By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Tari Lengger Khas Tanah Jawa Diturunkan dari Generasi ke Generasi
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Gagasan

Tari Lengger Khas Tanah Jawa Diturunkan dari Generasi ke Generasi

Mat Roif
Last updated: 3 November 2021 06:26 06:26
By Mat Roif
2 Min Read
Share
Tari Lengger Wonosobo/Mat Roif
SHARE

OPINIJATENG.COM – Tari lengger Wonosobo merupakan salah satu tarian  tradisional khas dari Jawa Tengah yang sudah ada sejak zaman dahulu. Tarian ini kemudian dikembangkan sejak tahun 1910 di Dusun Giyanti, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo.

Dilansir dari dosparbud.wonosobokab.go.id  Gondowinangun adalah sosok yang mengembangkan tari lengger Wonosobo di tahun tersebut.  Tari lengger dikembangkan lagi pada tahun 1970 oleh Ki Hadi Soewarno.

Sejarah menyebutkan kisah tarian lengger ini berasal dari cerita cinta Panji Asmoro Bangun dengan Galuh Candra Kirana. Tidak hanya menceritakan tentang kisah cinta saja,  tarian lengger juga digunakan oleh Kanjeng sunan Kali Jaga dalam penyebaran agama Islam di tanah Jawa.

BACA JUGA: Ditayangkan Secara Virtual, Acara di Hari Pertama Dieng Culture Festival Sangat Meriah

Sampai sekarang ini tarian lengger masih sering dipentaskan oleh masyarakat khususnya di daerah Wonosobo maupun wilayah pegunungan Dieng.

Pelestarian budaya  ini masih dijaga oleh masyarakat yang kemudian diturunkan dari generasi ke generasi. Antusias seluruh masyarakat juga menjadi kunci atas kelestarian tarian ini.

Seperti yang terjadi di salah satu kampung bernama Rejosari, Desa Pranten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang. Meskipun secara adminitrasi tidak memasuki wilayah asal dari tarian lengger tersebut, Dusun Rejosari secara wilayah memasuki kawasan Dataran Tinggi Dieng. Termasuk perihal kebudayaan masyarakatnya.

BACA JUGA: Dieng Culture Festival Digelar, Ganjar : Pastikan Semua Senang dan Tetap Ketat Prokes

Di Dusun Rejosari, tarian lengger ini masih terjaga eksistensinya.

Belum lagi dengan adanya sanggar yang mendukung kegiatan seni budaya ini.

Sehingga semakin diminati oleh masyarakat, termasuk generasi penerusnya.

Sanggar di dusun tersebut bernama Sanggar Tari Sri Budoyo. Sri yang memiliki arti dalam bahasa Indonesia berarti “tanah” dan Budoyo berarti budaya.

Jadi, Sri Budoyo merupakan tanah yang berbudaya atau budaya dari tanah kelahiran.

Kegiatan latihan yang diajarkan di sana cukup menarik karena sesekali mendatangkan pelatih dari lain dusun seperti Dusun Giyanti dan dusun-dusun lainnya.

Oleh karenanya diharapkan gerakan tarian secara pakem juga tetap dijaga keasliannya.

Mari kita sama-sama untuk bangga dan menjaga kekayaan kebudayaan di Indonesia.(Sumber: dari berbagai sumber)***

You Might Also Like

Boyamin: MAKI Akan Intervensi Judicial Review Pembatalan Kewenangan Jaksa Jadi Penyidik Kasus Tipikor di MK
Jangan Pandang Sebelah Mata Supir Truk, Berharap Polisi Usut Tuntas Kecelakaan di Bekasi
Jangan Lagi Duduk Menyilangkan Kaki, Ternyata Berbahaya
DMI dan BSI Bentuk Wirausahawan Muda Kreatif, Prof Ahmad Rofiq: Simbiotik Mutualistik
Baitul Quran Akbar dan Generasi Qurani
TAGGED:dari generasi ke genarasiditurunkanKhas tanah JawaTari Lengger
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Doa ketika Hujan Turun dan Hujan Lebat
Next Article Batik Lasem Rembang, Trend Batik Masa Kini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Azzahra, Pramuka Garuda SMA Negeri 1 Banjarnegara: Sang Juara Eagle Scout Penegak Putri 2026,
Banjarnegara Jateng
Zulfikar Al Habsy, Sosok Pemuda Inspiratif Banjarnegara Lolos Paskibraka Provinsi Jawa Tengah
Pendidikan
Pramuka Garuda Penegak SMA Negeri 1 Banjarnegara Bersiap Diri dalam Lomba ESA Tingkat Provinsi Jawa Tengah
News
68 Peserta Resmi Ikuti Pradana Wiyata Permadani Banjarnegara Angkatan XIII
Banjarnegara
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?