Ali Arifin: Gen Z Harus Melek Berita, Sharing Menulis di SMAN 1 Banjarnegara
Ali Arifin sedang memberikan motivasi kepada siswa SMAN 1 Banjarnegara
OPINI JATENG- Di ruang pertemuan SMAN 1 Banjarnegara berkumpul siswa-siswa dari beberapa komunitas ekstrakurikuler Praksabara, jurnalistik dan mading yang sedang mengikuti shareing menulis bersama pimpinan redaksi beberapa media di Jawa Tengah
Siswa-siswa SMAN 1 Banjarnegara menyimak dengan antusias penuturan narasumber yang menceritakan banyak pengalaman dalam menulis di media. Dialah Ali Arifin yang sudah 20 an tahun berkiprah di dunia tulis-menulis, bahkan sekarang mengantarkannya menjadi pimpinan di beberapa media online di Jawa Tengah.
Kedatangan Ali Arifin di SMAN 1 Banjarnegara dengan tidak disengaja namun dia punya tujuan mulia ingin berbagi ilmu dan pengalaman kepada generasi muda.
Ali, sosok pria yang bersahaja namun punya kharismatik ini hadir di SMAN 1 Banjarnegara bertujuan untuk memotivasi para siswa supaya melek berita dan informasi dari berbagai media tentang carut marutnya permasalahan di Tanah Air.
“Saya itu senang bisa bertemu dengan banyak orang baru seperti kalian, saya hanya ingin berbagi ilmu yang hanya sekadar titipan Gusti Allah untuk disampaikan kepada kalian,” katanya.
Ali juga mengajak kepada siswa untuk selalu update tentang berita-berita yang berseliweran di dunia maya, tentang permasalahan-permasalahan negara yang saat ini tengah ramai diperbincangkan, tentang korupsi pejabat yang sangat merugikan negara dan bangsa Indonesia dan tentang berbagai berita di dunia.
“Kalian jangan hanya belajar tentang akademik saja, perdalamlah bahasa Inggrisnya sebagai pondasi agar kalian cepat dan mudah menyerap informasi dari berbagai belahan dunia.” katanya.
Ali mencontohkan peristiwa di Kathmandu, Nepal berawal dari Gen Z yang berani ungkap korupsi pejabat-pejabatnya dan akhirnya ricuh banyak demo anarkhis. Pemblokiran akses ke media sosial memicu reaksi keras Gen Z dan melakukan demonstrasi massal di jalanan kota Kathmandu, Nepal.
“Kalian juga harus melek berita apapun yang ada di Indonesia, karena kalianlah yang menjadi garda terdepan bahwa tanggung jawab dengan kemajuan bangsa ini ada di pundak kalian. Kalau kalian baca di media, banyak hal yang bisa kita dapatkan dengan membaca, ibaratnya dunia ada dalam genggaman kita,”katanya.
Dalam kesempatan yang sama, diselingi dengan tanya jawab oleh siswa. Abizar Rahman Setiadi, salah satu peserta dalam forum tersebut menanyakan tentang pengalaman Ali di dunia menulis.

“Apa tantangan terbesar dalam menulis bagi generasi muda saat ini menurut Bapak?”tanyanya.
Untuk menjawab pertanyaan Abizar, Ali mencontohkan diawali dengan suka membaca, membaca berita tentang banyak hal, dari suka membaca nanti jadi suka menulis.
“Orang yang suka menulis pasti diawali karena suka membaca.”katanya.
Abizar mengaku sangat seneng dan bersyukur bisa bertemu dengan Bapak Ali Arifin yang menjadi Pimpinan Redaksi Jateng dan bisa menimba ilmu dan pengalaman dari beliau.
“Yang saya kagumi adalah bagaimana Bapak Ali sanggup membakar semangat menulis anak-anak Smansabara dengan motivasi dan berbagai ‘gebrakan’ yang beliau lakukan. Seneng juga bisa mendapat ilmu, cara pandang, dan pengalaman dari Bapak Ali yang sangat menginspirasi kami.
“Saya sangat terkesan dengan kegigihan Bapak Ali dalam menulis, pernah dengan membeli majalah, lalu di tulis lagi berbagai hal yang ada di majalah tersebut kemudian dimuat di media dan mendapat bayaran yang lebih, hal inilah juga yang membakar semangat menulis saya,”katanya.***


