By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Marhaban Bulan Maulid Nabi, Rosul Saw Peletak Fondasi Hidup Ini
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Gagasan

Marhaban Bulan Maulid Nabi, Rosul Saw Peletak Fondasi Hidup Ini

Arifin
Last updated: 8 Oktober 2021 09:22 09:22
By Arifin
7 Min Read
Share
Prof Ahmad Rofiq
SHARE

Oleh: Ahmad Rofiq*)

OPINIJATENG.com – Alhamdulillah kita diberi umur panjang dalam sehat afiat sebagai kesempatan menyambut bulan Maulid/Rabi’ul Awwal, atau Maulud dalam penanggalan Jawa. 

Bulan Maulid, merupakan bulan kelahiran Nabi Muhammad Saw. Sosok yang terjaga dari kekeliruan dan kesalahan (ma’shum).

Allah memposisikan beliau sebagai sosok uswatun hasanah, teladan yang baik bagi orang-orang yang mengharapkan ridha Allah dan senantiasa ingat kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

Syekh Muhammad al-Ghazali, penulis Sejarah Perjalanan Hidup Muhammad saw menyatakan, “Meskipun begitu banyak buku ditulis tentang Nabi Muhammad Saw, sosok agung itu tidak akan pernah selesai diungkap secara final.”

Sebab batinnya mensamudra, dan ilmunya mencakrawala. Di dalam dirinya tersimpan segala kearifan masa lalu, dan segala pengetahuan suci masa depan.

Karena itu tidaklah meleset ketika seorang sufi Persia dari abad ke-12 menulis bait berikut ini: “Muhammad walaupun engkau ummi, tidak bisa baca tulis, tetapi seluruh perpustakaan dunia tersimpan rapi dalam dirimu.  Ini karena ilmu yang menggenang dalam diri beliau, adalah merupakan anugerah tak kepalang yang meluruh secara langsung (ladunni) dari tahta keagungan Allah SWT”.

Nabi Muhammad Saw dihadirkan oleh Allah ke muka bumi ini, sebagai figur yang memiliki empati, simpati, dan kepedulian yang sangat kuat ketika melihat, menghadapi situasi ketidakadilan dan kesengsaraan yang dirasakan oleh sesama orang-orang yang beriman.

Beliau letakkan fondasi hidup ini, di atas kerangka yang sangat kuat yakni iman dan amal salih. Bagi seseorang yang tidak kuat imannya, jabatan yang sesungguhnya adalah amanah, namun kenyatannya dengan mudah menyeret seseorang ke dalam tindakan yang memperosokkan dirinya ke lembah kesengsaraan, dengan berbagai dalih dan pembenaran, padahal sesungguhnya hati kecilnya sadar bahwa apa yang dilakukannya adalah dusta, dan menipu dirinya sendiri.

Dan balasan itupun tidak harus menunggu di akhirat nanti, tetapi di dunia pun sudah harus membayar kehidupan amat pahit, di balik jeruji besi yang pengap. Demikian juga orang yang dititipi ilmu dan harta, dengan sangat mudah bisa terjebak dalam keangkuhan dan kesombongan, yang Syeikh Ibnu ‘Athaillah As-Sakandari menyebut sebagai syirik.
 
Dalam kehidupan manusia, apalagi yang mempunyai kedudukan atau jabatan, atau kelebihan apakah harta atau ilmu, sangat rawan potensi kesombongan dan keangkuhan itu muncul. Oleh karena itu, Allah SWT menempatkan posisi beliau sebagai manusia yang berakhlak sangat mulia. Beliau menegaskan, “sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”.

Kita menyaksikan bahwa di dalam kehidupan masyarakat kita, telah terjadi pergeseran yang luar biasa. Ketika pilar-pilar akhlak dan etika makin tergerus oleh serbuan budaya dan kultur yang tidak baik.

Hal ini kalau tidak ada ikhtiar untuk mengatasi secara lebih cermat, sungguh-sungguh, sistemik, dan berkesinambungan, sangat mungkin bangsa ini akan mengalami kehancuran.

Bahkan yang lebih mengerikan lagi, ketika kerusakan dan kehancuran tersebut melanda pada paradigma berpikir, mindset dan kerangka berpikir yang serba barat, western-oriented, dan kehilangan kearifan dan petunjuk agama semakin jauh.

Seorang ulama besar Syauqi Bek menegaskan: “Suatu bangsa akan berlangsung apabila akhlak mereka tetap mendasari perilaku mereka, apabila akhlak hilang dari diri mereka, akan lenyap entitas kaum tersebut.

Nabi Muhammad Saw adalah tokoh yang konsisten antara ucapan dan tindakan. Dalam berbagai kesempatan, ketika mengajak dan menyeru umatnya beribadah, beliau selalu memulai dan memberi teladan terlebih dahulu.  

Dalam kehidupan keseharian, beliau sosok yang sangat menghormati tamu, tetangga, dan tentu saja keluarganya. Tutur katanya bagus, sopan, lembah manah, dan memposisika orang lain sebagai sosok yang harus dihormati.

Beliau menegaskan: “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik, atau lebih baik diam (kalau tidak biasa berkata baik)”. Demikian juga, barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hormatilah tetangganya”.

Islam diturunkan untuk merealisasikan kasih sayang Allah di muka bumi ini (rahmatan lil ‘alamin). Karena itu, Rasulullah Muhammad Saw memberikan teladan dan tuntunan, bahwa dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara, dan berpemerintahan.

Beliau mengedepankan sifat dan sikap lemah lembut namun tegas, selalu menjadi pemaaf, dan bahkan selalu memohonkan ampunan orang lain kepada Allah SWT, dan di atas segalanya sangat menghormati dan mengajak orang lain bermusyawarah dan bekerja keras, namun tetap bertawakkal kepada Allah SWT agar tidak takabbur namun rendah hati.
 
Firman Allah Swt di bawah ini menegaskan perilaku beliau. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.

Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (QS. Ali ‘Imran: 159).

Syeikh Asy-Syibli, seorang sufi sezaman dengan Al-Hallaj di awal abad ke-10 dalam puisi berikut: Setiap rumah yang engkau diami, tidak membutuhkan lampu samak sekali, dan pada hari ketika bukti-bukti dibawakan, maka buktiku adalah wajahmu”. 

Di samping sebagai cahaya spiritual yang sanggup menyinari jiwa-jiwa manusia yang dahaga, Muhammad juga merupakan sandaran yang ampuh yang menghubungkan antara manusia kebanyakan dengan Tuhan. Karena itu dia disebut barzakh, perantara.

Maka tak salah, kalau pada hari kebangkitan, ketika bukti-bukti amal ditampakkan oleh Tuhan, al-Syibli – dan kita semua – berharap untuk dilumuri cahaya Nabi Junjungan itu, untuk dapat meraup syafaat beliau. Amin.
Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad, shallu ‘ala n-Nabi Muhammad. Saw.
 
*)Prof. Dr. H. Ahmad Rofiq, MA., Wakil Ketua Umum MUI dan Direktur LPPOM-MUI Provinsi Jawa Tengah, Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum dan Pascasarjana UIN Walisongo Semarang, Ketua Dewan Pengawas Syariah (DPS) Rumah Sakit Islam-Sultan Agung, dan Koordinator Wilayah Indonesia Tengah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Pusat.***

You Might Also Like

Pekerjaan Milenial, Asik dan Menghasilkan Cuan
Rahasia di Balik Nikmatnya Ramadhan
Ramadhan Segera Tinggalkan Kita
Pelajaran dari Cabang Karya Ilmiah Alquran MTQN Korpri Padang, Prof Ahmad Rofiq: Goalnya Ini…
Bapak Rumah Tangga Istri Sepakat, Stay Dad Home Sah asal Alasannya Ini
TAGGED:bulan nabigagasanmarhabanMaulidmaulud nabinabi muhammad sawopiniRabi’ul Awwal
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Pembekalan kepada 10 pemuda Banyumas yang akan bertugas sebagai Ajudan Milenial Bupati Banyumas, digelar di Aula BKPSDM Kabupaten Banyumas, 7 Oktober 2021. Ajudan Milenial, Ajarkan Pemuda Mengenai Tugas Ajudan dalam Dampingi Kegiatan Bupati Banyumas
Next Article Drama Korea Squid Game, Mengapa Orang Mau Melakukan Permainannya? Jawabnya Ada di Sini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Azzahra, Pramuka Garuda SMA Negeri 1 Banjarnegara: Sang Juara Eagle Scout Penegak Putri 2026,
Banjarnegara Jateng
Zulfikar Al Habsy, Sosok Pemuda Inspiratif Banjarnegara Lolos Paskibraka Provinsi Jawa Tengah
Pendidikan
Pramuka Garuda Penegak SMA Negeri 1 Banjarnegara Bersiap Diri dalam Lomba ESA Tingkat Provinsi Jawa Tengah
News
68 Peserta Resmi Ikuti Pradana Wiyata Permadani Banjarnegara Angkatan XIII
Banjarnegara
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?