By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Ketua IDI Banjarnegara: Waspada Kasus Demam Berdarah Mulai Meningkat
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • World
  • Economy
  • Business
  • Industry
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Jateng

Ketua IDI Banjarnegara: Waspada Kasus Demam Berdarah Mulai Meningkat

Sri Setiyowati
Last updated: 22 November 2021 12:15 12:15
By Sri Setiyowati
2 Min Read
Share
Ketua IDI
Ketua IDI Banjarnegara dr Agus Ujianto/ Humas RSI Banjarnegara
SHARE

OPINIJATENG.COM– Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Banjarnegara menyampaikan supaya masyarakat waspada terhadap kasus demam berdarah yang kini mulai mengalami peningkatan.

Kasus demam berdarah di wilayah Banjarnegara mengalami peningkatan dan masyarakat diminta mulai waspada dan meningkatkan kekebalan tubuh.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua IDI Banjarnegara dr Agus Ujianto. Menurutnya virus demam berdarah tidak ada obatnya. Kekebalan tubuh manusia sendiri yang dapat melawan penyebaran vektornya.

BACA JUGA :Anak Usia Lebih Dari 4 Tahun Jangan Dipaksa Tidur Siang, Kenapa?

“DBD menular melalui hewan dan tidak menular melalui antar manusia,” kata dr Agus Ujianto Senin 22 November 2021.

Dalam penjelasannya, proses masuknya virus ke dalam tubuh manusia melalui nyamuk dan diinangkan di dalam tubuh manusia.

Virus berkembang biak dan menyerang pembuluh darah manusia sehingga ada gangguan di pembuluh darah, trombosit berkurang, akibatnya bisa anemia atau kurang darah karena pembuluh darah pecah.

“Jika pembuluh darah pecah dapat mengakibatkan muntah darah, berak darah bahkan pembuluh darah di paru-paru dan organ lainnya juga rusak. Bisa membawa kegawatan dan kematian,” jelas dr Agus.

BACA JUGA :Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 28

Menurutnya, tenaga kesehatan memiliki tugas agar tidak terjadi keterlambatan dan kegawatan.

Proses berkembangnya virus dalam tubuh sekitar 1 sampai 10 hari siklusnya. Saat paling berbahaya adalah hari keempat sampai ketujuh.

“Ini menjadi tanggung jawab bersama. Pertama bagaiman agar tidak menular dan tenaga kesehatan adalah pengawal agar tidak terjadi shock dan tidak terjadi kematian,” tambahnya.

Seperti diketahui, Banjarnegara mengalami kenaikan jumlah pasien demam berdarah. Berdasarkan data dari Rumah Sakit Islam Banjarnegera selama bulan Juli sebanyak 7 kasus, Bulan Agustus 9 kasus, Bulan September 17 kasus, Oktober 15 kasus dan minggu terakhir November 12 kasus. (Sumber Humas RSI Banjarnegara)***

You Might Also Like

Lindungi Konsumen, Bupati Banyumas dan BPOM Sidak Pasar
Kiai Darodji Imbau Umat Geser Rekening ke Syariah
Kodim Purbalingga Bersihkan Aliran Air Cegah Banjir di Momen Hari Infanteri
Gelar Apel Tiga Pilar, Pemkab Cilacap Antisipasi Jelang Nataru
Baznas akan Luncurkan 1.000 Gerobak Ayam ZChicken
TAGGED:Banjarnegarademam berdarahdr Agus UjiantoIDIKasusPeningkatanRumah Sakit Islam
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Deep sleep Anak Usia Lebih Dari 4 Tahun Jangan Dipaksa Tidur Siang, Kenapa?
Next Article YPI Nasima Semarang Kerja Sama dengan Cambridge University YPI Nasima Semarang Kerja Sama dengan Cambridge University
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Tim pemasaran berdiskusi menganalisis data dan grafik bisnis menggunakan laptop dalam rapat strategi marketing.
Jangan Asal Promosi! Ini Strategi Marketing yang Bisa Membantu Bisnis Lebih Dikenal Pelanggan
Jateng Marketing
Ilustrasi fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik dengan bangunan industri dan cerobong di kawasan hijau.
Sampah Kota Bisa Jadi Listrik, tetapi Mengapa Kebiasaan Warga Tetap Menentukan?
Environment Jateng
Gajah Sumatra bertaring panjang berdiri di tengah hutan tropis yang rimbun.
Hutan Bukit Tigapuluh Bukan Sekadar Rumah Satwa, Masa Depan Masyarakat Juga Dipertaruhkan
Environment Jateng
Sampah plastik dan limbah rumah tangga menumpuk di sepanjang pantai hingga mencemari kawasan laut.
Laut Rusak, Siapa yang Paling Merasakan Dampaknya? Nasib Nelayan dan Masa Depan Pangan Indonesia
Environment Jateng
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?