8 Desember 2025 02:21

Pembelajaran Tanggap Bencana di Banjarnegara Diapresiasi Ilmuwan Jepang

0
WhatsApp Image 2025-03-03 at 10.03.48

Dr Fujikawa berikan plakat penghargaan kepada Ibu Tri Wahyuni SD N 1 Kandangwangi/Dok. Dr. Tuswadi

OPINIJATENG.COM-Selama 24-27 Februari 2025 Banjarnegara kehadiran 2 ilmuwan kebencanaan dari Negeri Sakura: Profesor Hayashi Takehiro dan Dr Fujikawa Yosshinori (Wakupro Hiroshima University). Mereka mengunjungi Banjarnegara untuk melakukan riset bersama guru SMP Negeri 1 Banjarnegara yang juga anggota Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI), Dr Tuswadi.

Selasa, 25 Februari 2025 Dr Fujikawa mengunjungi SD N 1 Kandangwangi di Kecamatan Wanadadi. Dia melakukan observasi pembelajaran kebencanaan di kelas VI. Di bawah bimbingan Ibu Tri Wahyuni, anak-anak belajar tanggap bencana. Anak-anak diajak berfikir terkait posisi rumah mereka untuk tanggap bencana. Setelah Ibu Tri berikan penjelasan pengantar dan eksperimen terjadinya banjir dan tanah longsor, anak-anak mengerjakan Lembar Kerja. LK terdiri dari sejumlah pertanyaan mengenai kerentanan bencana. Anak-anak berfikir bagaimana sikap dan tindakan mereka agar rumahnya aman. Dr Fujikawa mencatat proses pembelajaran dengan teliti. Hasil risetnya akan menjadi rekomendasi pembelajaran tanggap bencana yang sangat berguna bagi sekolah-sekolah di Indonesia.

Pada tanggal yang sama Profesor Hayashi melakukan observasi pembelajaran tanggap bencana di kelas VI SD IT Al Ihsan Banjarnegara. Ibu Guru Musriatun mengajarkan kepekaan peserta didik terhadap kondisi geografis sekolahnya. Anak-anak diajak berfikir terkait posisi sekolah mereka untuk tanggap bencana. Setelah Ibu Mus berikan penjelasan pengantar, anak-anak observasi lingkungan dekat sekolah. Menggunakan lembar kerja, anak-anak mencatat beberapa area pemicu banjir sekitar sekolah. Anak-anak berfikir bagaimana sikap dan tindakan mereka agar sekolahnya aman.

Profesor Hayashi Takehiro observasi pembelajaran di SD IT AL Ihsan Banjarnegara/Dok. Dr. Tuswadi

Menurut Profesor Hayashi proses pembelajaran tanggap bencana di kedua sekolah sudah bagus. Kegiatan pembelajaran bukan sebatas penjelasan teori melainkan juga ada eksperimen, field survey, dan diskusi. Tiga kegiatan pokok ini diharapkan menguatkan pemahaman materi di kalangan peserta didik sehingga informasi, pengetahuan, sikap, dan tindakan yang mereka dapatkan bisa digunakan secara efektif dalam mensikapi resiko bencana alam di lingkungan sekitar mereka.

Menindaklanjuti hasil diskusi terkait kendala yang dihadapi guru dalam pembelajaran tanggap bencana, Wakupro Hiroshima University yang dipimpin oleh Profesor Hayashi tahun ini berencana memberikan penataran pembelajaran tanggap bencana bagi guru-guru SD/MI di Banjarnegara.***

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *