17 April 2026 23:46

Literasi Kehamilan Sehat di Indonesia Masih Rendah, Agus Jatmika Soegiarto: Bisnis dan Edukasi Harus Imbang

0
sari 1

Agus Jatmika, CEO Klinik Kehamilan Sehat/Dok. Pribadi

OPINIJATENG.COM – Salah satu impian setiap pasangan yang menikah adalah memiliki anak. Ketika sudah terkabul dengan terjadinya kehamilan, sayangnya tak semua calon ibu memiliki pengetahuan yang baik mengenai proses kehamilan dan kelahiran.

Bantuan dokter spesialis kandungan dan staf klinik bersalin sangat diperlukan guna mendukung keselamatan ibu dan bayi dari mulai proses kehamilan sehat hingga kelahiran yang selamat.

BACA JUGA:Luar Biasa, 66 Lansia Antusias Mengaji di TPQ Plus Al-Qodar Semarang

Agus Jatmika Soegiarto, pemilik dari Klinik Kehamilan Sehat, mengatakan meski inginkan kehamilan terjadi, edukasi kehamilan masih rendah. Hal tersebut biasanya dialami bagi calon ibu yang hamil anak pertama.

Para ibu hamil tersebut cenderung mengambil edukasi yang sudah ada dengan mengakses via internet tanpa tahu sebenarnya apa yang tepat bagi dirinya saat hamil.

Agus Jatmika/Dok. Pribadi

“Kehamilan itu unik. Pola tidur unik. Pola makan unik. Pola stres pun unik,“ ujar Agus Jatmika.

Kondisi ibu hamil dan janinnya itu tak bisa didiagnosa atau disimpulkan tanpa adanya konsultasi pribadi dan pemeriksaan USG (Ultrasonografi). Keduanya hanya bisa didapat jika ibu hamil bertemu secara langsung dengan dokter kandungan.

Untuk itu, Kehamilan Sehat mempunyai 15 cabang klinik konsultasi yang dilengkapi dengan kehadiran dokter spesialis kandungan, alat USG 4G, fasilitas bersalin normal, laboratorium cek darah, aplikasi untuk janji temu, dan layanan staf klinik yang ramah.

BACA JUGA:Dirut RSI Sultan Agung Semarang Lepas Pegawai ke Tanah Suci: Jaga Kesehatan dan Fokus Beribadah

Selama ini, sebuah klinik kehamilan swasta identik dengan harga yang mahal, akan tetapi Agus Jatmika menyakinkan bahwa misinya bukan bisnis semata. Setelah menjalani bisnis pesalinan ini, makin besar apresiasinya pada kaum wanita dengan segala jerih payahnya menggandung dan melahirkan seorang bayi ke dunia.

Pengalaman Agus Jatmika dan istri sendiri baru dikaruniai seorang anak pada usia pernikahan yang kedelapan. Sungguh, Agus Jatmika tahu betul bagaimana usaha seorang pasangan dalam memiliki momongan.

Terkait literasi kehamilan sehat, Agus Jatmika menekankan bahwa tak mungkin mengetahui keadaan janin hanya dengan melihat ukuran perut sang ibu. Hal itu disebabkan, ukuran perut sangat bergantung pada pola makan ibu. Keluhan yang terjadi pada ibu bisa diceritakan tanpa pertemuan. Akan tetapi, keadaan janin hanya bisa dilakukan dengan lakukan USG secara teratur.

Pemeriksaan USG berguna untuk mengetahui posisi dan ukurannya janin yang tidak bisa hanya dengan konsultasi, baik secara tatap muka atau online.

BACA JUGA:Prodi Manajemen Dakwah UIN Walisongo Adakan Uji Tour Guide Bekali Mahasiswa sebelum Lulus

Kementrian Kesehatan RI dan WHO merekomendasikan minimal seorang ibu hamil lakukan USG empat kali dalam satu kehamilan. Satu kali masing-masing pada trimester pertama dan kedua, selanjutnya dua kali atau lebih di trimester ketiga.

Untuk kehamilan risiko tinggi (dibaca: resti), misal sudah berusia 40 tahun lebih, ibu hamil harus lebih sering mengecek kehamilannya dengan USG.

USG trimester pertama untuk mengetahui letak janin, apakah ada di dalam atau di luar kandungan. Selain itu, akan terlihat juga apakah kantung kehamilan berisi atau tidak.

Selanjutnya, USG trimester kedua akan memberikan informasi apakah kehamilan sehat, tak ada potensi penyakit bawaan pada janin.

Terakhir USG trisemester ketiga akan memberikan informasi jelang kelahiran. Salah satunya adalah mendapatkan indikator air ketuban yang cukup atau tidak selama kehamilan. Keseluruhan hal tadi tak bisa didapat tanpa pemeriksaan dengan mesin USG.

BACA JUGA:Bak Angioplasti, Gathering RSI Sultan Agung Semarang Begitu Cair, Mengalir, Segar, dan Renyah

Satu hal lagi tentang USG adalah harus bisa dikendalikan oleh seorang operator, dokter kandungan, yang kompeten. Dokter harus bisa sabar dan cekatan mengendalikan alat supaya mendapatkan foto janin yang paling optimal.

Kombinasi alat dan dokter kandungan yang prima inilah yang ditawarkan oleh Klinik Kehamilan Sehat milik Agus Jatmika.

Literasi kehamilan sehat lainnya akan erat kaitannya dengan pemenuhan gizi ibu hamil.

“Saya pikir stunting pada ibu hamil akan terjadi pada ibu dari keluarga dengan tingkat ekonomi bawah. Namun, saya salah. Stunting tidak ada kaitannya dengan tingkat ekonomi, melainkan edukasi selama kehamilan,“ ujar Agus Jatmika.

Angka stunting pada ibu hamil di Indonesia cukup tinggi. Stunting tidak berkaitan dengan banyaknya makanan yang dimakan ibu hamil, melainkan asupan gizi yang masuk dan bisa diserap oleh janin.

“Banyak makan, belum tentu janin sejahtera,” ujar Agus Jatmika lagi.

Pada saat hamil, kebanyakan ibu hamil Indonesia lebih mengedepankan karbohidrat. Padahal, bukan hanya itu saja yang mereka butuhkan. Ibu hamil butuh asam folat dan gizi seimbang yang tak semua bisa didapat dari makanan sehari-hari.

Oleh sebab itu, edukasi mengenai stunting pada ibu hamil ini pun kemudian mengandeng partner dari salah satu produsen susu kehamilan dengan membuatkan acara senam hamil dengan harga terjangkau.

BACA JUGA: Ittihad Jateng Pendidikan Kader Dai Angkatan XVI dan XVII Tingkat Wustho

Ketika ditanya mengapa harus berupa senam, Agus Jatmika menjawab bahwa pendekatan edukasi ini harus sifatnya menyenangkan dan bermanfaat. Senam hamil yang dibadrol dengan harga Rp10 ribu per sesi ini menjadi terjangkau. Tak cukup sampai di situ, ada daya tarik juga berupa pembagian hampers susu hamil dan sesi tanya jawab massal dengan dokter spesialis saat selesai senam.

Tak hanya konsumsi untuk kehamilan sehat, keadaan psikis seorang ibu hamil pun harus diperhatikan. Asupan gizi yang benar pun bisa membuat mood ibu hamil menjadi terkondisikan dengan baik. Sebagai contohnya saja, ketika kita sedang bete, kemudian setelah mengonsumsi coklat akan bahagia kembali.

Agus Jatmika/Dok. Pribadi

Pada kondisi psikis tertentu, misalnya dengan kadar stres berat, Klinik Kehamilan Sehat pun memberikan terapi berupa hipnoterapi kepada ibu hamil. Prinsip hipnoterapi adalah merangsang atau mengedukasi alam bawah sadar seseorang untuk melakukan perilaku tertentu.

Agus Jatmika Soegiarto sebagai pemilik memiliki sertifikat terapis hipnoterapi. Beberapa pasien yang butuh bantuan psikis akan ditangani oleh Agus Jatmika secara langsung.

Karena proses belajar yang lama dan biaya pembelajaran yang cukup mahal, sampai saat ini Agus Jatmika masih dalam proses mendidik tim terapis untuk bisa siap melayani hipoterapi di cabang-cabang Klinik Kehamilan Sehat yang sudah ada.

Dalam pengembangan bisnis, Kehamilan Sehat bertekad akan membuka 10 cabang baru di beberapa kota di Indonesia pada tahun ini.

BACA JUGA:Indonesia Darurat Kecelakaan Lalu Lintas, Pemerintah Diminta Cari Solusi yang Tepat

Harapan terbesar Agus Jatmika, Klinik Kehamilan Sehat bisa menjadi standar baru bisnis kehamilan. Sebagai bisnis, Klinik Kehamilan Sehat bisa memanusiakan pasien, memberikan pelayanan klinik rasa rumah sakit, dan harganya terjangkau.

Tidak hanya itu, sebagai agen kemanusiaan, Agus Jatmika Soegiarto dan Kehamilan Sehat bisa membantu pemerintah dalam usaha meraih generasi Indonesia Emas guna memastikan kehamilan para ibu Indonesia sehat dan bahagia.***

*) Agus Jatmika, CEO Klinik Kehamilan Sehat, sebuah klinik kehamilan dengan layanan terlengkap sejak tahun 2016. Terdapat 15 cabang tersebar di Jabodetabek, Bandung, Palembang, dan Surabaya. Informasi lengkap bisa diakses https://kehamilansehat.com/id/ atau Instagram @kehamilansehat.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *