By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Pembelajaran Tanggap Bencana di Banjarnegara Diapresiasi Ilmuwan Jepang
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • World
  • Economy
  • Business
  • Industry
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Banjarnegara

Pembelajaran Tanggap Bencana di Banjarnegara Diapresiasi Ilmuwan Jepang

Marzy Kris
Last updated: 3 Maret 2025 15:52 15:52
By Marzy Kris
2 Min Read
Share
Dr Fujikawa berikan plakat penghargaan kepada Ibu Tri Wahyuni SD N 1 Kandangwangi/Dok. Dr. Tuswadi
SHARE

OPINIJATENG.COM-Selama 24-27 Februari 2025 Banjarnegara kehadiran 2 ilmuwan kebencanaan dari Negeri Sakura: Profesor Hayashi Takehiro dan Dr Fujikawa Yosshinori (Wakupro Hiroshima University). Mereka mengunjungi Banjarnegara untuk melakukan riset bersama guru SMP Negeri 1 Banjarnegara yang juga anggota Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI), Dr Tuswadi.

Selasa, 25 Februari 2025 Dr Fujikawa mengunjungi SD N 1 Kandangwangi di Kecamatan Wanadadi. Dia melakukan observasi pembelajaran kebencanaan di kelas VI. Di bawah bimbingan Ibu Tri Wahyuni, anak-anak belajar tanggap bencana. Anak-anak diajak berfikir terkait posisi rumah mereka untuk tanggap bencana. Setelah Ibu Tri berikan penjelasan pengantar dan eksperimen terjadinya banjir dan tanah longsor, anak-anak mengerjakan Lembar Kerja. LK terdiri dari sejumlah pertanyaan mengenai kerentanan bencana. Anak-anak berfikir bagaimana sikap dan tindakan mereka agar rumahnya aman. Dr Fujikawa mencatat proses pembelajaran dengan teliti. Hasil risetnya akan menjadi rekomendasi pembelajaran tanggap bencana yang sangat berguna bagi sekolah-sekolah di Indonesia.

Pada tanggal yang sama Profesor Hayashi melakukan observasi pembelajaran tanggap bencana di kelas VI SD IT Al Ihsan Banjarnegara. Ibu Guru Musriatun mengajarkan kepekaan peserta didik terhadap kondisi geografis sekolahnya. Anak-anak diajak berfikir terkait posisi sekolah mereka untuk tanggap bencana. Setelah Ibu Mus berikan penjelasan pengantar, anak-anak observasi lingkungan dekat sekolah. Menggunakan lembar kerja, anak-anak mencatat beberapa area pemicu banjir sekitar sekolah. Anak-anak berfikir bagaimana sikap dan tindakan mereka agar sekolahnya aman.

Profesor Hayashi Takehiro observasi pembelajaran di SD IT AL Ihsan Banjarnegara/Dok. Dr. Tuswadi

Menurut Profesor Hayashi proses pembelajaran tanggap bencana di kedua sekolah sudah bagus. Kegiatan pembelajaran bukan sebatas penjelasan teori melainkan juga ada eksperimen, field survey, dan diskusi. Tiga kegiatan pokok ini diharapkan menguatkan pemahaman materi di kalangan peserta didik sehingga informasi, pengetahuan, sikap, dan tindakan yang mereka dapatkan bisa digunakan secara efektif dalam mensikapi resiko bencana alam di lingkungan sekitar mereka.

Menindaklanjuti hasil diskusi terkait kendala yang dihadapi guru dalam pembelajaran tanggap bencana, Wakupro Hiroshima University yang dipimpin oleh Profesor Hayashi tahun ini berencana memberikan penataran pembelajaran tanggap bencana bagi guru-guru SD/MI di Banjarnegara.***

You Might Also Like

Ratusan Siswa SD Ikuti Lomba MAPSI Tingkat Kabupaten Banjarnegara, Inilah Juaranya
Ustadz Das’ad Latif Soroti Orang Sudah Sholat tapi Tetap Berbuat Maksiat, Ini Jawabnya
Tindak Lanjut Penanganan Waduk Mrica Banjarnegara, Dinas Pusdataru Prov Jateng Gelar Rapat Koordinasi
Dianiaya 3 Orang di Jl Kelud Raya Semarang, Warga Gajahmungkur Sempat Masuk RS Kariadi, Ini Kronologinya…
Menko Polhukam Mahfud MD Senang Bertemu Kiai Fadhlolan Musyaffa’: Sekarang Pesantren Mewah-mewah dan Diasuh Kiai Berwawasan Luas
TAGGED:BanjarnegaraIlmuwan JepangPembelajaran Tanggap Bencana
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Peduli Banjarnegara, Dua Ilmuwan Jepang Blusukan ke Pejawaran
Next Article PGRI Kabupaten Banjarnegara Gelar Peningkatan Kapasitas Pengurus dan Serap Aspirasi Bersama Anggota DPD RI
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Empat siswa SMA berseragam putih bekerja sama mengerjakan tugas kelompok di meja kelas.
Remaja Tak Cukup Hanya Dinasehati, Mereka Juga Butuh Didengarkan
Health Jateng
Tiga perempuan berjalan di jalur taman yang dikelilingi pepohonan dan tanaman hijau.
Remaja Zaman Sekarang Tak Cukup Hanya Sehat Fisik, Tekanan Sosial Juga Perlu Diperhatikan
Health Jateng
Orang tua dan anak perempuan tertawa bersama di sofa saat menghabiskan waktu bersama keluarga.
Rumah Seharusnya Jadi Tempat Paling Aman bagi Kesehatan Mental Anak, Sudahkah Kita Mendengarkan Mereka?
Health Jateng
Sekelompok mahasiswa berkumpul di halaman kampus untuk berbincang dan berinteraksi sosial.
Anak Muda Tak Harus Selalu Kuat: Mengapa Ruang Aman untuk Bercerita Penting bagi Kesehatan Mental?
Health Jateng
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?