By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Ramadhan Membakar Karat dan Dosa
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Gagasan

Ramadhan Membakar Karat dan Dosa

Sri Setiyowati
Last updated: 5 April 2022 10:05 10:05
By Sri Setiyowati
5 Min Read
Share
Prof Ahmad Rofiq
Prof Ahmad Rofiq
SHARE

OPINIJATENG.COM-Berbahagialah sedulur-sedulur semua, khususnya yang beriman, karena Anda disapa secara khusus untuk menjalankan puasa di bulan Ramadhan.

Puasa Ramadhan diwajibkan pada tahun ke-2 hijriyah, tepatnya di bulan Sya’ban. Ibadah puasa yang dalam Bahasa Arab disebut shaum dan/atau shiyam, secara bahasa juga disebut imsak artinya menahan diri.

Dalam pengertian syara’ atau istilah, puasa adalah “menahan makan, minum, hubungan suami isteri dan hal-hal yang membatalkan puasa (al-mufthirat/al-mufaththirat) dari terbit fajar shadiq hingga terbenam matahari dengan niyat tertentu”.  

Imam Al-Ghazali dalam Mukâsyafatu l-Qulûb, (h. 744) mengutip Al-Baghawi mengatakan, bahwa “yang sahih Ramadhan adalah nama bulan yang berasal dari kata ramdha’, artinya batu yang dipanaskan. Karena mereka berpuasa di bulan yang sangat panas. Ada yang mengatakan, “bulan itu dinamakan Ramadhan, karena ia dimaksudkan untuk membakar dosa-dosa” (Ibid.).

Rasulullah saw menegaskan: “Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan, dengan keimanan dan muhasabah (introspeksi diri), maka diampuni dosa-dosanya yang lalu” (Riwayat Al-Bukhari (38), Muslim (760).

Dalam riwayat yang lain, Rasulullah saw bersabda: “Shalat lima waktu, Jumat ke Jumat, Ramadhan ke Ramadhan, adalah untuk melebur dosa yang terjadi di antara keduanya apabila menjauhi dosa besar” (Muslim (233).

Sabda Rasulullah saw: “Ujian/cobaan seseorang pada keluarganya, hartanya, dan tetangganya, dilebur oleh shalat, puasa, dan sedekahnya” (Riwayat Al-Bukhari (525) dan Muslim (144).

Pertanyannya adalah, apakah sedulur-sedulur termasuk saya, ada yang tidak punya dosa selama sebelas bulan? Tentu yang bisa menjawab adalah diri kita masing-masing. Di sinilah perlunya sifat dan sikap rendah hati, tawadlu’, dan jujur pada diri kita sendiri.

Inilah yang disebut ihtisâbân atau muhasabah/introspeksi diri. Boleh jadi, kita sebagai manusia biasa agak sulit, atau tidak mudah, menghindari tutur kata, sikap, dan perilaku yang khilaf dan salah di hadapan orang lain.

Karena itu, Rasulullah saw mengingatkan: “Kullu banî Adama khaththâûn wa khairu l-khaththûîn at-tawwâbûn” artinya: “Setiap anak-anak keturunan Nabi Adam sering berbuat keliru, dan sebaik-baik mereka yang sering berbuat keliru, adalah orang-orang yang bertaubat” (Riwayat At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ad-Darimi dan Ahmad).

Imam Al-Ghazali juga mengutip Riwayat dari Salman Al-Farisi, bahwa Rasulullah saw berpidato pada hari terakhir bulan Sya’ban, “Wahai saudara-saudaraku semua, kalian telah dinaungi bulan yang agung, di dalamnya terdapat malam Qadar yang lebih baik dari seribu bulan.

Allah menjadikan puasa sebagai kewajiban dan shalat malamnya sunnah. Barangsiapa mendekatkan diri di dalamnya dengan perbuatan baik, makai a seperti menunaikan kewajiban di bulan lainnya. Dan siapa yang menunaikan kewajiban, ia pun laksana menunaikan 70 kewajiban di bulan lainnya.

Ramadhan adalah bulan kesabaran, bulan pertolongan, di mana rezki orang yang beriman ditambah. Barangsiapa memberi makan orang yang puasa di bulan Ramadhan, maka ia seperti membebaskan seorang budak dan diampuni dosanya. Selain itu, juga dapat pahala orang yang berpuasa, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa” (h. 745).

Dosa ibarat kotoran dan residu yang jika tidak dibersihkan, seperti karat yang menutupi wajah dan tubuh kita. Makin banyak dosa yang terjadi pada diri kira, maka tanpa kita sadari, dosa tersebut akan menutup ketajaman mata memandang kebenaran, keburukan dan kemaksiyatan berbalik menjadi tampak benar dan indah, telinga kita lagi mendengar suara kebenaran dan keindahan, yang terjadi justru telinga merasa nyaman terhadap ajakan suara kemaksiyatan, demikian juga kaki dan tangan, akan merasa ketagihan untuk melakukan hal-hal yang merupakan dosa dan melanggar larangan Allah. Na’udzu billah.

Mumpung puasa masih berada di awal-awal bulan Ramadhan, mari kita buka hati, fikiran, serta seluruh indra kita, untuk memanfaatkan bulan Ramadhan yang berlimpah keberkahan, kasih sayang, pahala dilipatgandakan, dan syetan dibelenggu, pintu neraka dikunci, untuk membersihkan segala macam noda, dosa, dan residu yang selama sebelas bulan menjadi karat dan kerak yang menutupi diri kita, pandangan, penglihatan, dan kesadaran kita, agar kembali bersih, dengan menjalankan kewajiban ibadah puasa, shalat maktubat yang tertib dan berjamaah, shalat tarawih, dan infaq-sedekah, juga zakat (fitrah dan mal), meskipun hanya dengan seteguk air atau sebiji kurma. Allah ‘azza wa jalla berjanji mengampuni semua dosa kita, dan kita akan Kembali kepada kesucian (fitrah).

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbu l-‘afwa fa’fu ‘annâ. Ya Allah sesungguhnya Engkau adalah Maha Pemaaf, mencintai memberi maaf, karena itu maafkanlah (dosa-dosa dan kesalahan) kami”. Allah a’lam bi sh-shawab.    

*Prof. Dr. H. Ahmad Rofiq, MA., Direktur LPH-LPPOM-MUI Jawa Tengah, Ketua Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW-DMI) Jawa Tengah (Terpilih, 2022-2027), Guru Besar UIN Walisongo Semarang, Ketua Dewan Pengawas Syariah (DPS) Rumah Sakit Islam-Sultan Agung Semarang, dan Koordinator Wilayah Indonesia Tengah PP MES.***
 

You Might Also Like

Kesadaran Memanfaatkan Transportasi Umum Harus Dibangkitkan, Pergerakan Mobilitas Penduduk dan Kendaraan Pasti Timbulkan Problema
HUT Ke-17, Aset BPRS Binasia Per-Agustus 2023 tumbuh 15%, dari RP46,590 M Jadi Rp53.712 M
Pentingnya Trauma Healing bagi Korban Gempa Cianjur
Batik Lasem Rembang, Trend Batik Masa Kini
Sritina: Aku Ingin Menjadi Manula yang Bermanfaat
TAGGED:imsyakProf Ahmad Rofiqpuasa Ramadhan
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Prof Ahmad Rofiq: Ramadhan Bakar Karat dan Dosa
Next Article Pelaku Pembuat Konten Video Asusila Sesama Jenis Naik Ketahap Proses Kejaksaan, Begini Selengkapnya
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Azzahra, Pramuka Garuda SMA Negeri 1 Banjarnegara: Sang Juara Eagle Scout Penegak Putri 2026,
Banjarnegara Jateng
Zulfikar Al Habsy, Sosok Pemuda Inspiratif Banjarnegara Lolos Paskibraka Provinsi Jawa Tengah
Pendidikan
Pramuka Garuda Penegak SMA Negeri 1 Banjarnegara Bersiap Diri dalam Lomba ESA Tingkat Provinsi Jawa Tengah
News
68 Peserta Resmi Ikuti Pradana Wiyata Permadani Banjarnegara Angkatan XIII
Banjarnegara
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?