By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Waspada Kedengkian dan Bersabar atas Kenikmatan-Mu
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Gagasan

Waspada Kedengkian dan Bersabar atas Kenikmatan-Mu

Arifin
Last updated: 8 Maret 2022 09:22 09:22
By Arifin
4 Min Read
Share
Prof Ahmad Rofiq
Prof Ahmad Rofiq
SHARE

OPINIJATENG.COM – Sedulur dan Sahabatku, semoga di pagi ini Allah melimpahkan kita kebaikan, siang nanti kebahagiaan, dan sore nanti keberuntungan.

Mari kita syukuri semua karunia Allah yang senantiasa menyayangi kita, kita sehat afiat dan berlimpah nikmat dan kenikmatan.

Shalawat dan salam kita senandungkan pada Baginda Raaulullah saw. Semoga semua urusan kita dimudahkan oleh Allah dan kelak di akhirat kita mendapat syafaat beliau.

BACA JUGA : 6 Hak Muslim yang Satu terhadap Muslim yang Lain Lengkap dengan Penjelasannya

Beberapa waktu lalu, saya menerima postingan kata bijak sahabat saya yang masih muda yang sudah berbaiat mengikuti tarekat yang dipimpin oleh ulama masyhur di Jawa Tengah.

Kata bijak itu “fa inna kulla dzî ni’matin mahsûd” artinya “…maka sesunguhnya setiap orang yang mendapatkan kenikmatan, (cenderung) akan didengki”.

Tampaknya, jika ada “virus senang melihat orang lain susah dan susah melihat orang lain senang” kemudian melanda sebagian saudara kita, seakan menjadi hal yang lumrah. Namun jadinya tentu salah kaprah.

Karena agama Islam mengajarkan kita, untuk senang apabila saudara kita berbahagia, dan sedih atau setidaknya kita berempati manakala saudara kita merasakan kesedihan.

Sesungguhnya dalam kehidupan kita sehari-hari perasaan solidaritas sosial warga negeri ini sangat tinggi. Demikian juga kedermawanan kita. Ketika ada bencana alam, maka kita bergerak cepat untuk menghimpun dan mengirimkan bantuan.

Tentu berbeda dengan ketika sedulurku menduduki jabatan, yang diduga banyak fasilitas dan atau imbalan tertentu, maka di situlah pepatah bijak di atas menjadi benar adanya.

BACA JUGA: Arab Saudi Resmi Cabut Aturan Karantina dan PCR, Dirjen PHU Selaraskan Aturan Umroh

Ada saja yang sibuk mencari cara untuk menjatuhkan sedulur, dengan berbagai cara, termasuk cara yang bisa menurunkan marwah lembaga yang dia berada di dalamnya.

Sedulur dan sahabatku, mari kita simak secara saksama,nasehat Rasulullah saw agar kita bisa hidup tenang (sakinah/thuma’ninah) dan bahagia, pertama: lupakan perbuatan baikmu kepada orang lain, agar kamu bisa terus berusaha berbuat baik dan kebaikan pada orang lain.

Ingatlah mereka itu saudaramu yang laksana satu jasad, apabila saudaramu sakit, maka anggota jasadmu, ikut merasakan sakitnya.

Kedua, ingatlah perbuatan jahat, kebencian, dan atau kesalahanmu, agar kamu bertekad untuk tidak mengulanginya lagi. Kebencian dan kedengkianmu pada saudaramu, akan memperberat timbangan amal burukmu.

BACA JUGA: Mengenal Marital Rape, Haramkah?

Sementara amal ibadahmu, belum tentu cukup memberikan jaminan pahalamu.

Ketiga, buanglah jauh-jauh kedengkianmu pada orang lain dalam urusan duniawi, karena kedengkianmu akan terus membakar hati dan fikiranmu, dan menjauhkan dirimu dari kebahagiaan dan ketenangan.

Keempat, kamu dianjurkan untuk iri kepada orang lain dalam soal ibadah kepada Allah, supaya kamu bisa terus berikhtiar untuk mendekatkan diri kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

Kata leluhur kita, “urip ning donya lirkadiyo mampir ngombe ngger” artinya “hidup di dunia ini laksana singgah untuk minum nak”, karena itu, buang dan sembuhkan penyakit hati dan fikiranmu, agar hidupmu tenang dan bahagia.

Jangan biarkan kedengkianmu itu menggerogoti jiwamu, hanya karena melihat orang lain mendapatkan kenikmatan atas jabatannya.

Kalaupun kamu belum bisa ikhlas mendukung dan ikut mensyukuri kenikmatan saudaramu, buanglah kebencianmu, dan janganlah kamu menghalanginya.
Meskipun kata bijak itu mungkin benar adanya, tetapi itu sesungguhnya pelajaran bagi kita.

BACA JUGA:Doa-doa agar Kamu Lebih Percaya Diri

Semoga kita dihindarkan dari penyakit dengki atas kenikmatan yang diterima sedulur dan saudara kita. Kita ikut bersyukur atas kenikmatan sedulur kita.

Allah a’lam bi sh-shawab.

*)Prof. Dr. Ahmad Rofiq, MA. Direktur LPPOM MUI Jawa Tengah, Ketua II YPKPI Masjid Raya Baiturrahman Semarang, Ketua DPS Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang.***

You Might Also Like

Kota Semarang Menyemai Pecinta Al-Qur’an
Siswa SMP Isriati Semarang Juara di World International Youth Invention and Innovation Award 2022
10 Oktober Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, Kesetaraan dalam Kesehatan Jiwa untuk Semua
Ketua PW DMI Jateng Prof Ahmad Rofiq Akan Safari Tuntaskan Legalitas Tanah dan Aset Masjid Mushola se Jateng
Prof Ahmad Rofiq: MTQMN Ke-XVII Upaya Kemendikbudristek Mencetak Generasi Qurani dan Talenta Emas
TAGGED:Prof Ahmad Rofiq
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 134
Next Article Berikan Pelayanan Prima, Menag dan Kemenag Bali Raih Penghargaan Kementerian PANRB
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Tumis buncis dengan wortel, irisan sosis, dan cabai merah yang disajikan dalam mangkuk cokelat.
Bingung Menyiapkan Menu Harian? Ini 7 Ide Tumisan Praktis yang Hemat Minyak dan Cocok untuk Keluarga
Jateng News
Martabak telur goreng berwarna keemasan dengan isian telur dan daun bawang, dipotong menjadi beberapa bagian.
Tak Perlu Beli di Pinggir Jalan, Martabak Telur Kulit Lumpia Ini Bisa Dibuat Sendiri di Rumah
Jateng News
Nasi goreng berbumbu dengan telur mata sapi, irisan cabai merah, daun bawang, dan sambal.
Tak Perlu Timbangan Dapur! Resep Nasi Goreng Takaran Sendok untuk Bekal Sekolah Anak
Jateng News
Sup ayam dengan wortel, kentang, dan sayuran dalam kuah bening hangat
Bingung Masak Apa Hari Ini? 3 Resep Sop Rumahan yang Hemat, Gurih, dan Mudah Dibuat
Jateng News
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?