By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Mendoan, Kuliner Khas Banyumas dan Filosofi Uniknya
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Gagasan

Mendoan, Kuliner Khas Banyumas dan Filosofi Uniknya

Dwi Widiyastuti
Last updated: 2 November 2021 04:52 04:52
By Dwi Widiyastuti
3 Min Read
Share
Mrndoan, Foto dari Instagram suciisotang84
SHARE

OPINIJATENG.com-Mendoan salah satu kuliner yang sangat terkenal. Jika bertandang ke daerah Banyumas tidak afdol apabila tidak mencicipi kuliner khas Banyumas ini.

Mendoan mempunyai daya tarik tersendiri. Mendo dalam bahasa Banyumas berarti belum matang atau setengah matang. Mendoan sengaja dibuat setengah matang agar rasa kedelai masih murni dan alami.

Mendoan memiliki ketebalan bahan mentah sekitar 3 inci. Memang lebih tipis dari tempe biasa agar tambahan tepung yang menempel lebih banyak.

BACA JUGA:Apa Istimewanya Warung HIK Solo hingga Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2021?

Citarasa mendoan memang sangat unik. Sama seperti tempe pada umumnya hanya pengolahan digoreng setengah matang.

Sejarah Mendoan dan Filosofi Uniknya

Sejak zaman dahulu mendoan sangat digemari oleh masyarakat Banyumas. Proses pengorengan yang setengah matang membuat tempe ini unik dari yang lain. Tujuan dari proses tersebut agar mempersingkat dan tidak menghabiskan waktu untuk menunggu sampai tempe goreng menjadi kering.

Mendoan muncul bersamaan dengan tempe yang berasal dari bahan baku kedelai yang banyak terdapat di seputar wilayah China dan Indocina. Kemudian dibawa oleh masyarakat ke Asia Tengah ke Asia Tenggara.

Makanan ini bukan sekedar kudapan untuk menemai minum teh, tetapi juga ujung tombak kuliner di daerah Banyumas dan sekitarnya.

BACA JUGA: Ditayangkan Secara Virtual, Acara di Hari Pertama Dieng Culture Festival Sangat Meriah

Makanan khas Banyumas tersebut ternyata sudah ada sejak satu abad lalu. Namun mulai menjadi komuditas ekonomis dan dikelola secara komersial dalam dunia kepariwisataan sejak awal 1960-an.

Filosofi orang Banyumas terkait dengan mendoan adalah mendoan yang lemes. Perilaku orang Banyumas memang fleksibel dan pandai menyesuaikan diri, Namun, apabila diusik mereka bisa kaku layaknya tempe keripik. Ibaratnya apabila berselisih dipastikan mau diajak remuk bersama.

Filosofi ini juga terkait dengan tekad pahlawan pada zaman penjajahan dalam merebut kemerdekaan. Terbukti orang Banyumas banyak yang menjadi tokoh besar di dunia diplomasi dan kemiliteran seperti Jenderal Soedirman, Soesilo Soedarman, Soepardjo Reostam, dan lain-lain.

BACA JUGA:Doa penting! Mohon Diberi Pertolongan untuk Bersyukur

Di daerah Banyumas mendoan mempunyai keunikan bentuk dan citarasa. Daerah Banyumas mendoan lembek dan berwarna putih. Sedangkan di daerah Cilacap kebanyakan berwarna kuning karena menggunakan kunyit sebagai bumbu pelengkap serta ukuran lebar.

Mendoan di Cilacap digoreng kering dan sengah matang. Di Purbalingga mendoan lebih keras karena memakai tepung beras saja dan enak bila dinimakti saat baru digoreng.

Tampilan dan cara penyajian yang berbeda tidak mengurangi untuk menikmati kuliner khas Banyumas ini sebagai kuliner favorit. Ke khasannya membuat semua orang ingin menikmati mendoan tiada henti.(Sumber:dari berbagai sumber)***

You Might Also Like

Menggapai Kesempurnaan Puasa Ramadhan, Prof Ahmad Rofiq: Harus Disempurnakan dengan Ini – 3
5 Tips Memilih Kamera untuk Pemula Atas Saran dari Para Pendahulu
Baitul Quran Akbar dan Generasi Qurani
Susi Pudjiastuti Protes Terkait Harga PCR Melalui Akun Twitter-nya
5 Tips Menyusun Resolusi Sederhana untuk Tahun 2022 yang Lebih Bermakna
TAGGED:Filosofikuliner khas BanyumasMendoanunik
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Ditayangkan Secara Virtual, Acara di Hari Pertama Dieng Culture Festival Sangat Meriah
Next Article Peraturan Baru : Perjalanan Udara Tidak Lagi Menggunakan PCR
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Azzahra, Pramuka Garuda SMA Negeri 1 Banjarnegara: Sang Juara Eagle Scout Penegak Putri 2026,
Banjarnegara Jateng
Zulfikar Al Habsy, Sosok Pemuda Inspiratif Banjarnegara Lolos Paskibraka Provinsi Jawa Tengah
Pendidikan
Pramuka Garuda Penegak SMA Negeri 1 Banjarnegara Bersiap Diri dalam Lomba ESA Tingkat Provinsi Jawa Tengah
News
68 Peserta Resmi Ikuti Pradana Wiyata Permadani Banjarnegara Angkatan XIII
Banjarnegara
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?