By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 117
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Ruang Ekspresi

Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 117

Arifin
Last updated: 16 Februari 2022 16:21 16:21
By Arifin
3 Min Read
Share
SHARE

Sejak Minggu 24 Oktober 2021, OPINIJATENG.COM menyajikan novel “Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang” karya Wardjito Soeharso, novelis asal Kota Semarang, secara bersambung (serial). Semoga bermanfaat. (red)

Wardjito Soeharso

OPINI JATENG –

Sampai di Bandungan, mereka makan mi bakso di dalam pasar.

Mi bakso dalam pasar Bandungan cukup terkenal karena rasa enaknya.

Tempatnya sederhana, di pojok dalam pasar.

Tetapi yang sudah biasa jalan-jalan ke Bandungan, belum lengkap rasanya kalau belum mampir dan makan dua mangkok baksonya.

Dari pasar, Lita dan Iben menuju arah utara yang jalannya sedikit menanjak.

Bandungan adalah tempat peristirahatan yang nyaman dengan udara pegunungan yang sejuk segar.

BACA JUGA:Pers Efektif Perkuat Moderasi Beragama di Indonesia

Banyak hotel dan losmen bertebaran di setiap sudutnya.

Dari kelas berbintang, kelas melati, sampai yang tak berkelas, tinggal pilih sesuai selera.

Mobil Lita dan Iben masuk ke halaman hotel yang cukup besar.

Lita turun duluan, diikuti Iben di belakangnya.

Tanpa ragu sedikitpun, Lita berjalan mendatangi receptionist.

“Minta satu kamar de lux, ada?” tanyanya.

“Ada, mbak. Mau menginap berapa malam?” tanya receptionist.

“Kami tidak bermalam. Hanya transit ingin istirahat saja.” jawab Lita.

“Oh ya, Mbak. Siap. Mau lantai bawah atau atas?” tanya receptionist lagi.

BACA JUGA:Perawat Harus Memiliki Payung Hukum Soal Khitan

“Atas boleh. Kayaknya viewnya lebih menarik.” sambut Lita.

Sebentar kemudian, Lita dan Iben diantar oleh room boy menuju kamar di lantai atas.

Begitu sampai kamar, Lita memberi tips kepada room boy, yang setelah mengucapkan terima kasih langsung keluar kamar dan pergi.

Lita langsung menjatuhkan tubuhnya ke tempat tidur.

Tengkurap seolah membenamkan wajahnya ke dalam bantal.

Diam tak bergerak cukup lama.

Iben menjadi salah tingkah.

Didekatinya Lita.

Dia duduk di sampingnya.

Dielusnya pelan punggung Lita, lalu naik ke tengkuk dan merambat ke rambut di kepala.

Lita masih diam.

Tak memberikan reaksi sedikit pun.

“Ta, kamu baik-baik saja, kan?” bisik Iben di telinga Lita.

Pelan-pelan Lita membalikkan tubuhnya.

Dipandanginya Iben.

Lalu digenggamnya tangan Iben.

“Ben, saat ini aku merasa sedang berada dalam dua dunia yang berbeda. Satu dunia begitu menyenangkan, membuat aku merasa benar-benar menikmati hidup. Sedang dunia yang satu lagi begitu menakutkan, membuat aku hampir tak pernah bisa tidur nyenyak.” keluh Lita.

BACA JUGA: Ketum PBNU Meminta Kasus Wadas Jangan Dipolitisasi

Iben diam.

Tidak memberikan tanggaan.

Hanya matanya masih menatap Lita.

Tangannya masih berada dalam genggaman Lita.

“Tapi, hidup memang pilihan, Ben. Kita harus mengambil satu pilihan untuk setiap kesempatan yang ada di depan kita. Dan setiap pilihan menuntut risiko dan tanggung jawab. Terus terang, sampai hari ini aku masih ragu dengan diriku sendiri. Beranikah aku menentukan pilihan? Beranikah aku mengambil risiko tanggung jawab atas pilihanku? Tentu saja pilihan yang akan menyenangkan dan membahagiakan aku.”

KOMENTAR : weesenha@gmail.com***

You Might Also Like

Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 68
Profil Pemain Film Yowis Ben 3, Dibintangi oleh Bayu Skak dan Joshua Suherman
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 10
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 110
Menabung Demi Keinginan
TAGGED:Di Balik Bayang-bayang Kasih SayangnovelWardjito Soeharso
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Kompetisi Film Pendek Islami Berhadiah Rp 1 Miliar
Next Article Pondok Kalijaran, Persinggahan Ganjar dari Ziarah Makam Mbah Hisyam hingga jadi Pengasuh Pondok
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Azzahra, Pramuka Garuda SMA Negeri 1 Banjarnegara: Sang Juara Eagle Scout Penegak Putri 2026,
Banjarnegara Jateng
Zulfikar Al Habsy, Sosok Pemuda Inspiratif Banjarnegara Lolos Paskibraka Provinsi Jawa Tengah
Pendidikan
Pramuka Garuda Penegak SMA Negeri 1 Banjarnegara Bersiap Diri dalam Lomba ESA Tingkat Provinsi Jawa Tengah
News
68 Peserta Resmi Ikuti Pradana Wiyata Permadani Banjarnegara Angkatan XIII
Banjarnegara
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?