By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Ribuan Jamaah Sholat Idul Fitri di MAJT Semarang
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • World
  • Economy
  • Business
  • Industry
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
News

Ribuan Jamaah Sholat Idul Fitri di MAJT Semarang

Arifin
Last updated: 31 Maret 2025 15:52 15:52
By Arifin
5 Min Read
Share
SHARE

OPINIJATENG.COM – SEMARANG – “Pagi hari ini, kita telah membuka babak baru dalam sejarah perjalanan manusia yang di mulai sejak hari ini, yakni sejak hari Idul Fitri, yang merupakan hari kemenangan bagi muslim-mukmin sejati dengan tampilan perilaku baru yang berkualitas dan bertumpu pada sendi-sendi al-akhlak al-karimah,” kata Rektor UIN Walisongo Semarang Prof Nizar Ali dalam khotbahnya usai Sholat Idul Fitri di MAJT Semarang dengan tema Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa.

Ya, ribuan jamaah dari kota Semarang dan sekitarnya dengan tertib mengikuti sholat Idul Ftri 1446 Hijriah di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

Mereka sejak pagi, berbondong-bondong ada yang jalan jalan kaki dan naik kendaraan bermotor mendatangi MAJT di Jalan Gajah Raya, Kota Semarang, Senin 31 Maret 2025.

Sebagian jemaah ada yang melaksanakan sholat Idul Fitri di dalam serambi utama masjid, serta lainnya di plaza pelataran luar sambil menggelar sajadah sebagai alas sholat.

Sebagai imam sholat Idul Fitri, KH Ulil Abshor Alhafidz, sedang khatib Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Prof H Nizar Ali MAg.

Lebih jauh Prof Nizar menjelaskan bahwa Hari raya Idul Fitri,  sesungguhnya merupakan momentum yang sangat strategis untuk melakukan refleksi diri (muhasabah), apakah selama ini kita sudah berusaha untuk mensucikan diri kita? Ataukah justru selama ini kita tenggelam dalam kubangan dosa?

Menurut Rektor UIN Walisingo itu, jika benar-benar ingin kembali ke fitri (menjadi suci), maka paling tidak ada tiga hal yang harus kita sucikan,

Pertama, tazkiyatul aqidah (membersihkan keyakinan kita dari hal-hal yang merusak akidah), hanya percaya kepada Allah dzat yang maha besar, maha kuasa, dan dzat maha mengetahui segalannya.

Kedua, tazkiyatul qalb (mensucikan hati), dengan menghilangkan penyakit-penyakit hati atau amradh al-qulub seperti sifat irihati, dengki, dendam-kesumat, hujat-menghujat, memfitnah, marah, caci-maki, dan bermusuhan.

“Ketiga, tazkiyatul mal (menyucikan harta), melalui zakat, infak, dan shadaqah kepada fakir-miskin dan orang-orang yang berhak sebagaimana disebut dalam Alquran,” ujarnya.

Momentum Idul Fitri ini, ujar Nizar Ali juga sangat penting untuk membangun kebersamaan dengan memperkuat dan mempererat tali persaudaraan, baik persaudaraan umat Islam (Ukhuwwah Islamiyyah), persaudaraan se-bangsa dan se-Tanah Air (Ukhuwwah wathaniyyah), dan persaudaran umat manusia apapun latar belakangnya (ukhuwwah insaniyyah),” ujar Nizar Ali.

“Kebersamaan dalam tiga persaudaraan itulah yang akan menjadikan persatuan dan kesatuan bangsa akan terwujud. Persatuan adalah kunci sebuah keberhasilan,” ujarnya.

Ada pemandangan menarik seusai sholat Idul Fitri di MAJT, karena sejumlah tokoh lintas agama dari Khatolik, Kristen, Buddha, Hindu, dan Konghucu mendatangi para jemaah untuk menyampikan ucapan selamat Idul Fitri.

“Kami bersama Uskup Agung Semarang dan beberapa anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKAUB) mengucapkan selamat Idul Fitri. Bapak dan ibu yang merayakan medapatkan hati yang damai, sehat, dan kesejahteraan,” ujar Romo FX Sugiyana dari Keuskupan Agung Semarang, yang mengaku sudah ketiga kali hadir di MAJT.

Para tokoh lintas agama ini kemudian diterima dan dijamu makan pagi oleh Ketua PP MAJT Prof KH Noor Achmad dan jajaran pengurus di aula lantai dasar.

“Mengucapkan terima kasih kepada para romo, pendeta, dan pimpinan agama lain, serta tokoh FKUB. Ini menunjukkan di Jawa Tengah, semua tokoh agama adalah satu,” kata Noor Achmad.

Kedatangan tokoh lintas, kata Noor Achmad menunjukkan tak ada sekat antara agama satu dengan yang lain. Kesatuan ini menjadi suatu kekuatan untuk membawa kedamaian.

“Berharap kedamaian dan moderasi semacam ini akan menjadi contoh bagi semua umat yang di mana saja sehingga menjadikan Jawa Tengah khususnya, dan Indonesia serta dunia umumnya akan terus damai,” harapnya.

Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko dalam kesempatan sama menyatakan, kunjungan ini untuk mengungkapkan kedekatan dengan saudara muslim yang merayakan Idul Fitri.


“Dari waktu ke waktu saya merasakan kedekatan itu, maka ini menjadi modal yang besar sekali untuk wewujudkan negara Indonesia yang diwarnai kebhinekaan, namun tetap satu dalam hati, persaudaraan, dan kekeluargaan,” ujarnya.

Ia berharap kemenangan yang diperoleh umat muslim dalam Idul Fitri bisa mewarnai dan menginsiprasi umat agama lain di Indonesia untuk sama-sama mewujdukan kedaimaian, persatuan, dan kekeluargaan.

“Semoga dengan kebersamaan ini cita-cita pendiri bangsa Indonesia bisa terwujud,” kata Uskup Agung.***

You Might Also Like

Festival Aksimu Keren Banjarnegara Jaring Sekolah Unggulan dan Tingkatkan Peran Kasek
Pengukuran Tahap II di Desa Wadas Kondusif, Kades: Warga Spontan Minta Lahannya Ikut Diukur
Pengamat Militer Anton Aliabbas: Sejarah Kedekatan Salah Satu Alasan Jokowi Pilih Jenderal Andika Perkasa
Susuri Kawasan Mangrove Balikpapan, Ganjar: Mangrovenya Luar Biasa!
Digeser Libur Maulid Nabi 2021, Ini Pedoman Merayakannya
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Oh Ini Tho Asal Mula Kalimat Halal Bi Halal
Next Article Baru! Aturan Pencairan Tunjangan Sertifikasi Guru PNS dan PPPK
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Ilustrasi fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik dengan bangunan industri dan cerobong di kawasan hijau.
Sampah Kota Bisa Jadi Listrik, tetapi Mengapa Kebiasaan Warga Tetap Menentukan?
Environment Jateng
Gajah Sumatra bertaring panjang berdiri di tengah hutan tropis yang rimbun.
Hutan Bukit Tigapuluh Bukan Sekadar Rumah Satwa, Masa Depan Masyarakat Juga Dipertaruhkan
Environment Jateng
Sampah plastik dan limbah rumah tangga menumpuk di sepanjang pantai hingga mencemari kawasan laut.
Laut Rusak, Siapa yang Paling Merasakan Dampaknya? Nasib Nelayan dan Masa Depan Pangan Indonesia
Environment Jateng
Seseorang membuang sisa makanan berupa kulit buah dan sayuran ke tempat sampah organik di dapur.
Sisa Makanan di Rumah Bisa Memperparah Krisis Iklim, Ini Cara Sederhana Menguranginya
Environment Jateng
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?