18 Januari 2026 20:37

7 Tips Mengatasi Anak Tantrum, Moms Tidak Usah Panik Begini Caranya

0
WhatsApp Image 2021-10-07 at 05.52.26

7 Tips Mengatasi Anak Tantrum/Canva

Oleh: Deny Kurniawati*)

OPINIJATENG.com-Ada 7 tips yang bisa dilakukan untuk mengatasi anak trantrum. Orang tua tidak usah panik dalam menghadapi mereka.

Dalam artikel ini akan diulas 7 tips mengatasi anak tantrum agar orang tua tak perlu panik menghadapinya.

Figur orang tua dipandang sebagai contoh pada anak, penyedia kebutuhan primer dan memberi rasa aman.

Orang tua juga penengah dalam konflik dengan teman ataupun sahabat, sumber penyelesaian masalah, serta sebagai tim yang memiliki peran masing-masing dalam keluarga.

Konflik dalam diri anak bisa terjadi karena keinginan lepas dari kesedihan. Rasa takut untuk mengakui kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan, sehingga muncul kecemasan dalam diri anak.

Terkadang orang tua tidak mengerti bahwa seorang anak sedang mengalami kesedihan, kecemasan, kekhawatiran. Anak mungkin saja anak tidak mampu menceritakan kepada kedua orang tuanya.

Di sinilah orang tua harus memahami hal apa saja yang bisa dilakukan apabila anak mengalami tantrum.

Menurut pendapat psikolog Dyah Sekaringsih, M.Psi ada 7 tips mengatasi anak tantrum yang bisa dilakukan.

1. Bermain Sepeda

Ajak anak bermain sepeda sebelum berangkat sekolah sekitar 5-10 menit. Setelah itu mandi dan bersiap-siap untuk sekolah.

Hal ini bisa mengeluarkan emosi, kekesalan yang ada di dalam dirinya melalui kayuhan sepeda.

2. Melakukan aktivitas dan hobi bersama anak

Luangkan waktu sebulan sekali untuk refreshing melakukan kegiatan atau hobi yang disukai anak. Misalnya mengajaknya berenang, olahraga bersama, naik sepeda bersama ayah, bunda dan adik.

Kegiatan ini bisa membuat anak merasa bahagia karena dekat dengan orang-orang yang disayangi.

3. Menciptakan suasana relaks bagi anak untuk mengurangi ketegangan

Di saat anak mengalami ketegangan terhadap permasalahan yang sedang dihadapi sangat dibutuhkan kegiatan yang mampu membuat sang anak merasa rileks.

Misalnya dengan mendengarkan musik instrumental di pagi hari dengan menggunakan teknik imagery.

Teknik ini merupakan memejamkan mata dan membayangkan hal yang menyenangkan di sekolah, di rumah atau bersama teman-temannya

Dapat juga berekreasi seminggu sekali atau sebulan dua kali.

4. Menumbuhkan Rasa Empati

Dengan cara ini anak merasa bahwa dia memiliki kehidupan yang berharga dan mampu melakukan sesuatu untuk bisa membantu orang lain, melalui altruistik behavior/perilaku menolong.

Misalnya dengan membantu ayah dan ibu melakukan tugas di rumah, mengunjungi teman yang sakit, mengunjungi panti asuhan dan lain-lain.

5. Ajarkan anak mencurahkan isi hatinya melalui warna atau gambar

Membiasakan anak mengungkapkan perasaan dan pemikirannya melalui gambar dan cerita. Misalnya :

a. Meminta anak menggambar situasi di sekolah dan menceritakan gambar tersebut.

b. Bermain boneka tangan dan membuat cerita bertema keluarga, teman dan sekolah.

c. Membaca buku cerita dan melihat tayangan edukatif bersama orang tua dengan tema kasih sayang, keindahan berbagi, kemandirian kepedulian dan lain-lain.

6. Pembentukan perilaku kemandirian pada anak

Orang tua dapat memberikan reward terhadap hasil prestasi yang sudah diraih. Bisa berupa pelukan dan mengucapkan kamu hebat, bunda ayah bangga padamu.

Membelikan makanan kesukaannya, memberikan benda kesukaannya, atau berekreasi bersama sesuai dengan kemampuan.

Reward bisa dikurangi secara bertahap jika perilaku anak telah dinilai cukup stabil oleh orang tua.

7. Menumbuhkan Rasa Percaya Diri pada Anak

Setiap anak memiliki kemampuan masing-masing, yakinkan pada anak bahwa dia mampu melakukannya dengan menghadiri setiap acara atau lomba yang dia lakukan.

Hal ini merupakan bentuk support orang tua yang secara tidak langsung mampu membangkitkan rasa percaya diri pada anak.

Itulah 7 tips yang bisa dilakukan Mommy apabila anak mengalami tantrum, tidak usah panik ya Moms semua bisa teratasi dengan baik. Semoga bermanfaat

*)Deny Kurniawati, ibu rumah tangga, karyawan perusahaan swasta, penulis buku.***

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *