By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Prof Noor Achmad: Revitalisasi MAJT Semarang sebagai Upaya Rebranding agar…
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • World
  • Economy
  • Business
  • Industry
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Banjarnegara

Prof Noor Achmad: Revitalisasi MAJT Semarang sebagai Upaya Rebranding agar…

Arifin
Last updated: 14 Juni 2023 12:18 12:18
By Arifin
4 Min Read
Share
SHARE

OPINI JATENG – SEMARANG – Ketua Pelaksana Pengelola (PP) MAJT Prof Dr KH Noor Achmad MA menyatakan pihaknya akan merevitalisasi kawasan MAJT Jl Gajah, Semarang. Revitalisasi itu sebagai upaya rebranding destinasi wisata religi bertaraf internasional sehingga menjadi lebih nyaman dan lebih ramah wisatawan.

“Revitalisasi atau penataan ulang atas area seluas 10 hektare itu, tetap akan mempertahankan estetika lingkungan, konservasi dan latar filosofis yang selama ini menjadi karakternya,” jelasnya.

Prof Dr KH Noor Achmad MA, didampingi Sekertaris Drs KH Muhyiddin MAg, kepada Pers, Rabu (14 Juni 2023) menegaskan, rencana menata ulang kawasan ini didasarkan hasil rapat pleno pengurus, pada Selasa (13 Juni 2023).

BACA JUGA:Di Kota Magelang, IPDA Jawa Tengah dan Komunitas Seni Gambar Mural Ganjar Pranowo

Dalam rapat pleno yang dihadiri Penasihat MAJT Drs KH Ali Mufiz, MPA, mantan Gubernur Jawa Tengah, memutuskan misi revitalisasi sebagai upaya rebranding MAJT, yang tujuannya untuk memberi penyegaran dan kenyamanan masyarakat luas termasuk wisatawan.

Pembenahan kawasan MAJT, lanjut Prof Noor Achmad, sebagai sesuatu yang urgen dan tidak dapat ditunda, mengingat MAJT yang sarat dengan situs penting dan bersejarah, diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sejak 2006.

Maka dari sisi usia, saatnya untuk ditata ulang atau direvitalisasi. Konsep tata ulang kini sedang digodog oleh tim perancang yang dimiliki MAJT dan selanjutnya akan dikonsultasikan kepada para ahli biar semakain komprehensif.

Penataan ulang, diarahkan terhadap situs-situs sudah tidak rapi, misalnya kawasan hijau yang selama ini dihuni oleh puluhan pohon trembesi akan diganti dengan tanaman sejenis tapi berbiji yang akarnya tidak merusak bangunan.

BACA JUGA:Pengabdian Masyarakat Unnes di Boyolali, Prof Sudarmin: Revitalisasi Edupark Camp Bell 2 Tawangsari

“Trembesi yang rimbun kelemahannya merusak pondasi dan bangunan, serta pohon ini kurang diminati burung, sehingga diputuskan untuk reboisasi sebagai pengganti,” jelas Noor Achmad yang juga Ketua Baznas RI.

Janis pohon sebagai pengganti belum ditetapkan, namun prinsipnya, sesuai latar filosofisnya, harus berfungsi sebagai tanaman pelindung, ditambah ramah dengan kicauan burung.

PP MAJT akan mendesain tanaman pengganti tersebut secara alami akan menjadi tempat berteduh dan bermainnya puluhan ribu burung.

Kawasan Manasik Haji juga akan ditata lebih rapi. Kawasan ini harus rindang dan nyaman, sebagai aktivitas latihan manasik haji untuk masyarakat.

Sekretaris PP MAJT Kiai Muhyiddin, menambahkan, MAJT kini mulai dirimbuni ratusan pohon kurma, bahkan sejumlah pohon sudah berbuah lebih cepat dari kebiasannya. Pohon kurma ini juga akan diperbanyak lagi, agar semakin menjadi daya tarik wisatawan.

BACA JUGA:DMI Jateng Gelar Seminar Antisipasi Pernikahan Usia Dini, Prof Ahmad Rofiq: Memprihatinkan …

Kawasan tampak depan MAJT dari sisi jalan Gajah, juga bakal diubah menjadi view yang akan memperlihatkan keanggunan arsitektur masjid yang bercorak perpaduan arsitektur Jawa, Eropa dan Timur Tengah.

Penataan kembali ini juga untuk memperkuat fungsi MAJT yang selama ini dikenal masyarakat internasional sebagai pelopor moderasi umat beragama.

Rebranding MAJT yang menonjol lainnya, bakal direkrut tenaga pemandu wisata yang profesional, yang dapat melayani informasi secara lengkap situs-situs yang ada sehingga wisatawan semakin tertarik dengan keberagaman situs religi yang dimiliki MAJT.

BACA JUGA:DMI Jateng Gelar Seminar Antisipasi Pernikahan Usia Dini, Prof Ahmad Rofiq: Memprihatinkan …

“Prinsipnya, semua situs harus terkelola secara profesional, untuk kenyamanan wisatawan, termasuk mengaktifkan kembali payung raksasa yang saat ini belum bisa digerakkan. Sebelum berakhir 2023, penataan ulang harus sudah rampung,” tambah Prof Noor Achmad.***

You Might Also Like

PGRI Kabupaten Banjarnegara Berhasil Galang Dana Pembangunan Masjid 70 Juta dalam Pelantikan Pengurus
Kebakaran TPA Jatibarang Semarang: Wali Kota Mbak Ita Minta Maaf ke Warga Terdampak
Membangun Pilar Bangsa: Bimtek Literasi Informasi Tingkatkan Kompetensi Pustakawan, Guru, dan Pegiat Literasi
Safari Yafikhi di Kecamatan Singorojo Kabupaten Kendal untuk Menyantuni 10 Anak Yatim
2 Imam Sholat Akan Diberangkatkan ke Amsterdam Belanda oleh PP MAJT
TAGGED:destinasi wisata religiMAJT Semarangrebrandingrevitalisasi
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Di Kota Magelang, IPDA Jawa Tengah dan Komunitas Seni Gambar Mural Ganjar Pranowo
Next Article Kawasan MAJT Ditata Ulang untuk Kenyamanan Publik
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Ilustrasi fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik dengan bangunan industri dan cerobong di kawasan hijau.
Sampah Kota Bisa Jadi Listrik, tetapi Mengapa Kebiasaan Warga Tetap Menentukan?
Environment Jateng
Gajah Sumatra bertaring panjang berdiri di tengah hutan tropis yang rimbun.
Hutan Bukit Tigapuluh Bukan Sekadar Rumah Satwa, Masa Depan Masyarakat Juga Dipertaruhkan
Environment Jateng
Sampah plastik dan limbah rumah tangga menumpuk di sepanjang pantai hingga mencemari kawasan laut.
Laut Rusak, Siapa yang Paling Merasakan Dampaknya? Nasib Nelayan dan Masa Depan Pangan Indonesia
Environment Jateng
Seseorang membuang sisa makanan berupa kulit buah dan sayuran ke tempat sampah organik di dapur.
Sisa Makanan di Rumah Bisa Memperparah Krisis Iklim, Ini Cara Sederhana Menguranginya
Environment Jateng
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?