Sangat menginspirasi! Pemanfaatan Barang Bekas untuk membuat Media Pembelajaran Anak
Ilustrasi Sangat menginspirasi! Pemanfaatan Barang Bekas untuk membuat Media Pembelajaran Anak/https://gurune.net/wp-content/uploads/2017/12/Ajaran-Filsafat-Kuno-Masyarakat-Jawa-750x496-1.jpg
OPINIJATENG.COM-Pendidikan Nasional bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribdaian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
Pembelajaran akan bisa berjalan dengan baik manakala guru mampu mengubah diri siswa dalam arti luas serta mampu menumbuhkembangkan kesadaran siswa untuk belajar, sehingga pengalaman yang diperoleh siswa selama ia terlibat dalam pembelajaran dirasakan manfaatnya secara langsung dalam perkembangan pribadinya.
Dalam pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya di SD Negeri 3 Batur cenderung berjalan seperti biasa, siswa hanya menjadi pendengar dan melihat saja. Siswa pasif, tidak mau memperhatikan apa yang sedang dijelaskan penulis bahkan ramai sendiri serta terkadang mengusili teman sekelasnya.
Aqib (2010:96-97) metode demonstrasi adalah suatu cara mengajar dengan mempertunjukkan cara kerja suatu benda. Benda itu dapat berupa benda sebenarnya atau suatu model. Hal-hal lain yang dapat dipertunjukkan adalah cara menggunakan alat atau serangkaian percobaan. Yang terakhir ini dilakukan bila alat-alat yang digunakan itu jumlahnya tidak memadai, percobaan itu mengandung hal-hal yang berbahaya, atau ada alat-alat yang mudah pecah.
Kegiatan KBM pada mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya kelas empat di SD Negeri 3 Batur yang membahas “Tentang cara membuat rumah adat yang ada di Indonesia , sebagaian besar siswa malas untuk memperhatikan apa yang sedang dijelaskan penulis, apalagi untuk membuatnya lebih susah lagi. Dari permasalahan tersebut maka penulis mencoba menggunakan media pembelajaran ‘Babeku (Barang Bekas Berkwalitas) ‘ dengan memanfaatkan barang-barang bekas yang ada di lingkungan sekolah maupun di tempat tinggal siswa.
Langkah pertama penulis terlebih dahulu membagi kelas menjadi empat kelompok dan membawa alat seperti gunting, lem, doubletip.Setiap kelompok disuruh untuk mencari kardus bekas, botol bekas, sedotan minuman.Langkah kedua kelompok siswa disuruh membuat satu rumah adat yang ada di Indonesia dari barang bekas yang telah disiapkan, Untuk dapat mempercepat cara membuat rumah adat dari barang bekas, disamping menjelaskan kepada siswa penulis juga membawa contoh rumah adat yang telah jadi .
Langkah ketiga setelah setiap kelompok menyelesaikan tugasnya membuat rumah adat yang ada di Indonesia sesuai pilihan kelompok masing-masing. Setiap kelompok menunjuk dua orang anggota kelompoknya untuk maju kedepan untuk menjelaskan hasil karyanya. Satu siswa memegang hasil karyanya sedang siswa yang satunya menjelaskan nama rumah adat dan berasal dari daerah mana. Setelah selesai pemaparan hasil karya tersebut dipajang di atas lemari.
Sebelum menggunakan media ‘Barang Bekas Berkwalitas ( Babeku ) dalam membuat rumah adat dengan memanfaatkan barang bekas, siswa cenderung malas bahkan kesusahan dalam membuat rumah adat dari barang bekas. Setelah menggunakan ‘Babeku’ sebagai medianya, siswa lebih antusias dalam belajar dan membuat rumah adat yang ada di Indonesia.***
