By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 105
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Ruang Ekspresi

Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 105

Arifin
Last updated: 9 Februari 2022 07:18 07:18
By Arifin
3 Min Read
Share
SHARE

Sejak Minggu 24 Oktober 2021, OPINIJATENG.COM menyajikan novel “Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang” karya Wardjito Soeharso, novelis asal Kota Semarang, secara bersambung (serial). Semoga bermanfaat. (red)

Wardjito Soeharso

OPINI JATENG –

Begitupun, bila di kantor, mereka bersikap biasa di depan Agung, Dewi, dan karyawan lainnya.

Hanya saja, bila mereka pergi berdua menemui pelanggan atau untuk keperluan yang lain, sekarang mereka memilih pergi berdua saja.

Dan bila mereka pergi berdua, dipastikan memakan waktu lama.

Bahkan sering tidak kembali lagi ke kantor.

Pak Anwar, sopir keluarga, lebih banyak duduk menganggur main catur dengan satpam kantor perusahaan.

Pak Anwar diajak mengantar Lita, hanya bila Iben sedang kuliah, sementara Lita harus keluar menemui pelanggan.

BACA JUGA: Gebrakan Baru, Agenda HPN 2022 Tingkat Jateng Dapat Apresiasi

Rencana kedatangan Theo benar-benar membuat Lita galau gelisah.

Malam ini, setelah Mbok Siti membereskan meja makan usai makan malam, Lita dan Iben ngobrol di ruang depan sambil nonton televisi.

“Ben, ayah Jum’at sore besok mau pulang. Katanya ada Rapat Kerja Nasional partai di Semarang. Jadi agak lama berada di Semarang. Sampai akhir minggu pekan depan.” kata Lita memulai pembicaraan.

“Hm, seminggu di sini? Itu berarti aku harus kembali jadi kutu buku di perpustakaan. Dan kamu kembali jadi istri yang manis melayani suami di rumah.” Iben menjawab agak ketus.

Lita menghela nafas.

Dia bisa memahami perasaan Iben.

Tentu Iben sama gelisah galaunya dengan dirinya.

Kedatangan Theo benar-benar duri yang menyakitkan bagi mereka berdua.

“Ini sudah jadi risiko kita, apapun harus kita hadapi dengan pikiran dingin. Harus ada solusi agar semua tetap berjalan dengan baik.”
Lita mencoba mengajak Iben berpikir lebih dewasa.

BACA JUGA: Ketua PW Muhammadiyah Jateng Raih Doktor Studi Islam

“Di mataku, ayah adalah suami dan lelaki yang tidak punya tanggung jawab terhadap keluarga. Ibuku disiksa lahir batin sampai mati ngenes. Apakah ayah bersedih saat ibuku mati? Tidak! Kematian ibu sama sekali tidak ada artinya. Ayah masih tetap tidak berubah. Bahkan baru tiga bulan ibu mati, dia sudah membawamu ke rumah ini untuk diperkenalkan kepada kami, tiga anak lelakinya yang sedang tumbuh jadi lelaki dewasa juga.”

Iben berhenti sejenak.

Wajahnya tegang.

Merah.

Gerahamnya berbunyi gemeretak, menahan emosi yang tampaknya akan semakin memuncak.

“Shsst….jangan keras-keras. Mbok Siti bisa mendengar dari belakang.” Lita mengingatkan.

BACA JUGA: Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 104

“Ayah egoist! Dia membuat ibu sakit. Dia yang membuat ibu mati. Ibuku yang menjadi pelindungku, ibuku yang paling tahu dan menyediakan kebutuhanku. Dalam hidupku, hanya ada ibu. Ayah aku anggap tidak pernah ada. Kalau pun sesekali dia pulang, aku menganggapnya hanya sebagai tamu yang menginap satu dua malam. Habis itu akan pergi lagi. Tidak meninggalkan apa-apa. Tapi, dia telah membuat ibu mati! Dia telah membunuh ibu! Aku benci. Benci!”

Iben sudah berteriak.

KOMENTAR : weesenha@gmail.com***

You Might Also Like

Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 101
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 76
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 133
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 10
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 80
TAGGED:Di Balik Bayang-bayang Kasih SayangnovelWardjito Soeharso
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Siswa siswi SD Isriati 1 Semarang SD Isriati 1 Semarang Lahirkan Calon Saintis Internasional
Next Article Ketua PW Muhammadiyah Jateng Raih Doktor Studi Islam
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Azzahra, Pramuka Garuda SMA Negeri 1 Banjarnegara: Sang Juara Eagle Scout Penegak Putri 2026,
Banjarnegara Jateng
Zulfikar Al Habsy, Sosok Pemuda Inspiratif Banjarnegara Lolos Paskibraka Provinsi Jawa Tengah
Pendidikan
Pramuka Garuda Penegak SMA Negeri 1 Banjarnegara Bersiap Diri dalam Lomba ESA Tingkat Provinsi Jawa Tengah
News
68 Peserta Resmi Ikuti Pradana Wiyata Permadani Banjarnegara Angkatan XIII
Banjarnegara
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?