By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Apa Istimewanya Warung HIK Solo hingga Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2021?
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Gagasan

Apa Istimewanya Warung HIK Solo hingga Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2021?

Sri Setiyowati
Last updated: 1 November 2021 16:37 16:37
By Sri Setiyowati
3 Min Read
Share
Warung HIK Solo
SHARE

OPINIJATENG.com-Melalui sidang Penetapan Warisan Budaya Takbenda 2021 dilaksanakan pada tanggal 26-30 Oktober 2021 di Hotel Millenium, Jakarta Pusat, Warung HIK Solo menjadi salah satu Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2021.

Penetapan Warung HIK Solo tentu saja mencuri perhatian. Tentu warung HIK istimewa hingga dipilih menjadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2021.

Warung Hidangan Istimewa ala kampung atau biasa disebut Warung HIK banyak berada di setiap sudut Kota Solo. Penasaran dengan warung HIK? Simak ulasan berikut.

BACA JUGA: Dieng Culture Festival (DCF) 2021 Dimulai Hari Ini Secara Virtual, Begini Rangkaian Acaranya

Warung HIK merupakan tempat makan pinggir jalan lesehan yang banyak terdapat di daerah Jawa Tengah. Jika di Yogjakarta biasa disebut angkringan atau warung lesehan, maka di Solo lebih dikenal dengan istilah HIK.

Bercerita tentang warung HIK tentu saja tak lepas dari asal usul istilah warung HIK. Desa Negrangan, Bayat, Klaten konon disebut sebagai daerah asal munculnya angkringan. Tahun 1950 banyak warga desa Negrangan yang merantau ke Solo kemudian berjualan makanan dan minuman keliling.

Sukses berjualan makanan keliling mereka mulai menggunakan gerobak dorong dan membuat lapak sebagai tempat berjualan. Berjualan di pinggir jalan dengan menggunakan gerobak dan tenda serta pembeli duduk secara lesehan ternyata menarik banyak pembeli. Cara berjualan seperti ini semakin berkembang di Kota Solo. Hingga sekarang warung HIK dapat ditemukan di setiap sudut Kota Solo.

BACA JUGA: Cinta Tanah Air, Hari Santri, dan Terorisme

Warung HIK merupakan warung sederhana yang menjual makanan khas Solo seperti nasi kucing, gorengan, satai usus, kacang rebus, jadah dan lainnya. Minuman wedhang jahe, jeruk, kopi, teh biasanya menjadi teman saat makan di warung HIK. Lebih istimewa lagi warung hik ini biasanya menggunakan penerangan yang minimal dengan menggunakan lampu teplok atau lampu listrik dengan cahaya remang-remang.

Inilah daya tarik dari warung HIK hingga oleh pemerintah daerah Solo mengusulkan warung hik sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2021.

Warung hik tak hanya menjadi lahan mencari rezeki masyarakat sekitar, tetapi konsep menjual makanan sederhana dengan suasana nyaman menjadi daya tarik wisatawan dari daerah lainnya. Tidak hanya harga makanan yang murah, tetapi para wisatawan pun membeli suasananya.

BACA JUGA: Mendoan Banyumas, Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Hal tersebut yang membuat pemerintah daerah Solo ingin mengembangkannya menjadi salah satu tujuan wisata Kota Solo. Bahkan warga Kota Solo pun memiliki warung HIK favoritnya. Bagi wisatawan daerah lain, tentunya warung HIK akan menjadi kenangan yang tidak terlupakan dan membuat kangen untuk datang kembali ke Kota Solo.

Tidak heran jika Warung HIK) menjadi istimewa dan menjadi pilihan Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2021. (Sumber:dari berbagai sumber)***

You Might Also Like

Pendidikan 5.0: Transformasi Pendidik Hadapi Tantangan Penguatan Karakter Siswa
MTQN dan Resonansi Positifnya?
Yang Pahit dalam Hidup adalah Berharap kepada Manusia
Revitalisasi Dewan Masjid Indonesia dan Khitahnya
7 Tips agar Aktivitas Belajar Tetap Aktif ketika Menjalankan Ibadah Puasa
TAGGED:SoloWarisan Budaya TakbendaWarung HIk
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Dieng Culture Festival (DCF) 2021 Dimulai Hari Ini Secara Virtual, Begini Rangkaian Acaranya
Next Article Dieng Culture Festival Digelar, Ganjar : Pastikan Semua Senang dan Tetap Ketat Prokes
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Azzahra, Pramuka Garuda SMA Negeri 1 Banjarnegara: Sang Juara Eagle Scout Penegak Putri 2026,
Banjarnegara Jateng
Zulfikar Al Habsy, Sosok Pemuda Inspiratif Banjarnegara Lolos Paskibraka Provinsi Jawa Tengah
Pendidikan
Pramuka Garuda Penegak SMA Negeri 1 Banjarnegara Bersiap Diri dalam Lomba ESA Tingkat Provinsi Jawa Tengah
News
68 Peserta Resmi Ikuti Pradana Wiyata Permadani Banjarnegara Angkatan XIII
Banjarnegara
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?