Santri Tahfidz Quran MAJT Semarang Diproyeksikan Jadi Imam Masjid di Seluruh Dunia, Prof Noor Ahmad: Mereka Kelinci Percobaan
Prof Dr H Ahmad Rofiq MA, Guru Besar UIN Walisongo Semarang, Ketua Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW-DMI) Jawa Tengah (2022-2027) dan Pengurus Harian Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Pusat menjadi salah satu penguji pada Haflah Tahfidz 5 Juz Pesantren Tahfidz Al Quran MAJT-Baznas Jateng, di aula MAJT Sabtu 22 Juli 2023.
OPINIJATENG.COM – SEMARANG – Baru empat bulan berdiri, tepatnya diresmikan Wagub Jateng Taj Yasin pada 20 Januari 2023 lalu, para santri Tahfidz Qur’an MAJT-Baznas Jateng mampu menghafal 3-10 juz.
Bahkan 10 santri dari 15 santri terpilih memiliki kemampuan yang luar biasa, yaitu selama empat bulan sudah menghafal 5-12 juz. Hal itu terbukti pada Haflah Tahfidz 5 Juz Pesantren Tahfidz Al Quran MAJT-Baznas Jateng, di aula MAJT Sabtu 22 Juli 2023.
Secara bergiliran ke-10 santri itu melantunkan surat Al Fatihah yaitu surat pertama juz 1 hingga surat terakhir juz 5.

Setelah itu para penguji meminta sambung ayat, yakni meneruskan bacaan ayat yang dilantunkan para penguji. Dan, alhamdulillah para santri yang ditunjuk juga secara acak mampu melafazkannya dengan lancar dan bacaan yang benar.
Ketua PP MAJT Semarang, Prof Dr KH Noor Ahmad MA mengapresiasi para santri yang dijadikan “kelinci percobaan” di Ponpes Tahfidz Al-Quran MAJT-Baznas Jateng.
Keberadaan ponpes Tahfidz Quran MAJT-Baznas ini sebagai kelinci percobaan, sehingga keberadaan ponpes Tahfidz ini adalah satu-satunya di Indonesia.
Uji coba ini memiliki tujuan besar, yakni mencetak hafidz yang punya sanad jelas dan memiliki informasi yang banyak tentang Alquran.
“Imam-imam di MAJT ini sudah pernah meraih juara internasional. Dari aspek tersebut sudah teruji, selain itu lagunya pasti baik dan lagunya menjadi khas. Berikutnya sanadnya pasti baik. Sehingga untuk para santri Tahfidz Insya Allah pada tahap-tahap terakhir akan didatangkan guru-guru tidak hanya dari Indonesia, tetapi juga guru internasional ke Ponpes Tahfidz MAJT-Baznas. Sehingga diharapkan ke depan ponpes Tahfidz ini memiliki jaringan internasional,” katanya.
“Insya Allah,” lanjut dia, “Kalian akan menjadi santri internasional, karena akan kami akan mendatangkan ulama-ulama yang memiliki jaringan internasional. Maka diharapkan para santri juga belajar bahasa Inggris dan Arab, karena sebelum hafal 30 juz akan kita datangkan ulama internasional. Selain itu kita juga kerja sama dengan Unwahas agar para santri juga menjadi sarjana agama, sehingga selain menjadi hafiz internasional, juga menjadi santri sarjana agama.
BACA JUGA:Spirit Hijrah 1445 H untuk NKRI yang Berdaulat, Prof Ahmad Rofiq: Wani Ngalah Luhur Wekasane
Prof Noor Ahmad juga memproyeksikan dengan hafidz Alquran, menjadi sarjana agama, mampu berbahasa Inggris dan Arab dengan baik, para santri akan disebar ke seluruh dunia.
“Dengan hafal Quran, bisa Bahasa Arab dan Inggris, mereka akan diterima di masjid-masjid besar di seluruh dunia. Terutama negara-negara yang mayoritas non-muslim, atau negara-negara yang membutuhkan,” ujarnya.
Sekretaris MAJT Semarang Drs KH Muhyiddin MAg menambahkan, MAJT-Baznas punya mimpi besar untuk membangun mahad tahfidz yang berlokasi di sebelah utara MAJT seluas kurang lebih 1,1 hektare. Jika ditambah lagi tanah milik Masjid Agung Semarang luasnya akan bertambah menjadi 1,6 hektare.

“Itu mimpi besar, tetapi sekarang ini masih proses pematangan tanah. Mahad yang berada di MAJT ini adalah rintisan, namun ternyata sudah luar biasa. Dukungan dari Baznas Jateng, Baznas RI, dan Baznas kota dan kabupaten di Jateng,” kata Muhyiddin.
BACA JUGA:Ratusan Lampion Doa Menggantung di Klenteng Sam Poo Kong Semarang
Sekarang ini banyak bermunculan tahfidz yang belum jelas arahnya. Maka ditegaskan, bahwa tahfidz MAJT-Baznas ini sanadnya adalah Pesantren Yanbu’ul Qur’an Kudus.
Insya Allah kita jelas sanad dan silsilahnya. Alhamdulillah dengan adanya mahad ini, maka MAJT dan pengelola MAJT mendapat keuntungan tambahan keuntungan, karena para santri aktif berjamaah dan memberikan dukungan santri belajar kitab kuning.
“Dengan adanya santri tahfidz tercipta diniyah qurani. Untuk orang-orang tua yang sensitif, akan menangis kalau anak-anak ini menghafal Quran di masjid. Jadi masjid tidak hanya sebagai wisata religi, tetapi anak-anak santri ini bisa menghafal Alquran,” kata Muhyiddin sambil meneteskan air mata.
Dengan adanya tahfidz Quran ini diharapkan menjadi tokoh dan imam yang baik di masjid-masjid kabupaten dan kota. Ini menjadi pilot proyek yang bisa dikembangkan di daerah lain. MAJT menyatakan terima kasih dan Baznas kabupaten dan kota yang telah mengirimkan duta santri ke Tahfidh MAJT-Baznas Jateng.
Wakil Ketua Baznas Jateng, Drs KH Muhammad Zain Yusuf MM mengatakan, Baznas merasa bangga dan mengapresiasi, karena tahfidz Alquran sudah berjalan lancar. Terbukti pada saat haflah, para santri ketika dites para undangan berjalan lancar.
“Saya optimistis para santri yang sudah hafal 5 juz akan kerasan di MAJT,” ujarnya.
Ponpes Tahfidz MAJT-Baznas ini adalah satu-satunya di Indonesia. Jika ponpes ini berhasil dengan baik, akan direplikasikan di daerah lain.
KH Zein meminta kepada para santri tetap bersemangat menempuh pembelajaran di ponpes tahfidz Qur’an di MAJT-Baznas Jateng.
BACA JUGA:Yuk ke Semarang! Seru Eksplorasi Klenteng Sam Poo Kong, Kota Lama, dan Lawang Sewu
“Insya Allah ke depan, dengan menyaksikan haflah para santri, maka Baznas kota dan kabupaten yang lain akan memberikan dukungan dan jumlah santri akan bertambah. Ini pesantren yang luar biasa, dan hasilnya insya Allah akan luar biasa,” ujar KH Zein.***
Hadir Ketua DMI Jateng, Prof Dr Ahmad Rofiq, orang tua santri Tahfidz Al-Qur’an MAJT-Baznas, para Ketua Baznas Kabupaten/kota di Jateng.***
