Membentuk Generasi Unggul: Seminar Joyful Learning PGRI Kabupaten Banjarnegara Hadirkan Pakar Internasional
Assoc. Prof. Manasori Fakui dari Center for University Education, Iwate Prefectural University, Jepang dalam Joyful Learning Seminar/Suwoto
OPINIJATENG.COM-Dalam upaya meningkatkan kompetensi profesional guru agar lebih handal dan terampil dalam mengembangkan model pembelajaran serta mengelola kelas dengan efektif, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Banjarnegara menggelar Joyful Learning Seminar dengan tema “Happy Teachers, Excellent Students.” Acara ini berlangsung pada Sabtu, 15 Februari 2025, di Gedung Aula PGRI Kabupaten Banjarnegara, dengan menghadirkan narasumber dari dalam dan luar negeri yang memiliki keahlian di bidang pendidikan.
Seminar ini bertujuan untuk memberikan wawasan baru bagi para pendidik mengenai pentingnya menciptakan suasana belajar yang menyenangnka dan efektif. Pendekatan pembelajaran yang menggembirakan diyakini mampu meningkatkan motivasi belajar siswa serta membantu guru dalam menciptakan kelas yang lebih interaktif dan inovatif.
Ketua PGRI Kabupaten Banjarnegara, Heling Suhono, S.Pd, MM, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam mendukung peningkatan kompetensi guru di Banjarnegara.
“Seorang guru yang bahagia akan mampu menularkan kebahagiaan itu kepada siswa, dan pada akhirnya akan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif serta menyenangkan,” ujarnya.
Dalam seminar ini, hadir dua narasumber utama yang berbagi pengalaman dan wawasan mereka mengenai praktik pembelajaran yang efektif di dalam kelas, yaitu Assoc. Prof. Manasori Fakui dari Center for University Education, Iwate Prefectural University, Jepang, serta Dr. Subuh Anggoro, M.Pi, M.Pd, Ketua Program Studi Magister Pendidikan Dasar, Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Assoc. Prof. Manasori Fakui dalam pemaparannya menjelaskan bahwa di Jepang, guru juga tidak memiliki kewenangan untuk memaksa siswa dalam belajar. Namun, keberhasilan pendidikan di Jepang banyak dipengaruhi oleh budaya keluarga yang kuat, yang turut berperan dalam membentuk karakter anak.
“Peran keluarga sangat menentukan dalam membangun kedisiplinan dan karakter siswa. Oleh karena itu, sekolah harus mampu dengan keluarga agar proses bersinergi pendidikan lebih optimal,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti bagaimana sistem pendidikan di Jepang mengedepankan pembelajaran berbasis kemandirian, di mana siswa diajarkan untuk memiliki tanggung jawab terhadap tugas dan kewajibannya sejak dini.
“Sekolah di Jepang lebih menekankan pada pengembangan karakter dan kemandirian siswa, sehingga mereka lebih siap menghadapi tantangan masa depan,” tambahnya.
Sementara itu, Dr. Subuh Anggoro membahas pentingnya pendekatan Joyful Learning dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan efektif. Ia menekankan bahwa guru harus memahami bagaimana menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, interaktif, dan menyenangkan bagi siswa.
“Ketika seorang guru merasa bahagia dalam mengajar, maka energi positif itu akan tersalurkan kepada siswa. Mereka akan lebih mudah menerima materi pelajaran dan lebih termotivasi untuk belajar,” jelasnya.
Selain itu, Dr. Subuh juga memberikan beberapa strategi yang dapat diterapkan oleh para guru dalam mengembangkan model pembelajaran yang lebih menarik, relevan, dan berbasis pengalaman siswa. Salah satu peserta seminar, Dian Agustini, M.Pd, guru dari SMPN 1 Mandiraja, yang juga bertugas sebagai penerjemah dalam kegiatan ini, mengungkapkan kebahagiaannya dapat mengikuti seminar ini.
“Saya sangat senang bisa belajar banyak dari narasumber, terutama mengenai peran budaya dalam pendidikan dan bagaimana pendekatan yang lebih menyenangkan dapat diterapkan di dalam kelas. Ini benar-benar pengalaman yang berharga,” ungkapnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta yang terdiri dari guru-guru berbagai jenjang di Banjarnegara. Mereka merasa mendapatkan banyak ilmu dan inspirasi yang dapat langsung diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah masing-masing. Di akhir seminar, para peserta berharap agar kegiatan serupa dapat terus diadakan secara rutin dengan menghadirkan lebih banyak narasumber dari berbagai latar belakang. Dengan demikian, guru-guru di Banjarnegara dapat terus mengembangkan diri dan meningkatkan kualitas pembelajaran bagi siswa.
Seminar Joyful Learning ini menjadi momentum penting bagi para guru di Banjarnegara untuk semakin memahami pentingnya peran mereka dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Dengan pendekatan yang tepat, diharapkan kualitas pendidikan di Banjarnegara semakin meningkat, sejalan dengan visi menciptakan guru yang bahagia dan siswa yang unggul.
Kegiatan ini juga menegaskan kembali bahwa pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu, tetapi juga tentang membangun karakter dan menanamkan nilai-nilai positif kepada generasi penerus. Dengan semangat kebersamaan antara guru, keluarga, dan masyarakat, masa depan pendidikan yang lebih baik bukanlah sekadar impian, melainkan sesuatu yang bisa diwujudkan bersama.***
