DMI Adakan Workshop Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Masjid
FOTO BERSAMA: Pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Semarang dipimpin Ketuanya Achmad Fuad, foto bersama usai beraudiensi dengan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, di ruang kerjanya, di Balai Kota Jalan Pemuda Semarang, kemarin
OPINIJATENG.com – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Semarang akan mengadakan workshop pemberdayaan ekonomi berbasis masjid, Sabu-Minggu (6-7/11) di Hotel Pandanaran Semarang.
Ketua DMI Kota Semarang Ir H Achmad Fuad usai beraudiensi dengan Wali Kota Dr H Hendrar Prihadi SE MM, kemarin, menjelaskan, kegiatan tersebut diikuti perwakilan 16 kecamatan DMI se-Kota Semarang, merupakan kerja sama pengembangan Program Usaha Berbasis Syariah dengan Bank Syariag Indonesia (BSI) Jateng.
‘’Workshop bertujuan sebagai upaya penguatan kelembagaan DMI Kota Semarang yang memiliki peran untuk mendukung upaya pemulihan ekonomi masyarakat yang saat ini sedang mengalami dampak pandemic,’’ kata Fuad.
BACA JUGA:PT NU Harus Kembangkan Kapasitas Rohani Mahasiswa
Dari kegiatan workshop tersebut diharapkan DMI dapat membuat road map pemberdayaan ekonomi berbasis masjid untuk membantu peserta agar dapat memberdayakan dan mengembangkan usaha berbasis masjid denganmengupayakan kerja sama program pengembangan usaha berbasis syariah.
Menurut Fuad, Kota Semarang merupakan ibukota Jawa Tengah yang memiliki potensi yang besar untuk pengembangan kegiatan perekonomian Syariah.
‘’Tercatat menurut data, Kota Semarang memiliki 1.400 masjid, 19.000 remaja masjid, 140.000 jamah masjid. Hal ini ketika diupayakan dengan serius akan mendorong terciptanya ekosistem pemberdayaan ekonomi berbasis masjid,’’ kata Fuad.
BACA JUGA: Press Release: Re-Branding Beasiswa 10.000 Habibie menjadi Beasiswa 10.000 Microblog Competition
Melalui Masjid
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengingatkan, masalah kronis yang perlu diperhatikan di Indonesia adalah masalah ekonomi. ‘’Bagaimana perekonomian masyarakat naik melalui masjid. Masjid memiliki peran tidak sekadar sebagai tempat beribadah, dan pembelajaran aqidah bagi masyarakat. Tapi juga berfungsi sebagai tempat meningkatkan kecerdasan dan keimanan, serta meningkatkan perekomian umat,’’ katanya.
Umat Islam menurutnya perlu meneladani kehidupan Rasullah tentang bagaimana memajukan umat melalui berdagang. ‘’Dengan menanamkan jiwa wirausaha dan meneladani kehidupan Rasululah, secara tidak langsung dapat memajukan ekonomi masyarakat melalui berdagang. Sehingga peran masjid di Kota Semarang tidak hanya membangun karakter bangsa namun juga membangun ekonomi masyarakat,’’ tutur Wali Kota.
Dampak dari wabah pandemi Covid -19 menurut Hendi, banyak orang yang terpaksa terkena opsi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), usahanya harus terhenti atau mengalami pailit.
BACA JUGA: Warnai Semangat Sumpah Pemuda dengan Berbagi untuk Kemanusiaan
Menurut Fuad, tak sedikit UMKM menghadapi situasi yang sulit dan bahkan jatuh terpuruk. Berangkat dari permasalahan ini, pengurus takmir masjid dan penguurus DMI Kota Semarang mengambil inisiatif untuk lebih peduli kepada jamaah masjid, khususnya mereka yang terdampak pandemic,’’ katanya.***
