By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 124
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Ruang Ekspresi

Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 124

Arifin
Last updated: 16 Februari 2022 17:52 17:52
By Arifin
3 Min Read
Share
SHARE

Sejak Minggu 24 Oktober 2021, OPINIJATENG.COM menyajikan novel “Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang” karya Wardjito Soeharso, novelis asal Kota Semarang, secara bersambung (serial). Semoga bermanfaat. (red)

Wardjito Soeharso

OPINI JATENG –

Hanya saja, Lita harus pandai-pandai meredam emosi Iben.

Pada saat Theo pulang, Iben selalu meradang.

Rasa cemburu Iben pada Theo tidak dapat ditutup-tutupi.

Lita sangat paham dengan kondisi emosional Iben.

Anak remaja umur dua puluhan tahun, yang sedang berada pada puncak keinginan birahi, seolah tak pernah padam hasratnya untuk terus bercinta.

Bagi Iben, Lita sekarang ini sudah sepenuhnya miliknya.

Baik tubuhnya maupun hatinya.

Dalam pelukan Lita, Iben mendapatkan segalanya.

Kedamaian dan ketenteraman jiwa karena seperti berada dalam pelukan ibu, sekaligus kenikmatan dan kepuasan seksual yang mampu melepaskannya dari segala ketegangan.

Wajar saja, bila Theo pulang, Iben merasa Lita seperti terampas dari tangannya.

Dia kehilangan Lita untuk beberapa saat.

Dan itu sangat mengganggu perasaannya.

Tentu saja, hal itu juga menambah kebencian dan meningkatkan permusuhannya dengan Theo, ayahnya.

“Sabar, Ben. Selalu akan ada jalan keluar untuk kita. Kamu masih muda. Langkahmu ke depan masih panjang. Bukankah aku tidak ke mana-mana? Aku masih di rumah ini bersama kamu. Kalau dua tiga malam aku tidak bersamamu, tak perlu terlalu dipikirkan. Anggap saja itu pengorbanan untuk kita.” Lita selalu berusaha mendinginkan kepala Iben yang mulai panas bila Theo tidak segera kembali ke Jakarta.

BACA JUGA:Forpis Embrio Agen Perubahan Perilaku Remaja

“Enak saja kamu ngomong! Mataku sepet lihat kalian berdua. Tahu?!” Emosi Iben semakin meningkat.

“Ya sudah. Aku mengizinkan kamu pergi jalan-jalan keluar. Mainlah dengan Dodit atau kawan-kawanmu yang lain. Kalau perlu tidak pulang dua tiga hari. Gak apa-apa. Janji deh, aku tidak akan menampar pipimu lagi.” kata Lita sambil tersenyum.

Lita mengelus-elus kepala Iben.

Iben hanya menunduk.

Kalau sudah dielus-elus Lita, Iben kehabisan kata.

Adanya hanya diam.

Tidak pernah ada kata tidak untuk permintaan Lita.

Pola hubungan yang ganjil.

BACA JUGA:Kedengkian Melahap Kebajikan

Itulah yang terjadi antara Lita dan Iben. Bagi Iben, Lita adalah satu-satunya orang yang bisa diajak bicara curahan hati.

Iben tidak mungkin bicara dengan orang lain.

Tidak dengan Mbok Siti.

Tidak dengan Dodit.

Tidak dengan Ikang.

Juga tidak dengan Ibas.

KOMENTAR : weesenha@gmail.com***

You Might Also Like

Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 40
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 82
Tes Kepribadian: Siapa Orang Pertama yang Anda Bantu? Pilihanmu Menggambarkan Karaktermu
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 28
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 115
TAGGED:Di Balik Bayang-bayang Kasih SayangnovelWardjito Soeharso
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Taj Yasin: Isra Miraj Sebagai Inspirasi Sains dan Perintah Shalat 5 Waktu
Next Article SE Menag tentang Pedoman Penggunaan, Pengeras Suara Regulasi Penting
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Ibu mendampingi anak bermain balok kayu warna-warni di rumah sebagai aktivitas belajar yang menyenangkan.
Anak Sering Dimarahi Saat Berbuat Salah? 5 Cara Positive Parenting yang Bisa Dicoba Orang Tua di Rumah
Jateng Pendidikan
Ayah dan ibu berdiskusi tentang pola asuh anak di ruang keluarga sementara anak bermain balok.
Ayah Bilang Tidak, Ibu Bilang Boleh! Kebiasaan Orang Tua Ini Bisa Bikin Anak Bingung
Jateng Pendidikan
Ibu berhijab mendampingi anak laki-laki belajar menggunakan tablet di rumah dengan ilustrasi keamanan digital.
Anak Sulit Lepas dari HP? 5 Cara Digital Parenting yang Bisa Dimulai Orang Tua dari Rumah
Jateng Pendidikan
Ritual tari Seblang Bakungan dengan penari mengenakan busana adat dan selendang kuning
Festival Budaya Jangan Cuma Jadi Tontonan, Saatnya Tradisi Lokal Menghidupi Ekonomi Warga
Culture Jateng
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?