pertama, rebranding tata kelola Masjid, yang selain menjadi tempat ibadah, juga menjadi pusat tata kelola pelatihan manajemen masjid yang bersih, indah, modern, dan mampu memanfaatkan teknologi digital yang makin canggih dan sophisticated.

Kedua, rebranding tata kelola kawasan MAJT sebagai destinasi wisata religi, dengan mengupdate model layanan, mulai dari perlunya tour-guide atau pemandu-wisata yang kompeten dan memahami semua rute lengkap dan informasi tentang detail MAJT dan wisata pengetahuan kesejarahan dari para Walisongo dan pejuang agama di Jawa Tengah.

Ketiga, mengintensifkan jejaring dengan mitra strtategis pengelola kepariwisataan di Kota Semarang dan Jawa Tengah, agar setiap wisatawan domestik dan mancanegara, dapat “dipastikan” singgah dan menziarahi MAJT, menjadi satu paket terstruktur dan sistematis.

Keempat, audio-visual tentang Sejarah dan keberadaan MAJT dan museum perjuangan dan dakwah para Walisongo di Menara Al-Husna, perlu ditata-ulang agar lebih indah, nyaman, dan menghadirkan informasi dan menambah pengetahuan tentang persebaran Islam yang moderat di Jawa Tengah.

Kelima, wisata agro yang sudah sempat viral di media, bersamaan panen raya melon pada Idul Adha 1444 H yang lalu, bisa diprogram dan ditata ulang, agar mekanisme tanam dan panen, sebisa mungkin terus ada secara bergantian, tidak sempat ada kekosongan.

BACA JUGA:Pemkot Semarang Akan Beton Jalan Arteri Soekarno Hatta Menuju Pasar Induk MAJT-MAS

Ini supaya daya tarik bagi para peziarah dapat sekaligus menginspirasi mereka untuk bisa memanfaatkan lahan mereka dengan model serupa.

Jika perlu selain model green-house, bisa dikembangkan model pengembangan pertanian sayur model hydroponic.

Kawasan lahan MAJT yang luas, saya kira sangat memungkinkan dilakukan ini. Tentu dibutuhkan seorang pengelola yang kompeten dan semangat kerja berhati masjid, sehingga memiliki nilai tambah bagi umat.

Keenam, rencana pembukaan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Halal, sudah diresmikan oleh Wagub Jateng Gus Taj Yasin Maemoen, pada saat Jateng Bershalawat di Brebes, yang direncanakan menjadi terbesar se-Jateng, berdiri di sekitar kompleks MAJT Semarang, luas lahan diperkirakan sekitar 4.000 m2 dengan kapasitas sembelih lebih dari 10 ekor per hari, perlu segera direalisasikan.

Sudah barang tentu RPH yang membawa branding MAJT, harus didisain menjadi RPH yang termodern di Jawa Tengah, dipastikan kehalalan dan kesesuaiannya dengan syariah.

Ketujuh, RPH ini juga diharapkan akan sekaligus menjadi sentra penjualan daging halal, higyene dan sehat, dan terbesar di Jawa Tengah.

BACA JUGA: HUT Ke-17, Aset BPRS Binasia Per-Agustus 2023 tumbuh 15%, dari RP46,590 M Jadi Rp53.712 M

Ini membutuhkan persiapan yang matang, baik dari segi lay-outing bangunan, amdal, sanitasi yang sehat, dan antisipasi pembuangan limbah, agar tidak menimbulkan aroma tidak sedap yang bisa mengganggu warga Masyarakat sekitar.

Kedelapan, tata kelola lingkungan MAJT yang memiliki miniatur Kakbah, Shafa-Marwa, dan lain-lain, agar bisa menjadi sentra pelayanan belajar manasik haji dan umrah, diperlukan tim khusus yang berpengalaman dan siap mendampingi aktivitas manasik bagi masyarakat umum yang membutuhkannya.

Dan kesembilan, yang masih menjadi momok dan tantangan cukup berat, karena kesadaran masyarakat utamanya para peziarah yang masih rendah, adalah soal pengelolaan kebersihan seluruh kawasan MAJT, dari ruang utama, kamar mandi dan tempat wudhu, bahkan beberapa pintu ada sebagian yang rusak, perlu segera direpair dan dibersihkan.

Selamat pada Pengurus Baru Pengelola MAJT masa khidmat 2023-2027, selamat bekerja dengan penuh pengabdian, semoga mampu mewujudkan generasi muda millennial yang berhati masjid, namun intelektualitasnya mampu menyinari peredaban dunia. Allah waliyyut taufiq ila sabili l-haq.

*) Prof Dr H Ahmad Rofiq MA, Ketua Bidang Pendidikan Pelaksana Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang masa khidmat 2023-2027, Ketua Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW-DMI) Jawa Tengah (2022-2027), Guru Besar UIN Walisongo Semarang, Direktur LPH-LPPOM-MUI Jawa Tengah, Ketua Dewan Pengawas Syariah (DPS) Rumah Sakit Islam-Sultan Agung Semarang, Koordinator Wilayah Indonesia Tengah PP Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Anggota DPS BPRS Bina Finansia Semarang, Ketua DPS BPRS Kedung Arto Semarang, dan Pengurus Harian Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Pusat.***

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *