By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Prof Ahmad Rofiq: Puasa Ramadhan Bentuk Kenikmatan Allah yang Dilimpahkan pada Hamba-Hamba-Nya – 1
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • World
  • Economy
  • Business
  • Industry
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Khazanah

Prof Ahmad Rofiq: Puasa Ramadhan Bentuk Kenikmatan Allah yang Dilimpahkan pada Hamba-Hamba-Nya – 1

Dwi Widiyastuti
Last updated: 1 April 2023 08:57 08:57
By Dwi Widiyastuti
7 Min Read
Share
Prof Ahmad Rofiq
SHARE

Oleh: Ahmad Rofiq*)

OPINI JATENG – Berbahagialah kita yang tahun ini bisa dengan khusyu’ dan ikhlas menjalankan ibadah puasa, karena puasa pada hakikatnya adalah suatu kenikmatan Allah SWT yang dilimpahkan pada hamba-hamba-Nya.

Puasa adalah wujud ketaatan hamba kepada Allah. Orang yang beriman dan berpuasa diberi pahala yang terbuka dan tidak terbatas.

Puasa langsung dibalas oleh Allah, diberi kemuliaan yang luas dan ridha-Nya, dan diberi hak masuk surga melalui pintu khusus yang disediakan bagi orang-orang yang berpuasa, yakni pintu Ar-Rayyan (Riwayat Al-Bukhari, Muslim, An-Nasai, dan At-Tirmidzi dari Sahal bin Saad, dari Nabi saw bersabda: “Sesungguhnya di dalam surga ada satu pintu yang disebut Ar-Rayyan. Orang-orang puasa memasukinya di hari kiamat, dan tidak dimasuki seorang pun selain mereka. Maka Ketika mereka sudah masuk, dikunci, maka tidak ada seorang pun masuk” (At-Targhib wa ast-Tarhib, 2: 82-83).

BACA JUGA:Prof Ahmad Rofiq: Simak Pidato Haji Wada’ terkait Toleransi dan Penguatan Moderasi Beragama

Puasa juga menjauhkan orang yang mengerjakannya dari siksa Allah Ta’ala. Puasa juga sebagai penebus dosa-dosa tahun terakhir. Puasa menjadikan seseorang menjadi bertaqwa, yakni menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Puasa merupakan jihad melawan hawa nafsu, meneguhkan keinginan dan memerangi syaithan; Puasa mengajarkan sifat dan prilaku amanah dan mendekatkan diri kepada Allah secara sembunyi maupun terang-terangan.

Karena tidak ada yang mengawasi pada orang yang puasa di dalam mencegah berbuat kebaikan kecuali Allah sendiri. Puasa juga menguatkan keinginan, meneguhkan tekad, mengajarkan kesabaran, menolong pembersihan hati, penguatan fikrian, dan memandu pemikiran.

Nasihat Luqman kepada putranya: “Wahai anakku, ketika terpenuhi lambung, maka tidurlah pemikiran, hilanglah kearifan, berhentilah anggota badan dari ibadah”.

BACA JUGA:Jokowi Resmikan Jalur Pertama KA Trans Sulawesi di Stasiun Maros, Lebaran Ada yang Beda

Puasa mengajarkan keteraturan dan kedisiplinan, karena orang yang puasa dipaksa memperoleh makanan dan minuman dalam waktu yang sudah ditentukan. Puasa membangun rasa solidaritas dan persatuan kaum Muslimin di timur dan di barat.

Mereka berpuasa dan berbuka dalam waktu yang satu, karena Tuhan mereka satu dan ibadah mereka disatukan. Puasa meningkatkan manusia akan kelembutan kasih sayang dan persaudaraan, dan membangun sensitivitas saling sepenanggungan dan tolong menolong. Rasa lapar dan haus membangkitkan perasaan sepenanggungan untuk meningkatkan solidaritas, terutama saling membantu dan tolong menolong.

Puasa merupakan perbuatan memperbaharui kehidupan manusia dengan memperbaharui sel dan regenerasi sel lama, mengistirahatkan lambung dan sistem pencernaan, dietnya tubuh untuk membuang limbah dan makanan dan minuman yang dicerna. Rasulullah saw bersabda: “Berpuasalah kalian, kalian akan sehat”.
 
Puasa adalah perang (jihad) yang sesungguhnya untuk menaklukkan nafsu dari berbagai macam kotoran dunia dan memecah Batasan syahwat dan keinginan, dan membersihkannya.

BACA JUGA:Boyamin Saiman: Pesan pada KPK Tangkap Ikan Besar Jangan Berkutat pada OTT

Rasulullah saw bersabda: “Wahai para pemuda barangsiapa sari kalian berkemampuan mental dan materi, maka menikahlah. Karena sesungguhnya puasa dapat menaklukkan penglihatan dan membentengi farji. Dan barangsiapa tidak mampu, maka baginya berpuasa, karena puasa itu menghentikan gejolak hasrat seksual”.  (Riwayat Al-Bukhari dan Muslim).

Hanya Orang yang Beriman

Ibadah puasa Ramadhan, diwajibkan pada bulan Sya’ban tahun ke-2 Hijriyah. Yang diperintahkan untuk berpuasa Ramadhan, hanyalah orang-orang yang beriman. Firman Allah dalam QS. Al-Baqarah (2): 183, “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kamu sekalian berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada umar sebelum kamu sekalian, agar kalian menjadi orang-orang yang bertaqwa”.

Karena itu, kita wajib terus bersyukur sebagai hamba-hamba Allah yang mendapatkan anugerah sebagai orang yang beriman dan bertaqwa. Banyak sekali orang yang secara geografis sedaerah dengan Rasulullah saw, tidak dikaruniai nikmat iman dan Islam. Sementara kita yang sangat jauh dari tanah suci Mekah al-Mukarramah, namun Allah menganugerahi nikmat yang tidak bisa dinilai dengan apapun.

BACA JUGA:Nikmat Iman dalam IslamProf Ahmad Rofiq: Puasa dan Uji Kejujuran, Singkirkan Topeng Duniawi, Flexing, Hedonis, Dll

Puasa atau dalam Bahasa Arab ash-shaum artinya menahan. Dalam pengertian syara’, puasa adalah menahan makan dan minum serta hal-hal yang dapat membatalkan puasa, dengan niyat dari terbit fajar shadiq hingga terbenamnya matahari. Puasa mencegah perbuatan dari syahwat perut dan farji (kelamin) dari segala sesuatu yang masuk ke perut, baik obat atau semacamnya, dalam waktu tertentu oleh seseornag yang memiliki kecakapan melakukannya, yakni muslim, berakal sehat, tidak sedang menstruasi dan nifas, dengan niyat, yaitu menyengajanya hati untuk mewujudkan perbuatan.

Rukun puasa adalah menahan dari syahwat perut dan farji (kelamin), atau menahan diri dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Madzhab Malikiyah dan Syafi’iyah menambah rukun lain, yaitu niyat di malam hari (biasanya) setelah shalat tarawih. Masa puasa: dari terbitnya fajar (shadiq) hingga terbenamnya matahari.

Dasarnya QS. Al-Baqarah (2) 187: Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka.

Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.

BACA JUGA:Lulus 100 persen, 90 Peserta Sertifikasi Haji Siap Membimbing Haji dengan Profesional

Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.

Tentu hanya hamba-hamba Allah ‘Azza wa Jalla yang sehat jasad, fikiran, dan hatinya. Semoga dengan puasa, semoga kitra makin sehat lahir dan batin. Allah waliyyu t-taufiq.
 
*)Prof. Dr. H. Ahmad Rofiq, MA., Direktur LPH-LPPOM-MUI Jawa Tengah, Ketua Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW-DMI) Jawa Tengah (Terpilih, 2022-2027), Guru Besar UIN Walisongo Semarang, Ketua Dewan Pengawas Syariah (DPS) Rumah Sakit Islam-Sultan Agung Semarang, Koordinator Wilayah Indonesia Tengah PP MES***

You Might Also Like

Diet dan Atur Pola Makan Bagi Pasien Penyakit Liver
Rahasia Waktu Subuh, Gus Baha: Banyak Malaikat Mengamini Doa
Doa Penutup Majelis yang Membawa Berkah
Waspadalah terhadap “Pinjol” Fintech Illegal?
Belajar Membuang Penyakit Iri dan Dengki
TAGGED:cr7lailatul qodarProf Ahmad RofiqpuasaqadarqiyamulailqodarRamadhantakjil
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Prof Ahmad Rofiq: Simak Pidato Haji Wada’ terkait Toleransi dan Penguatan Moderasi Beragama
Next Article Menggapai Kesempurnaan Puasa Ramadhan – 2
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Permukiman desa tradisional dengan rumah beratap rumbia, pepohonan tropis, sawah hijau, dan aliran air.
Budaya Desa Bukan Sekadar Warisan, tetapi Bisa Menjadi Kekuatan Masa Depan
Jateng Khazanah
Ilustrasi seekor kancil, kerbau, dan buaya dalam cerita anak berlatar hutan hijau dan sungai.
Bukan Sekadar Dongeng, Kisah Si Kancil Bisa Jadi Pintu Masuk Anak Mengenal Budaya Nusantara
Jateng Khazanah
Naskah kuno terbuka dengan tulisan tangan tradisional dan ornamen berwarna emas, merah, serta biru.
Naskah Kuno Bukan Sekadar Peninggalan Masa Lalu, Ada Pengetahuan Nusantara yang Bisa Kita Gali Kembali
Jateng Khazanah
Ilustrasi prosesi pemotongan rambut anak dalam upacara tradisi ruwatan rambut gimbal dengan pakaian adat Jawa.
Bukan Sekadar Potong Rambut, Ruwatan Anak Gimbal Dieng Menyimpan Pesan tentang Identitas dan Kearifan Lokal
Jateng Khazanah
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?