17 April 2026 21:45

Kecermatan Petugas Editing-Coding ST2023 Sangat Berdampak pada Ketersediaan Pangan dan Kesejahteraan Petani

0
BPS Jateng Tri Karjono

Hermanto, Statistisi Ahli Utama BPS-RI didampingi Tri Karjono dan Doddy Saputro Statistisi Ahli Madya yang juga tim supervisi BPS Jateng menyaksikan para petugas editing-coding dan pengolah dokumen ST2023 di Pusat Pengolahan di Kota Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat, 21 Juli 2023.

OPINIJATENG.COM – UNGARAN – Hermanto, Statistisi Ahli Utama BPS-RI menyatakan bahwa kecermatan kecermatan petugas editong-coding dan ketukan tangan petugas pengolah sangat berdampak dan berperan penting dalam mewujudkan keberlangsungan ketersediaan pangan dan peningkatan kesejahteraan para petani Indonesia.

“Kecermatan petugas editong-coding dan ketukan tangan petugas pengolah sangat berdampak dan berperan penting dalam mewujudkan keberlangsungan ketersediaan pangan dan peningkatan kesejahteraan saudara-saudara kita para petani. Seperti kita ketahui hingga saat ini kantong-kantong kemiskinan masih berada di perdesaan yang notabene adalah para petani”, jelasnya.

Tri Karjono dan Doddy Saputro Statistisi Ahli Madya yang juga tim supervisi BPS Jateng saat mendampingi Hermanto, Statistisi Ahli Utama BPS-RI, menyaksikan dan memberi petunjuk para petugas editing-coding dan pengolah dokumen ST2023 di Pusat Pengolahan di Kota Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat, 21 Juli 2023.

Hermanto yang didampingi oleh supervisi dari BPS Provinsi, Tri Karjono dan Doddy Saputro, saat menemui petugas editing-coding dan pengolah dokumen ST2023 di Pusat Pengolahan di Kota Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat, 21 Juli 2023 menambahkan bahwa oleh karena pentingnya data hasil ST2023 ini maka dia atas nama BPS titip kepada para mitra petugas editong-coding maupun pengolah untuk melakukan tugasnya dengan serius dan penuh amanah.

BACA JUGA: Spirit Hijrah 1445 H untuk NKRI yang Berdaulat, Prof Ahmad Rofiq: Wani Ngalah Luhur Wekasane

“Insyaallah semua yang dilakukan ini akan menjadi nilai ibadah yang luar biasa dan berkah bagi para rekan-rekan mitra semua”, imbuhnya.

Proses pendataan lapangan Sensus Pertanian 2023 (ST2023) tinggal menghitung hari.

Sejak dimulainya tanggal 1 Juni yang lalu, pendataan ST2023 akan berakhir 31 Juli 2023 yang akan datang.

Namun proses paska pendataan telah dimulai tanpa menunggu pelaksanaan pendataan selesai.

Mekanisme ban berjalan dan paralel dilakukan untuk mempercepat penyelesaian seluruh tahapan kegiatan ST2023 agar hasilnya dapat segera diketahui.

BACA JUGA: Ratusan Lampion Doa Menggantung di Klenteng Sam Poo Kong Semarang

Sejak 11 Juli yang lalu telah dilakukan proses editing-coding.

Berikutnya mulai tanggal 17 Juli dilakukan pengolahan dokumen atau input dokumen ke aplikasi ST2023.

Dokumen yang telah diperiksa oleh pengawas bersamaan waktu dengan pelaksanaan pendataan oleh petugas pendata (PLS), berikutnya dokumen akan diedit oleh petugas editor.
Ini dilakukan untuk meyakinkan kembali bahwa dokumen dari pengawas telah benar dari sisi kelengkapan, kewajaran dan konsistensi isianya. Dengan begitu tidak menghambat ketika sampai kepada petugas entry atau pengolah.

Ketika editor menemukan kondisi dokumen yang belum lengkap, wajar dan konsisten maka harus dikonfirmasi ulang kepada petugas.

BACA JUGA: Rugi, ke Semarang jika Belum Mampir ke Gedung Lawang Sewu, Berani Masuk ke Ruang Bawah Tanahnya?

Namun jika telah dianggap benar maka dokumen berlanjut ke petugas pengolah untuk dilakukan input data ke aplikasi yang telah ada.

Semua itu dilakukan untuk benar-benar meyakinkan bahwa data ST2023 yang nantinya dihasilkan mampu mencerminkan kondisi riil yang ada.

Tri Karjono dan Doddy Saputro Statistisi Ahli Madya yang juga tim supervisi BPS Jateng saat mendampingi Hermanto, Statistisi Ahli Utama BPS-RI, menyaksikan dan memberi petunjuk para petugas editing-coding dan pengolah dokumen ST2023 di Pusat Pengolahan di Kota Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat, 21 Juli 2023.

Dengan begitu akan menjadikan perencanaaan bidang pertanian atas kebijakan yang diambil oleh pemerintah untuk menjadikan sektor kedepan lebih baik menjadi tepat. Bagaimanapun hasil pertanian menjadi suatu hal yang paling penting dalam memenuhi kebutuhan penduduk.

BACA JUGA: Yuk ke Semarang! Seru Eksplorasi Klenteng Sam Poo Kong, Kota Lama, dan Lawang Sewu

Kegiatan editing-coding ST2023 Kabupaten Semarang sendiri dikerjakan oleh 60 orang petugas mitra dan pengolah sebanyak 110 petugas.

Pada kesempatan yang sama, Dewi Tri Rahayuni, Kepala BPS Kabupaten Semarang berharap petugas dapat melakukan tugasnya sesuai dengan ketentuan yang telah ada. “Kami berharap teman-teman petugas editor dan pengolah dapat melakukan tugasnya dengan penuh semangat. Dan jangan lupa tetap jaga kesehatan.”***

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *