Keuangan Syariah akan Jadi Primadona di Indonesia
HALAQAH NU: Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI Prof Dr Noor Achmad, Mantan Mendiknas yang juga Rais Syuriyah PBNU Prof Dr Muhammad Nuh, Wakil Rais Syuriyah PWNU Jateng KH Sholahuddin Masruri dan Ketua PWNU Jateng Drs KH Muzamil berbincang-bincang usai Halaqah dan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) NU se-Jateng di Convention Hall Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Jalan Gajahraya Semarang, Kamis malam (10/2).
OPINIJATENG.COM – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI Prof Dr Noor Achmad MA keuangan syariah akan menjadi primadona di Indonesia.
‘’Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin mendorong hingga 2024, keuangan syariah di Indonesia mencapai 25 persen dari keuangan konvensional,’’ katanya.
Dia mengatakan hal itu dalam Halaqah Nahdlatul Ulama (NU) dan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) se-Jawa Tengah di Convention Hall Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Jalan Gajahraya Semarang, Kamis malam (10/2).
Halaqah yang dimoderatori Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Prof. Dr Musahadi, menghadirkan pembicara Prof. Dr Noor Achmad, mantan Mendiknas dan Rais Syuriyah PBNU Prof Dr Muhammad Nuh dan Kepala Departemen Politik dan Pemerintahan Universitas Gajah Mada (UGM) Dr Abdul Ghofar Karim.
Menurut Noor Achmad yang juga Ketua Yayasan Wahid Hasyim Semarang, menghadapi era keuangan syariah, kader-kader NU harus menyiapkan diri untuk mempunyai kualifikasi sesuai dengan tuntutan keadaan.
‘’Sayangnya hampir semua organisasi atau lembaga mengalami empat masalah yaitu kelembagaan, sumber daya manusia (SDM), infrastruktur dan jaringan. Banyak organisasi yang kurang professional, infrastruktur era digital ya harus disiapkan kader-kader yang mumpuni. Kami di Baznas juga mengalami empat hambatan itu,’’ katanya.
BACA JUGA : Pameran Produk UMKM NU, Hendi Sarankan Berbasis Digital
Sementara itu Prof Dr Muhammad Nuh mengatakan, menghadapi 100 tahun usai Nahdlatul Ulama, orang-orang NU sedang naik ke atas baik secara intelektual, ekonomi maupun politik.
‘’Tiga puluh tahun lalu susah mencari professor dari NU. Sekarang sudah banyak. Jatim dari dulu hingga sekarang tidak pernah punya Gubernur dari NU, sekarang NU demikian pula Wali Kota Surabaya,’’ kata mantan Ketua Dewan Pers itu.
Karena itu M Nuh menyarankan agar ‘’rumah NU’’ diperluas dan diperbesar. ‘’Sebab kalau NU tidak mampu menampung anak-anak NU yang sedang naik ke atas, mereka akan indekos di tempat lain. Kalau sudah indekos mereka akan dikawinkan dengan anak ibu kos dan yang sangat berbahaya kartu keluarga (KK) akan berubah tidak NU lagi. Ini sangat berbahaya. Rumah NU harus diperbesar dan diperluas untuk menampung anak-anak yang sedang tumbuh,’’ tegasnya.
Sementara itu dalam pidato Harlah Ke-99 NU yang disampaikan secara virtual dalam pembukaan Muskerwil dan Peringatan Harlah Ke-99 NU, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf mengatakan berbagai program kerjasama yang disiapkan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama pemerintah akan segera dibreackdown dan direalisasikan di daerah.
Untuk itu diharapkan cabang-cabang NU untuk bersiap menindaklanjutinya. Sejumlah kesepakatan telah diambil PBNU bersama sejumlah kementerian saat pengukuhan PBNU masa khidmah 2022-2027 di Balikpapan Kalimantan Timur beberapa waktu lalu.
“Kesepakatan itu akan segera dieksekusi, yang terdekat dengan kementerian Kelautan dan Perikanan dan Kementerian Lingkungan Hidup,” kata Gus Yahya.
Menurutnya, program dua kementerian itu akan segera membreackdown program peremajaan perkebunan sawit, rehabilitasi perkampungan nelayan, pemberdayaan hutan sosial dengan melibatkan nahdliyyin.
Program-program itu, lanjutnya, akan dibreackdown di 200 cabang NU yang sebagian besar direalisasikan di luar Jawa. Untuk Jawa Tengah akan dijadikan sasaran kerjasama dengan kementerian BUMN, karena sudah memiliki koperasi yang berhasil mengembangkan usahanya melalui
BACA JUGA :Bantu Pasien Bibir Sumbing, LSM GMBI Datangi RSI
Rais Syuriyah PWNU Jateng KH Ubaidullah Shodaqoh dalam khotbah iftitah mengatakan PWNU Jateng siap bekerja sama dengan pihak manapun termasuk dengan pemerintah sepanjang bertujuan untuk kemaslahatan umat.
Menurutnya, kesiapan NU Jateng untuk membangun kemitraan selain didukung dengan kesiapan lembaga juga ditopang dengan ketersediaan data yang dikelola oleh manajemen Sistem Informasi Strategis Nahdlatul Ulama (SISNU).
Melalui SISNU, kata Gus Ubed potret data potensi nahdliyyin bisa diketahui, sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk mengambil berbagai keputusan organisasi.
Muskerwil dan Peringatan Harlah Ke-99 NU yang dibuka gubernur Jateng H Ganjar Pranowo dimeriahkan dengan bazar dan ekspo UMKM Nahdliyyin yang dibuka Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.***
