By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 21
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Ruang Ekspresi

Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 21

Arifin
Last updated: 12 November 2021 15:52 15:52
By Arifin
5 Min Read
Share
SHARE

Sejak Minggu 24 Oktober 2021, OPINIJATENG.com menyajikan novel “Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang” karya Wardjito Soeharso, novelis asal Kota Semarang, secara bersambung (serial). Semoga bermanfaat. (red)

Wardjito Soeharso

OPINIJATENG.COM –

Aku masih ingat ketika Kak Ikang pulang setelah lulus SMA di Boston. Dia berlibur selama hampir dua bulan.

Dia juga sudah diterima di universitas ternama, Boston College, katanya.

Dia mengambil jurusan Manajemen Bisnis, sesuai keinginan ayah.

Selama Kak Ikang di rumah, hampir tidak pernah akur dengan Kak Ibas.

Selalu ada hal-hal kecil yang jadi bahan ribut di antara mereka.

“Hahaha… adik-adikku sangat lucu, yang satu menghabiskan hidup dengan gitarnya dan yang satunya dengan buku-bukunya, sungguh membosankan,” ucap Kak Ikang sambil mabuk.

Saat itu, Kak Ikang pulang dari luar rumah, jalan agak sempoyongan.

“Hahaha… kakakku sungguh menyedihkan, bodoh! Kebahagiaanmu itu kematianmu,” begitulah kata Kak Ibas sinis pada Kak Ikang.

Aku hanya bisa melihat mereka bertengkar dari balik pintu.

Aku takut saat Kak Ikang sedang mabuk dan aku takut saat Kak Ibas sedang marah.

Aku membatalkan niatku untuk keluar pintu menuju ruang tengah.

BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 1
BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 2
BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 3
BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 4
BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 5
BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 6
BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 7
BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 8
BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 9
BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 10
BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 11
BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 12
BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 13
BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 14
BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 15
BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 16
BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 17
BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 18

Tapi Kak Ibas menyadari keberadaanku.

“Apa hanya minum saja yang bisa kakak lakukan, kenapa tidak mencoba narkoba sekalian. Jadilah pecandu! Habiskan uang ayah. Aku akan bahagia melihatnya,” Kak Ibas kemudian pergi sambil menenteng gitarnya dan aku mengikutinya.

Begitulah hubungan yang terjadi di antara kedua kakakku.

Ibaratnya seperti anjing dan kucing.

Keduanya selalu saling memandang salah pada setiap gerak dan sikapnya.

Akhirnya, akupun harus ikut terseret pada arus persaingan atau pertikaian itu.

Dan aku tentu lebih berpihak pada Kak Ibas.

Setelah Kak Ikang pergi ke Boston, aku dan Kak Ibas merasa lebih tenang di rumah.

Tapi situasinya berbeda dengan ibu.

Kepergian Kak Ikang mengawali hilangnya kebahagiaan yang tersisa di keluargaku.

Tiap hari ibu mencoba berkomunikasi dengan Kak Ikang tapi jarang tersambung.

Lain kalau ayah yang menghubungi Kak Ikang.

Tidak ada hal lain yang bisa ibu lakukan selain menerima keadaan.

“Ikang meneleponmu kan? Dia baik-baik saja kan?” Tanya ibu pada ayah di saat makan malam.

“Dia menelepon dan menanyakan uang, dia baik-baik saja,” jawab ayah singkat.

Sebenarnya aku tidak pernah yakin jika ayah berkata kakakku ‘baik-baik saja’.

Aku tidak yakin ada komunikasi di antara keduanya karena ayah selalu sibuk dengan dunianya.

Aku, Kak Ibas, dan ibu yang selalu ada di rumah saja tak diacuhkan apa lagi yang jauh di Amerika.

Tapi ayah selalu menganggap dirinya orang yang paling peduli dengan Kak Ikang karena dia tidak pernah telat memberi uang dan membayarkan tagihan kartu kredit kakakku yang terkadang jumlahnya tak bisa kubayangkan. (bersambung)

KOMENTAR : weesenha@gmail.com***

You Might Also Like

Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 75
Aan Si Pengendali Air
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 29
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 22
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 50
TAGGED:Di Balik Bayang-bayang Kasih SayangnovelWardjito Soeharso
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Dua Megaproyek Bendungan Abad 20 di Banjarnegara Jadi Film Dokumenter Dua Megaproyek Bendungan Abad 20 di Banjarnegara Jadi Film Dokumenter
Next Article Nadiem Makarim Tanggapi Tudingan Legalkan Seks Bebas melalui Permendikbudristek 30
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Azzahra, Pramuka Garuda SMA Negeri 1 Banjarnegara: Sang Juara Eagle Scout Penegak Putri 2026,
Banjarnegara Jateng
Zulfikar Al Habsy, Sosok Pemuda Inspiratif Banjarnegara Lolos Paskibraka Provinsi Jawa Tengah
Pendidikan
Pramuka Garuda Penegak SMA Negeri 1 Banjarnegara Bersiap Diri dalam Lomba ESA Tingkat Provinsi Jawa Tengah
News
68 Peserta Resmi Ikuti Pradana Wiyata Permadani Banjarnegara Angkatan XIII
Banjarnegara
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?