Fenomena Spirit Doll, Halu atau Kesepian? Ini Menurut Psikolog Lita Gading
Spirit Doll sebuah fenomena yang menganggap boneka arwah merupakan bagian dalam hidup seseorang dan bagaimana pendapat psikolog Dr.Lita Gading terhadap kondisi tersebut./ Tangkapan layar YouTube
OPINIJATENG.COM- Akhir-akhir ini fenomena orang memiliki boneka arwah atau spirit doll marak di media sosial. Terutama saat artis dan desainer, Ivan Gunawan mengeluarkan pernyataan memiliki bayi di media sosial. Setelah diperlihatkan ternyata yang diperlihatkan Ivan Gunawan bukan bayi, tetapi boneka.
Beragam komentar di media sosial yang mempertanyakan mengapa orang lebih memilih memelihara spirit doll atau boneka arwah dibanding mengadopsi anak yatim piatu? Apalagi boneka arwah memiliki nilai mistis.
BACA JUGA:Doa agar Anak Keturunan Rajin Salat Arab, Latin, dan Terjemahan
Sebenarnya fenomena apa sih kok ada orang yang rela merawat spirit doll yang harganya fantatis?
Seperti dikutip dari beberapa sumber, boneka spirit doll sudah ada sejak jaman dahulu. Namun, bentuknya berupa patung, boneka dan voodoo.
Boneka ini dulunya seringkali digunakan untuk ritual magis guna menghubungkan dengan arwah para leluhur atau untuk upacara keagamaan.
Sebelum viral di Indonesia spirit doll juga trend di Thailand karena dianggap boneka arwah ini membawa keberuntungan.
BACA JUGA:70% Anak di Semarang Sudah Divaksin, Diprediksi Minggu Depan 100%
Biksu saat membaca doa dan melakukan ritual upacara menggunakan boneka dan dipercaya boneka itu akan hidup dan ada roh yang mengisi boneka tersebut.
Lepas dari cerita magis, seorang psikolog Lita Gading menanggapi fenomena spirit doll dalam channel youtubenya. Seperti dikutip oleh OPINIJATENG.COM dari channel Youtube Dr.Lita Gading 6 Januari 2022.
Lita Gading tidak hanya menyoroti boneka arwah milik artis dan desainer Ivan Gunawan, tetapi dia menyebutkan bahwa pendapatnya adalah untuk semua orang yang memiliki boneka arwah yang dianggapnya sebagai anak sendiri.
“Dalam fenomena ini saya menyimpulkan ada 3 kategori yaitu sensasi, obsebsi dan afeksi. Kita tahu bahwa Ivan Gunawan seorang artis, dia membutuhkan sensasi untuk membuat sebuah cerita dan berita untuk terpublish lagi. Ada hal yang tidak asik jika tidak ada berita yang heboh,” ujar Lita.
Kemudian yang kedua menurutnya adalah obsebsi yang berhubungan dengan kejiwaan. Barangkali ada jiwa feminin tetapi sebenarnya orang tersebut maskulin. Sehingga dia ingin memiliki sesuatu yang dapat dia rawat dan sayangi.
BACA JUGA:Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 73
Lita mengingatkan orang tersebut harus berhati-hati jika tetap menganganggap boneka tersebut adalah seorang bayi dan akan tumbuh seperti seorang anak pada umumnya.
Apabila diyakini bahwa boneka tersebut hidup dan dapat tumbuh maka dapat dikategorikan halusinasi dan waham yang dapat mengarah pada skizofrenia.
Namun, hal tersebut harus melalui pemeriksaan tes klinis psikologi. Karena kadang orang yang terobsebsi memiliki hal yang berbeda meski tidak nyata untuk merealisasikan keinginannya dengan sadar.
“Terakhir yaitu afeksi jadi dengan penatnya pekerjaan orang membutuhkan kehangatan, pelukan, perhatian. Mungkin orang tersebut membutuhkan figur seseorang dalam hidupnya atau sesuatu yang dia butuhkan,” jelasnya menambahkan.
Psikolog Lita Gading mengingatkan supaya keluarga dan orang di sekililingnya terus mengingatkan supaya peka dengan kondisi orang tersebut dan jangan diikuti kemauan supaya tidak terlena dengan yang diyakini. Sehingga tidak sampai berlarut-larut dan meyakini bahwa boneka tersebut memang hidup.
(Sumber : YouTube Dr.Lita Gading)
