6 Tips Menjadi Pebisnis Sukses Ala Abdurrahman bin Auf
Tips sukses menjadi Pebisnis Ala Abdurrahman bin Auf/ Canva
OPINIJATENG.com-Berbisnis atau berdagang merupakan salah satu cara menjemput rezeki yang dianjurkan dalam Islam. Berdagang mengajarkan kita untuk berbuat jujur, memegang komitmen dan ikhlas dalam berusaha.
Perdagangan yang baik ialah berdagang yang bersih dari segala macam perbuatan curang seperti penipuan, pengurangan timbangan, riba dan lainnya. Dalam Islam dikenal pedagang yang sukses dan kaya raya yaitu Abdurrahman bin Auf.
Abdurrahman bin Auf salah satu sahabat Rasulullah yang pandai dalam berbisnis. Beliau merupakan sosok yang dijamin masuk surga karena kesolehannya dan memegang kejujuran dalam berbisnis.
Sebagai pedagang, Abdurrahman bin Auf dapat dikatakan memulai bisnis tanpa modal di Madinah. Namun, dalam waktu tiga bulan beliau meraup keuntungan dan kesukses. Apa saja tips sukses berbisnis ala Abdurrahman bin Auf? Pelajari tips ini, sangat cocok untuk para pebisnis yang ingin sukses.
Berikut tips berbisnis dari Abdurrahman bin Auf yang dilansir dari Youtube Roeang belajar :
1. Margin kecil volume penjualan besar
Dalam menjalankan usahanya Abdurrahman bin Auf menerapkan prinsip lebih baik memiliki keuntungan kecil, tetapi penjualannya lebih besar.
Contohnya, ketika mengambil keuntungan beliau memilih memiliki keuntungan Rp 100,- dengan penjualan 1000 boks dibandingkan keuntungan Rp 1000,-, tetapi hanya mampu menjual 20 boks.
Menjual produk dengan keuntungan yang kecil akan menarik perhatian konsumen sehingga banyak konsumen yang akan menjadi pelanggan. Seiring waktu konsumen akan semakin banyak dan keuntungan bertambah.
2. Penjualan secara tunai
Bagi Abdurrahman bin Auf menjual dengan tunai dan memegang cash penting. Memperoleh keuntungan kecil dengan penjualan yang lebih banyak menurutnya lebih baik karena perputaran uang akan lebih cepat.
Menjual produk dengan harga tinggi,tetapi secara kredit dihindarinya. Selain perputaran uang lama, risiko hutang tidak tertagih juga besar dan perputaran uang untuk membeli barang pun semakin lama.
3.Integritas dan menerapkan sistem kerja sama bagi hasil
Modal utama dalam berdagang menurut Abdurrahman bin Auf adalah kepercayaan. Modal awal dari beliau ketika mulai berdagang bukanlah uang,tetapi kepercayaan.
Pertama kali tiba di Madinah, Abdurrahman bin Auf menawarkan dirinya untuk menjualkan barang seorang pedagang dan membayarnya keesokan harinya setelah terjual. Berbekal kepercayaan yang dibangunnya membuatnya sukses menjalankan bisnisnya. Baginya integritas lebih penting dari uang.
4. Market Place
Setiap keputusan yang diambil berorentasi pada kebutuhan konsumen. Beliau memahami apa yang dibutuhkan oleh pasar. Kejeliannya melihat pasar dapat dilihat saat beliau memutuskan membuat pasar di samping pasar lainnya yaitu pasar Madina.
Keputusannya diambil karena melihat bahwa pasar Madina merupakan pasar tradisional dan terlihat kumuh. Membangun pasar baru yang lebih modern dan bersih menarik banyak pedagang dan konsumen untuk bertransaksi. Kenyamanan berbelanja menjadi prioritasnya. Begitu juga dengan ketersediaan produk yang dibutuhkan oleh konsumen.
5.Bekerja mencari berkah bukan hanya keuntungan
Nasihat yang diberikan kepada kita yaitu bekerja tidak hanya untuk kepentingan diri sendiri, tetapi membawa kebaikan semua pihak.
Abdurrahman bin Auf mencontohkan ketika para petani kurma mengalami gagal panen dan kurma mereka tidak laku terjual. Sebagian kurma menjadi busuk. Abdurrahman bin Auf membeli semua kurma dengan harga normal dan ikhlas membantu untuk mendapatkan ridha Allah.
Siapa sangka tak lama kemudian ada utusan pemerintah yang mencari kurma busuk untuk bahan obat herbal. Kurma pun dibeli dengan harga melebihi harga belinya dari petani.
Prinsip yang diperlihatkannya adalah bekerja ikhlas karena Allah dan berniat membantu sesama akan membawa keberkahan. Inilah cara Allah membalas keiklhasan Abdurrahman bin Auf.
6. Quality Control
Menjual produk hanya yang berkualitas. Semua konsumennya mengetahui bahwa semua produk yang dijualnya kualitasnya baik dan jika ada produk yang cacat maka dengan jujur akan disampaikan oleh Abdurrahman bin Auf.
Hal ini mengajarkan kepada kita bahwa kualitas barang yang dijual itu faktor utama. Konsumen lebih memilih kualitas barang yang akan dibelinya. Jadi berbisnis tidak hanya memikirkan keuntungan yang diperoleh saja, tetapi kepuasan konsumen terhadap produk kita juga harus dipikirkan.
Demikian ulasan mengenai tips berbisnis Abdurrahman bin Auf. Banyak pelajaran yang dapat kita petik, berbisnis tidak hanya memikirkan keuntungan saja, tetapi bagaimana bisnis kita dapat bermanfaat bagi sesama.***
