By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Puncak HSN di MAJT, Habib Umar: Santri Harus Setia Jaga NKRI
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Banjarnegara

Puncak HSN di MAJT, Habib Umar: Santri Harus Setia Jaga NKRI

Deny Kurniawati
Last updated: 22 Oktober 2021 16:08 16:08
By Deny Kurniawati
5 Min Read
Share
Peringatan HSN 2021 di MAJT Semarang
SHARE

OPINIJATENG.com – Habib Umar Al Muthohar, Pengasuh Pondok Pesantren Al Madinah Cepoko, Gunungpati, Semarang menyatakan santri harus setia menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Santri adalah personal yang siap membangun relasi dengan para kiai atau ulama dalam kondisi apa pun. Selain itu, santri juga siap menerima arahan dan menjalankan bimbingan para kyai atau ulama,” kata Habib Umar saat menyampaikan mauidhoh hasanah di serangkaian acara puncak peringatan Hari Santri Nasional Ke-6 Tahun 2021 yang digelar Takmir Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang, Jumat 22 Oktober 2021.

Di Ruang Sholat Utama MAJT Semarang, Habib Umar Al-Muthohar menambahkan, “Disebut santri kalau mereka selalu membangun relasi dengan kyai. Tidak hanya membangun relasi sesaat untuk suatu kepentingan,” kata Habib Umar Al-Muthohar.

Lebih jauh Habib Umar menjelaskan banyak kejadian yang berkaitan dengan kepentingan termasuk terutama kepentingan politik.

Sesudah kepentingannya tercapai, jelasnya, melenggang tak menghiraukan lagi rajutan silaturrohim yang dibangun dengan kiai atau ulama.

Santri, harus selalu mendengarkan arahan dan bimbingan para kiai. Karena itu, hidupnya lebih terarah dan tidak mudah diombang-ambingkan keadaan duniawi.

“Dengan mendengarkan arahan dan bimbingan kiai, santri setelah sukses dalam kehidupan sosialnya, baik sebagai pengusaha, pejabat, public figure maupun karyawan biasa, tetap saja santri membangun relasi dan mendengarkan arahannya. Membangun relasi dengan kyai tidak hanya sesaat, melainkan kontinyus berkelanjutan,” tandas Habib Umar Al-Muthohar.

Habib Umar menjelaskan ada empat pilar kehidupan sosial sebagaimana disampaikan Ali bin Abu Tolib.

Pertama, orang alim yang mau mengamalkan dan membagikan ilmunya kepada orang lain.

Kedua, orang yang mau selalu belajar atau mengkaji sesuatu yang belum ia pahami.

Ketiga, orang yang mau menasarufkan hartanya untuk kemaslahatan ummat.

Keempat, orang faqir yang tetap kuat imannya.

Dengan berada di salah satu pilar itu saja, lanjut Habib Umar, konstribusi seseorang sudah cukup besar dalam rangka ikut menata keamanan dan kenyamanan sosial masyarakat.

“Kiai itu penjaga keimanan, polisi penjaga keamanan. Lha kalau masyarakat terutama para santri tetap berpegang teguh pada kesantriannya, kloplah kondisi masyarakat. Apalagi santri selalu siap berada di posisi mana pun. Pasti aman, tenteram dan terkendali.”

Puncak peringatan Hari Santri ke-6 Tahun 2021 yang digelar MAJT bukan hanya diikuti jajaran pengurus dan karyawan, namun juga diikuti sejumlah santri dari berbagai pondok pesantren, tokoh masyarakat, dan wartawan.

Bahkan Ormas Pasukan Garuda Nusantara (PGN) dan FKPPI berbaur dengan para santri mensukseskan upacara Hari Santri Nasional (HSN) di MAJT.

Ketua Pelaksana Pengelola MAJT, Prof Dr KH Noor Ahmad MA selaku inspektur upacara HSN menekankan, santri punya peran yang sangat besar dalam rangka mempertahankan agama dan NKRI. Santri sebagai ideologi untuk mempertahankan NKRI, Pancasila, UUD 1945 dan kebinekaan Indonesia, sehingga sumber santri adalah Islam moderat yang selalu menegakkan toleransi kebinekaan.

”Dengan dasar ini, maka apa yang dituangkan dalam janji santri tersebut memperlihatkan bahwa kapan pun selagi masih ada santri NKRI akan tetap tegak berdasarkan Pancasila dan UUD ’45,” tegas Prof Noor Ahmad.

Prof Noor mengingatkan, santri harus memiliki satu cita-cita yang sangat tinggi, karena ke depan apa yang akan terjadi di Indonesia terkait pertarungan ideologi kita tidak tahu. Oleh karena itu santri harus mengambil peran strategis, agar NKRI tetap terjaga utuh dan bersatu.

”Tanpa santri, maka tentu ada yang perlu dipertanyakan apakah ideologi, Islam moderat, Pancasila dan UUD ’45 masih seperti sekarang ini atau tidak. Selain itu santri memiliki ilmu yang instan, maka santri adalah pemikir karena ilmunya bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Prof Noor Ahmad.

Sejumlah tokoh masyarakat hadir di antaranya, Slamet Prayitno, mantan Kaditsospol Provinsi Jateng, KH Eman Sulaiman, panitia HSN, KH Ahmad Hadlor Ihsan, Ketua Takmir PP MAJT yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al Islah, Mangkang, Kota Semarang, Wakil Ketua PP MAJT, KH Hanif Ismail Lc, Sekretaris PP MAJT KH Muhyiddin MAg, H Isdiyanto Isman, Ketua HSN MAJT, dan Ketua Umum Patriot Garuda Nusantara (PGN) Hafidh Iwan Cahyono SH, yang sekaligus mengerahkan anggotanya mengikuti upacara HSN.

Sekretaris PP MAJT, KH Istajib AS yang didapuk menjadi pembaca resolusi jihad mengakui, peringatan HSN ke-6 ini makin meriah.

Usai upacara HSN dilanjutkan istighotsah yang dipimpin oleh KH Achmad Hadlor Ikhsan dan doa oleh KH Hanif Ismail Lc.***

You Might Also Like

Ratusan Siswa SD Ikuti Lomba MAPSI Tingkat Kabupaten Banjarnegara, Inilah Juaranya
Rekonstruksi Kasus Mutilasi Ungaran, Polisi Temukan Fakta Baru
Prof Noor Achmad: Baznas Menyalurkan Ambulans Kepada 4 Institusi
Ketua PW DMI Jateng Prof Ahmad Rofiq Akan Safari Tuntaskan Legalitas Tanah dan Aset Masjid Mushola se Jateng
Siapa Saja Pendamping Heling Suhono, Berikut Hasil Konferensi Kabupaten PGRI Banjarnegara Masa Bakti XXIII
TAGGED:Hari Santri Nasional ke 6 2021HSNMAJTMasjid Agung Jawa Tengah Semarangupacara Hari Santri Nasional ke 6 2021
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Menyabet Asian Star Prize, Amanda Manopo Bareng Bae Suzy Menang Seoul Drama Award 2021
Next Article Semarak Upacara Hari Santri Nasional 2021 Diselenggarakan Hari Ini di Halaman Balai Kota Semarang
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Azzahra, Pramuka Garuda SMA Negeri 1 Banjarnegara: Sang Juara Eagle Scout Penegak Putri 2026,
Banjarnegara Jateng
Zulfikar Al Habsy, Sosok Pemuda Inspiratif Banjarnegara Lolos Paskibraka Provinsi Jawa Tengah
Pendidikan
Pramuka Garuda Penegak SMA Negeri 1 Banjarnegara Bersiap Diri dalam Lomba ESA Tingkat Provinsi Jawa Tengah
News
68 Peserta Resmi Ikuti Pradana Wiyata Permadani Banjarnegara Angkatan XIII
Banjarnegara
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?