14 Desember 2025 23:10

Jejak Tradisi Pandai Besi Terungkap di Dusun Karang Pace, Desa Gumelem

0
Jejak Tradisi Pandai Besi Terungkap di Dusun Karang Pace, Desa Gumelem

Jejak Tradisi Pandai Besi Terungkap di Dusun Karang Pace, Desa Gumelem

OPINIJATENG.COM – Jejak tradisi Pandai Besi terungkap di Dusun Karang Pace, Desa Gumelem.

Peninggalan kerajaan Mataram Islam di Banjarnegara masih terpelihara di Dusun Karang Pace, Desa Gumelem. Salah satu peninggalannya adalah tradisi batik Gumelem yang sudah banyak diketahui.

Namun, masih ada peninggalan Kerajaan Mataram Islam yang belum terungkap, salah satunya tradisi pandai besi. Tradisi pandai besi terungkap di Dusun Karang Pace, Desa Gumelem.

BACA JUGA : Kunci Jawaban Tema 6 Kelas 6 Halaman 14, 15, 16, 19 Pembelajaran 3 Sub Tema 1 Masyarakat Peduli Lingkungan

Seorang guru SMPN 1 Mandiraja yang tengah menjalankan Program Organisasi Penggerak (POP) tertarik dan mencoba memfilmkan tradisi itu.

Mereka merekam aktivitas Sukin yang merupakan pandai besi tertua di Dusun Karang Pace, Desa Gumelem, Sabtu, 20 November 2021.

Menurut Sukin, keberadaan seni menempa logam menjadi alat-alat pertanian atau bedama telah dimulai sejak zaman Kademangan Gumelem. Sukin sendiri merupakan generasi ke tujuh.

BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 26

“Kegiatan ini berjalan beriringan dengan seni pembuatan keris. Sehingga, ada dua jenis penempa logam yang ada pada masa itu, yaitu empu pembuat bedama dan empu pembuat keris.” ungkap Sukin.

Kegiatan ini dilakukan secara turun temurun, tidak heran jika banyak penduduk Dusun Karang Pace, Desa Gumelem yang bekerja sebagai pembuat bedama.

Guru SMPN 1 Mandiraja Dian Agustin mengatakan bahwa dia ingin mengangkat tema ini supaya nantinya para siswa mampu memahami, peninggalan Mataram Islam tidak hanya ada di wilayah Yogyakarta atau Solo saja, akan tetapi ada di Banjarnegara.

BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 25

“Ada nilai karakter yang ingin kami tanamkan tentang kemandirian. Harapannya setelah film ini jadi dan ditonton seluruh siswa, mereka termotivasi untuk berdikari sebagaimana warga Dusun Karang Pace.” sambung Dian Agustin Guru SMPN 1 Mandiraja.

Produser film ini adalah seorang kepala SMPN 1 Mandiraja bernama Sulaiman.

Produser film mengatakan, setelah sekolahnya menjadi sasaran POP, dia semakin bersemangat untuk memperbanyak konten pembelajaran audiovisual di sekolahnya.

“Ini sejalan dengan apa yang sedang saya kembangkan. Kita ingin para siswa memiliki literasi digital yang baik dan berkarakter. Karena ini zaman digital, maka pembelajaran kita pun harus menuju ke arah sana.” kata Sulaiman.

Demikian akhirnya jejak tradisi pandai besi terungkap di Dusun Karang Pace, Desa Gumelem. (dim).***

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *