By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Genjot IPM Banjarnegara, Ilmuwan Rekomendasikan Smart Parenting
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Pendidikan

Genjot IPM Banjarnegara, Ilmuwan Rekomendasikan Smart Parenting

Marzy Kris
Last updated: 11 Mei 2025 11:12 11:12
By Marzy Kris
4 Min Read
Share
Dr Tuswadi, ilmuwan ALMI memberikan Smart Parenting di SMA N 1 Wanadadi (8/5)./Dok. Dr Tuswadi
SHARE

OPINIJATENG.COM-Kabupaten Banjarnegara masih memiliki pekerjaan besar dalam meningkatkan indeks Pembangunan manusia (IPM). Salah satu hal penting yang bisa mendongkrak IPM adalah pendidikan.

Data Direktorat Jendral Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) menunjukkan, jumlah penduduk Kabupaten Banjarnegara mencapai 1,07 juta jiwa pada 2024.

Namun, hanya 3,48% penduduk yang sudah menamatkan pendidikan sampai perguruan tinggi pada pertengahan 2024.

Proporsi penduduk yang berpendidikan D1 dan D2 sejumlah 0,36% sedangkan D3 0,63%. Kemudian, penduduk berpendidikan S1 mencapai 2,39%, S2 0,1%, dan S3 0,004%.

Selanjutnya, proporsi penduduk dengan tamatan SMA sebesar 12,45%. Lulusan SMP dan SD masing-masing 16,97% dan 35,06%.

Sementara itu, ada 10,62% penduduk Kabupaten Banjarnegara yang belum tamat SD. Penduduk yang tidak/belum sekolah sejumlah 21,43%.

Dr Tuswadi, guru dan ilmuwan pada Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) Jakarta mengatakan bahwa diperlukan langkah-langkah cerdas dan murah untuk menaikkan angka partisipasi sekolah (APS) melalui kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat.

Menurutnya, faktor kemiskinan bisa jadi pemicu rendahnya masyarakat bisa menyekolahkan anak-anaknya sampai jenjang sekolah menengah dan perguruan tinggi. Hal ini diperparah dengan masih sempitnya wawasan dan kesadaran orang tua mengenai tata kelola dan seni menyekolahkan/mengkuliahkan anak serta pentingnya pendidikan yang memadai untuk lebih kehidupan yang layak.

Sinkron

Banyak ahli pendidikan membuktikan bahwa ada keterkaitan yang erat antara tingkat kesejahteraan keluarga dengan tinggi atau layaknya tingkat pendidikan anggota keluarga. Dengan pendidikan yang memadai, pola membangun keluarga yang terdidik dan sejahtera akan lebih terbangun.

Menurut Dr Tuswadi untuk membuka wawasan dan meningkatkan kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan, para orang tua perlu diberikan ilmu dan pengetahuan tentang pendidikan. Pihak sekolah dari tingkat TK-SD-SLTP-SLTA dapat berkolaborasi dengan Komite Sekolah untuk secara rutin menggelar Parenting dengan topik yang berkelanjutan seputar pendidikan. Parenting seyogianya dimasukkan ke dalam program sekolah.

“Di awal anak sekolah, orang tua perlu diberikan ilmu tentang pola mendidik anak yang tepat agar nilai-nilai kehidupan yang diperoleh anak di sekolah tidak bertabrakan dengan seni mendidik orang tua di rumah. Sekolah dan keluarga harus sinkron,” jelas Dr Tuswadi.

“Terus di menjelang kelulusan anak, orang tua perlu dikasih ilmu lagi di kegiatan parenting fokus pada kiat-kiat sukses agar putra/putrinya melanjutkan sekolah/kuliah setinggi mungkin. Saya fikir sumber daya manusia (SDM) di sekolah mampu untuk menyampaikan materi parenting dengan kedua tema tersebut. Atau jika sekolah mampu bisa mengundang tokoh-tokoh Pendidikan dan psikolog,” lanjut Dr Tuswadi.

Program Smart Parenting dengan pola awal dan akhir tahun pelajaran sudah mulai diaplikasikan di SMA N 1 Wanadadi. Dr Tuswadi selaku Pengurus Komite Sekolah bahkan bersedia berbagi ilmu dan pengalaman mendidik anak kepada orang tua. Di awal tahun pelajaran 2024/2025 seluruh orang tua/wali peserta didik kelas X telah menerima ilmu tips-tips sukses mendidik anak bagi orang tua untuk memperkuat etos belajar anak sehingga makin berprestasi; sementara menjelang akhir tahun pelajaran, 8 Mei 2025 seluruh orang tua/wali diikutsertakan dalam Smart Parenting Pelepasan Peserta Didik Kelas XII. Dalam kesempatan itu orang tua diberikan wawasan besarnya kesempatan beasiswa Diploma/S-1 bagi lulusan SMA serta tata cara mendapatkannya. Pengenalan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta juga tersampaikan.

“Orang tua banyak yang belum tahu apa itu Universitas; mengapa anak harus kuliah. Bagaimana cara kuliah gratis dan sebagainya,” kata Dr Tuswadi usai memberikan materi Smart Parenting di SMA N 1 Wanadadi Kamis lalu.***

You Might Also Like

Kunci Jawaban Tema 5 Kelas 1 Halaman 78, 82, 83, 84 Pembelajaran 4 Sub Tema 2 Pengalaman Bersama Teman
Parenting Perdana KB, TK, dan Istana Tahfidz Sang Pemimpin Yafikhi Semarang 2022-2023
MAPSI-SD Tingkat Kabupaten Banjarnegara Tumbuhkan Rasa Cinta Seni Islami, Suwandi: Tolok Ukur Keberhasilan…
SMA Negeri 1 Banjarnegara Peraih Juara Umum dalam Festival PMR WIRA se-Jawa Tengah
SD Muhammadiyah Danaraja Sukses Gelar Perjusa di Pinggir Kali, Dusun Balaran Merden, Pembina HW Berharap Anak Pulang Membawa Nilai Kebaikan
TAGGED:Dr TuswadiIPM BanjarnegaraSmart Parenting
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Planet Neptunus dan Karakteristiknya
Next Article Bupati Banjarnegara Lepas Kontingen Pesta Siaga Kwarcab Menuju Tingkat Jawa Tengah
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Ilustrasi pemuda dan tokoh acara memegang bola sepak di atas panggung dengan pertunjukan seni tradisional dan lampu warna-warni.
Bukan Sekadar Panggung Hiburan, Anak Muda Butuh Ruang untuk Mengubah Ide Menjadi Peluang
Jateng Ruang Ekspresi
Ilustrasi penari jaran kepang mengenakan kostum tradisional merah dan emas sambil menari dengan properti kuda kepang di panggung festival.
Festival Budaya Jangan Cuma Ramai Pengunjung, Seniman dan UMKM Juga Harus Diuntungkan
Jateng Ruang Ekspresi
Ilustrasi penari tradisional mengenakan hiasan kepala berwarna emas dan membawa selendang kuning dalam pertunjukan budaya.
Budaya Lokal Bukan Sekadar Tradisi, Ini Peluang Besar bagi Ekonomi Kreatif dan Generasi Muda
Culture Jateng
Ilustrasi parade Cap Go Meh dengan peserta berbaju merah mengarak hiasan ritual di bawah deretan lampion merah.
Cap Go Meh Bukan Sekadar Festival Lampion, Ada Jejak Akulturasi Budaya yang Hidup di Indonesia
Culture Jateng
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?