By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Dawet Ayu Banjarnegara Hadirkan Varian Baru
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Banjarnegara

Dawet Ayu Banjarnegara Hadirkan Varian Baru

Arifin
Last updated: 27 Mei 2025 06:11 06:11
By Arifin
3 Min Read
Share
SHARE

Berbahan Daun Kelor: Sehat, Inovatif, dan Cegah Stunting

OPINIJATENG.COM – BANJARNEGARA – Banjarnegara — Minuman khas Banjarnegara, Dawet Ayu, kini hadir dengan inovasi baru. Pada Senin (26/5/2025), Paguyuban Dawet Ayu Banjarnegara secara resmi meluncurkan varian terbaru berbahan Moringa Oleifera atau lebih dikenal sebagai daun kelor. Acara peluncuran digelar di Aula Balai Kelurahan Argasoka, sekaligus menjadi ajang pelatihan bagi para pedagang dawet anggota paguyuban.

Contents
Berbahan Daun Kelor: Sehat, Inovatif, dan Cegah StuntingDari Minuman Tradisional Menjadi Solusi KesehatanDukungan Pemerintah Daerah: Inovasi untuk Kesehatan dan Ekonomi KreatifDiakui secara Nasional sebagai Warisan Budaya

Sekretaris Paguyuban Dawet Ayu Banjarnegara se-Indonesia, Fajar Maskuri, menjelaskan bahwa varian baru ini tidak hanya mempertahankan cita rasa khas Dawet Ayu, tetapi juga memberikan nilai tambah dari sisi kesehatan.

“Daun kelor dikenal memiliki kandungan gizi luar biasa. Kalsiumnya lebih tinggi dari susu, vitamin C-nya melebihi jeruk, proteinnya melampaui sumber protein konvensional, dan bahkan mengandung zat anti-kanker,” ujar Fajar.

Dari Minuman Tradisional Menjadi Solusi Kesehatan

Fajar menegaskan bahwa inovasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan gizi masyarakat, terutama dalam mendukung pencegahan stunting pada anak-anak.

“Varian baru ini kami persembahkan untuk mendukung tumbuh kembang anak, khususnya di Banjarnegara dan secara lebih luas di seluruh Indonesia,” tambahnya.

Sebagai langkah awal produksi massal, pelatihan pengolahan varian dawet kelor juga langsung diberikan kepada 30 pedagang Dawet Ayu yang tergabung dalam paguyuban. Dalam proses pengembangan varian ini, paguyuban bekerja sama dengan dosen dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) yang tengah menjalankan program pengabdian masyarakat di Banjarnegara.

Dukungan Pemerintah Daerah: Inovasi untuk Kesehatan dan Ekonomi Kreatif

Peluncuran ini mendapat apresiasi dari Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana, yang diwakili oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Tursiman, S.Sos. Ia menyambut baik inisiatif pengembangan varian baru Dawet Ayu yang menekankan aspek kesehatan, khususnya dalam konteks mendukung visi pemerintah daerah terkait pengentasan stunting.

“Varian baru ini menjadi langkah positif dalam memperkaya produk pangan lokal, membuka peluang ekonomi baru, dan sekaligus mendukung upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat,” ungkap Tursiman.

Menurutnya, inovasi semacam ini sangat potensial dalam memperkuat ekonomi kreatif lokal. Dengan pengembangan produk yang unik dan bernilai tambah, UMKM Dawet Ayu dapat meningkatkan daya saing dan menjangkau pasar yang lebih luas. Ia juga menyebut bahwa kreativitas semacam ini dapat berkontribusi terhadap promosi pariwisata dan menjadikan Dawet Ayu sebagai ikon lokal yang semakin dikenal.

Diakui secara Nasional sebagai Warisan Budaya

Dawet Ayu Banjarnegara sendiri telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia dalam acara Apresiasi Warisan Budaya Indonesia 2024 di Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta.

Hadir dalam acara peluncuran varian baru ini sejumlah pejabat dan tokoh daerah, antara lain Ketua TP PKK Banjarnegara Sahida Andinasari Wakhid, perwakilan dari Dinas Perdagangan, Dinas Kesehatan, Dinas Kominfo, Dinas Indagkop-UMKM, serta para siswa SD dari wilayah Kelurahan Argasoka.

Dengan peluncuran ini, Dawet Ayu Banjarnegara bukan hanya sekadar minuman tradisional, tetapi juga bagian dari upaya bersama untuk mendorong gaya hidup sehat, pemberdayaan ekonomi, dan pelestarian budaya lokal.***

You Might Also Like

3 Tahun Terhenti karena Pandemi, Senin, 28 Agustus 2023, Baznas Jateng Award 2023 Kembali Digelar
Ratusan Lampion Doa Menggantung di Klenteng Sam Poo Kong Semarang
Puncak HSN di MAJT, Habib Umar: Santri Harus Setia Jaga NKRI
Cegah Covid 19 dan Sambut Nataru, Polres Semarang Gelar Apel Satgas Pariwisata
Cara Membeli Barang Impian di Marketplace
TAGGED:daun kelorDawet Ayudawet ayu banjarnegara punya rasa barukelormoringa olieferamoringerasa baru
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article PGRI Awards Banjarnegara Digelar, Ini Dia Juaranya
Next Article Di Malaysia 4 Siswa SMP Ruq Al Falah Pamer Salatigaverse
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Ilustrasi pemuda dan tokoh acara memegang bola sepak di atas panggung dengan pertunjukan seni tradisional dan lampu warna-warni.
Bukan Sekadar Panggung Hiburan, Anak Muda Butuh Ruang untuk Mengubah Ide Menjadi Peluang
Jateng Ruang Ekspresi
Ilustrasi penari jaran kepang mengenakan kostum tradisional merah dan emas sambil menari dengan properti kuda kepang di panggung festival.
Festival Budaya Jangan Cuma Ramai Pengunjung, Seniman dan UMKM Juga Harus Diuntungkan
Jateng Ruang Ekspresi
Ilustrasi penari tradisional mengenakan hiasan kepala berwarna emas dan membawa selendang kuning dalam pertunjukan budaya.
Budaya Lokal Bukan Sekadar Tradisi, Ini Peluang Besar bagi Ekonomi Kreatif dan Generasi Muda
Culture Jateng
Ilustrasi parade Cap Go Meh dengan peserta berbaju merah mengarak hiasan ritual di bawah deretan lampion merah.
Cap Go Meh Bukan Sekadar Festival Lampion, Ada Jejak Akulturasi Budaya yang Hidup di Indonesia
Culture Jateng
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?